Ratusan Ribu Orang Positif COVID-19, Pemerintah Terlalu Fokus Genjot Ekonomi Test COVID-19 (Foto: Antara).

MerahPutih.com - Rumah Sakit Darurat (RSD) COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, masih menangani ribuan pasien yang terkonfirmasi positif virus corona. Tercatat, pada Jumat (4/9), pasien terkonfirmasi positif 1.630 orang.

Kepala Penerangan Komando gabungan wilayah pertahanan (Kogabwilhan) I, Kolonel Marinir Aris Mudian memaparkan, pasien suspek sebanyak sembilan orang dan seorang pasien berinisial IF meninggal dunia.

Secara keseluruhan, terdapat 1.639 pasien yang menjalani rawat inap di rumah sakit dadakan tersebut. Adapun pasien rawat inap tersebut terdiri dari 867 pria dan 772 wanita.

Secara lebih rinci, jumlah pasien rawat inap bertambah 19 orang dalam 24 jam terakhir sejak Kamis (3/9). Semula, terdapat 1.620 orang menjadi 1.639 orang. Sedangkan, pasien terkonfirmasi positif bertambah 18 orang, dari 1.612 orang menjadi 1.630 orang. Kemudian, pasien suspek bertambah satu orang, dari delapan orang menjadi sembilan orang.

Baca Juga:

Pilkada Bisa Jadi Klaster COVID-19 Baru Jika Strategi dan Settingnya Keliru

Sementara itu, Rumah Sakit Khusus Infeksi (RSKI) Pulau Galang, Batam, Kepulauan Riau, tengah merawat 118 pasien terkonfirmasi positif COVID-19. Kemudian, pasien suspek sebanyak 124 orang. Yakni dengan rincian total pasien rawat inap sebanyak 242 orang yang terdiri dari 147 pria dan 95 wanita.

Seperti diketahui, Pemerintah melalui Satuan Tugas Penanganan COVOD-19 menyatakan bahwa masih terjadi penularan virus corona di Indonesia hingga Kamis (3/9). Akibatnya, jumlah kasus di Tanah Air masih terus bertambah. Ada penambahan pasien yang positif virus corona dalam jumlah yang sangat signifikan.

Data pemerintah hingga Kamis ini pukul 12.00 WIB memperlihatkan, ada 3.622 kasus baru COVID-19 dalam 24 jam terakhir. Penambahan itu menyebabkan total kasus kini mencapai 184.268 orang, terhitung sejak diumumkannya kasus pertama pada 2 Maret 2020.

Jumlah 3.622 kasus baru COVID-19 merupakan rekor tertinggi penambahan pasien dalam sehari. Adapun, 3.622 kasus itu didapatkan berdasarkan hasil pemeriksaan 37.597 spesimen dalam sehari. Pada periode itu, ada 19.306 orang yang diambil sampelnya. Total, pemerintah sudah melakukan pemeriksaan 2.338.865 spesimen dari 1.353.291 orang yang diambil sampelnya.

Test COVID-19
Test COVID-19. (Foto: Kanugrahana)

Lonjakan kasus ini, dinilai Pengamat Kebijakan Publik Universitas Trisakti Trubus Rahadiansyah menilai karena pemerintah hanya fokus pada pemulihan ekonomi, bukan pada penanganan wabah virus Corona itu sendiri yang sebenarnya lebih berbahaya.

Trubus melihat, seharusnya pemerintah konsisten terhadap peraturan yang dikeluarkan lebih dulu, yakni Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2020 Tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Pasalnya, jika pemerintah terus menginjak gas saja dengan menggenjot perekonomian, tanpa menarik rem dengan segera, maka wabah COVID-19 di Indonesia akan semakin parah.

"Kita kan sudah milih PSBB artinya mobilitas masyarakat dibatasi, eh kita menerapkan Perpres No.82 soal komite penanganan dan pemulihan ekonomi nasional," kata Trubus di Jakarta, Jumat (4/9). (Knu)

Baca Juga:

13 Hakim Positif Corona, Pengadilan Negeri Medan Ditutup Dua Pekan

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Menaker Tetapkan THR 2021 Selambat-lambatnya Dibayar H-1
Indonesia
Menaker Tetapkan THR 2021 Selambat-lambatnya Dibayar H-1

Menaker meminta perusahaan lebih memprioritaskan THR dibayar seminggu sebelum hari raya sesuai aturan perundang-undangan, ketimbang mengikuti dispensasi H-1.

[Hoaks atau Fakta]: KRI Nanggala-402 Tenggelam Ditembak Kapal Selam Prancis
Indonesia
[Hoaks atau Fakta]: KRI Nanggala-402 Tenggelam Ditembak Kapal Selam Prancis

Panglima TNI Hadi Tjahjanto menegaskan, Kapal Selam Nanggala-402 buatan Jerman tahun 1977 itu hilang kontak di perairan laut wilayah utara Bali pada Rabu (21/4).

Dewas KPK Hanya Punya Tugas, Tidak Memiliki Kewenangan
Indonesia
Dewas KPK Hanya Punya Tugas, Tidak Memiliki Kewenangan

Tugas Dewas KPK itu diatur dalam Pasal 37b UU KPK

Jokowi Sebut Banyak Penindakan Bukan Tolok Ukur Pemberantasan Korupsi
Indonesia
Jokowi Sebut Banyak Penindakan Bukan Tolok Ukur Pemberantasan Korupsi

Orientasi serta pola pikir atau mindset pengawasan dan penegakan hukum perlu diarahkan pada perbaikan tata kelola pencegahan tipikor.

KPK Panggil Istri Edhy Prabowo Terkait Kasus Suap Ekspor Benur
Indonesia
KPK Panggil Istri Edhy Prabowo Terkait Kasus Suap Ekspor Benur

Selain Iis, ada tiga saksi lain yang akan diperiksa untuk tersangka Edhy Prabowo

Dipukul Mundur Aparat, Massa 1812 Kocar-Kacir ke Jalan Thamrin dan Medan Merdeka
Indonesia
Dipukul Mundur Aparat, Massa 1812 Kocar-Kacir ke Jalan Thamrin dan Medan Merdeka

Massa tersebut dibubarkan karena jumlahnya terlalu banyak

Selama Periode Lebaran Tarikan Duit Capai Rp34,8 Triliun
Indonesia
Selama Periode Lebaran Tarikan Duit Capai Rp34,8 Triliun

Penyediaan kebutuhan uang tunai tersebut telah memperhatikan berbagai asumsi makroekonomi terkini dan kondisi terkait penyebaran pandemi COVID-19.

Belasan Calon Penumpang Kereta Api Positif COVID-19, Terdeteksi di Stasiun Senen dan Gambir
Indonesia
Belasan Calon Penumpang Kereta Api Positif COVID-19, Terdeteksi di Stasiun Senen dan Gambir

Pelanggan KA Jarak Jauh di Pulau Jawa diharuskan menunjukkan surat keterangan hasil Rapid Test Antigen negatif COVID-19

Penambahan Pasien COVID-19 Capai 7.751 Orang dalam 24 Jam
Indonesia
Penambahan Pasien COVID-19 Capai 7.751 Orang dalam 24 Jam

Terjadi penambahan 7.751 kasus baru COVID-19 di Indonesia yang tercatat pada Sabtu (19/12).

[HOAKS atau FAKTA] Masjid Ditutup Sementara Katedral Dibuka untuk Ibadah
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA] Masjid Ditutup Sementara Katedral Dibuka untuk Ibadah

“#PenindasRakyatHarusTumbang Mesjid ditutup sementara, KATEDRAL BUKA UNTUK IBADAH MINGGU. rezim kurang ajar”