Ratusan Petugas KPPS Gugur, BEM Surakarta Bawa Keranda dan Tabur Bunga di Kantor KPU Solo Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam aliansi BEM Surakarta menggelar aksi unjuk rasa di kantor KPU Solo terkait meninggalnya petugas KPPS, Senin (20/5). (MP/Ismail)

MerahPutih.Com - Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Surakarta menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Solo, Jawa Tengah, Senin, (20/5).

Mahasiswa dalam aksi itu meminta pada KPU dan pemerintah agar mengusut penyebab kematian ratusan petugas pemilu baik Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) maupun pengawas Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang meninggal dunia pasca pencoblosan tanggal 17 April lalu.

Pantauan MerahPutih.com, aksi itu dimulai pukul 14.00 WIB. Peserta aksi berjalan mulai dari simpang empat sumber menuju Kantor KPU Kota Solo yang hanya berjarak sekitar 500 meter.

Aliansi BEM Surakarta menggelar unjuk rasa di Kantor KPU Solo Jawa Tengah
Aliansi BEM Surakarta gelar aksi depan kantor KPU Solo mendesak pemerintah mengusut tuntas kasus meninggalnya ratusan petugas KPPS dalam Pemilu 2019 (MP/Ismail)

Mereka membawa keranda dan menaburkan bunga serta sejumlah spanduk dan bendera kuning simbol duka cita. Aksi ditutup upacara bendera setengah tiang dan dilanjutkan shalat gaib secara berjamaah di tengah jalan.

Koordinator aksi, Agil Setyawan, mengatakan aksi ini sebagai bentuk duka cita terhadap meninggalnya petugas pemilu. Meninggalnya petugas pemilu jangan dianggap remeh oleh KPU dan pemerintah.

"Sudah seharusnya pemerintah bertanggung jawab atas meninggalnya 527 orang petugas KPPS. Kami juga mendapatkan data dari Kemenkes ada sebanyak 11.239 orang petugas pemilu sakit," kata Agil.

Sebagian besar petugas KPPS, lanjut dia, karena faktor kelelahan. Ia pun meminta pada pemerintah dan KPU mengevaluasi terkait pelaksanaan pemilu serentak.

Komisioner KPU Solo menerima aliansi BEM Surakarta
Komisioner Divisi Teknis Penyelenggaraan KPU Solo Suryo Baruno, mengungkapkan tuntutan mahasiswa ini akan disampaikan pada KPU Provinsi untuk dilanjutkan ke KPU pusat (MP/Ismail)

Ia menambahkan dalam aksi ini mendesak agar pemerintah mebentuk Tim Pencari Fakta (TPF) independen untuk menyusut tuntas kematian petugas pemilu. Kemudian mengevaluasi pilu serentak, memberikan santunan pada keluarga yang ditinggalkan, dan mengajak kedua kubu capres-cawapres berhenti memamfaatkan isu kemenusiaan untuk kepentingan politik dan elektorial semata.

Komisioner Divisi Teknis Penyelenggaraan KPU Solo Suryo Baruno, mengungkapkan tuntutan mahasiswa ini akan disampaikan pada KPU Provinsi untuk dilanjutkan ke KPU RI.

"Kami ikut berduka atas meninggalnya petugas pemilu. KPU juga sudah menyerahkan semua berkas anggota KPPS Solo yang meninggal dunia ke KPU RI. Jadi kalau nati keluarga almarhum dapat santunan tinggal meberikan," ujar Suryo Baruno.(*)

Berita ini ditulis berdasarkan laporan Ismail, reporter dan kontributor merahputih.com untuk wilayah Jawa Tengah.



Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH