Ratusan Siswa Secapa AD yang Terpapar COVID-19 Harus Dapat Penanganan Baik Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI, Bambang Soesatyo. ANTARA/HO-MPR RI/am.

Merahputih.com - Ketua MPR Bambang Soesatyo menilai, ratusan siswa Sekolah Calon Perwira Angkatan Darat (Secapa AD), Kota Bandung yang dilaporkan terpapar COVID-19, mesti mendapatkan penanganan dengan baik ke rumah sakit rujukan.

Menurut Bamsoet, tim gugus tugas COVID-19 bisa melakukan penelurusan kontak (contact tracing) untuk mengidentifikasi persebaran virus di lingkungan Secapa.

“Tim Gugus Tugas COVID-19 Jabar bersama Dinas Kesehatan melakukan penyemprotan disinfektan juga mengisolasi satu area institusi pendidikan militer tersebut serta menggencarkan pemeriksaan dan pelacakan di sekitar 20 institusi pendidikan militer lainnya selama dua pekan kedepan, sebagai upaya mencegah penyebaran virus COVID-19 yang lebih meluas,” tegas Bamsoet, Kamis (9/7).

Baca Juga

Pemprov DKI Tegaskan Tidak Ada Uang Tunai di Dalam Paket Sembako

Ia mengingatkan pemerintah agar setiap pimpinan institusi pendidikan militer menerapkan protokol kesehatan pencegahan COVID-19 secara ketat, serta mengawasi penerapannya ketika siswa beraktivitas.

“Pemerintah dan Tim Gugus Tugas COVID-19 melakukan pelaksanaan tes COVID-19 secara masif juga pelacakan kontak di sejumlah tempat yang dinilai rawan penularan, seperti asrama-asrama pendidikan guna mencegah terjadinya klaster baru penyebaran COVID-19,” jelas Bamsoet.

Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Bandung, Ema Sumarna mengatakan ada sebagian warga yang berdomisili di sekitar Sekolah Calon Perwira Angkatan Darat (Secapa AD), menolak untuk menjalani rapid test atau tes cepat.

Menurut dia, baru sekitar 28 orang yang menjalani tes cepat, dan sisanya ada yang menolak. Warga yang menolak tersebut, kata dia, mungkin khawatir juga terdampak.

"Yang bersedia baru 28 orang, yang lain menolak, mungkin mereka parno atau takut atau apa untuk diperiksa," kata Ema kepada wartawan.

Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Bambang Soesatyo (Bamsoet). (ANTARA/Aditya Pradana Putra/hp)
Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Bambang Soesatyo (Bamsoet). (ANTARA/Aditya Pradana Putra/hp)

Pemerintah Kota Bandung sendiri belum memberlakukan pembatasan terhadap mobilitas masyarakat maupun aktivitas perekonomian di sekitar Secapa AD.

Meski begitu, Wali Kota Bandung Oded M Danial menyatakan pihak Gugus Tugas bakal terus berupaya melakukan pelacakan dan pemeriksaan terhadap masyarakat kawasan Kecamatan Cidadap.

"Saya minta untuk mengamankan masyarakat sekitar, untuk dilacak dan puskesmas juga untuk mengawasi," kata Oded.

Baca Juga

Menkes Setujui PSBB Provinsi Banten, Jabodetabek Lebih Terintegrasi

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat Berli Hamdani mengatakan ada sekitar 200 orang siswa Secapa AD di Kota Bandung yang telah terpapar COVID-19 berdasarkan hasil pemeriksaan menggunakan alat tes diagnostik cepat dan uji usap.

"Kalau perkiraan jumlahnya itu di atas 200 orang. Datanya belum pasti karena identifikasinya belum selesai. Kami sudah melakukan antisipasi, seperti isolasi, penyemprotan disinfektan, dan melakukan penelusuran epidemiologi oleh tenaga kesehatan dari Dinas Kota Bandung, Puskesmas Coblong, dengan provinsi," katanya. (Knu)



Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH