Ratusan Petugas KPPS Tewas, Bukti Negara tak Hadir Lindungi Warganya Mantan Komisioner Komnas HAM, Natalius Pigai

MerahPutih.com - Mantan Komisioner Komnas HAM, Natalius Pigai mengkritisi kejadian meninggalnya lebih dari 500 petugas Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS) saat mengawal pemilu 17 April.

"Terlepas dari angka jumlah tersebut ada fakta bagi kami (bahwa hal tersebut) soal jumlah persoalan kemanusiaan,” ujar Pigai dalam keterangan persnya, Senin (13/5).

Mantan Komisioner Komnas HAM, Natalius Pigai

Ia menyebut kejadian yang mewarnai pesta demokrasi tersebut sebagai sebuah anomali.

“Kok semacam anomali demokrasi. Di mana demokrasi yang menjunjung tinggi nilai kebebasan, nilai keterbukaan, nilai kemanusiaan. Tapi, tiba-tiba justru pemilu demokrasi menjadi etalase kematian. Itu anomalinya,” jelas Pigai.

Lebih lanjut, Pigai menilai negara seharusnya bisa menjamin hak-hak yang dimiliki setiap warga negaranya, dan bertanggungjawab atas insiden tersebut

KPU mencatat anggota KPPS yang meninggal dunia berjumlah 440 orang. Sementara Bawaslu mencatat ada 92 orang panitia pengawas pemilu yang meninggal dan Polri mencatat ada 22 anggotanya yang tewas.

Dia mengatakan, seharusnya dari awal penyelenggara pemilu seperti KPU dan Bawaslu harus memegang kuat-kuat prinsip HAM yakni hak untuk hidup karena itu telah menjadi ketentuan internaisonal.

“Hak untuk hidup adalah hak tertinggi (supreme of human rights) yang pemenuhannya tidak dapat dikurangi sedikitpun kendati negara dalam kondisi darurat,” paparnya.

“Negara, dalam hal ini KPU Indonesia memiliki kewajiban tertinggi untuk mencegah adanya peristiwa yang menyebabkan hilangnya nyawa orang,” tambah dia.

Ilustrasi foto jenazah. foto: Istockphoto
Ilustrasi foto jenazah. foto: Istockphoto

Terlebih, tambah Pigai, Pemilu 2004 dan Pemilu 2009 sudah pernah ada kejadian serupa meski tak sebesar tragedi kematian di Pemilu 2019.

“Kesalahan penyelenggara pemilu tidak mengambil pelajaran dan antisipasi karena pada Pemilu 2004 dan Pemilu 2009 sudah pernah kejadian. Kemudian, KPU juga tidak menyediakan paramedis di tiap-tiap KPPS,” ujarnya. (Knu)


Tags Artikel Ini

Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH