Ratusan Pelanggar PSBB Total Mayoritas Tak Patuhi Jumlah Penumpang di Mobil Pedagang yang tidak mengenakan masker melintas di depan mural yang berisi pesan waspada penyebaran virus Corona, di kawasan Tebet, Jakarta, Selasa (8/9/2020). ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/hp

Merahputih.com - Polda Metro Jaya mengungkapkan sejumlah pelanggaran penerapan kembali Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di DKI Jakarta.

Rata-rata pelanggar yakni tidak menggunakan masker dan melebihi kapasitas kendaraan yang ditindak di wilayah Jakarta, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jadetabek) di wilayah hukum Polda Metro Jaya.

Baca Juga:

Anies Minta Satpol PP DKI Tindak Tegas Pelanggar PSBB Total

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan setelah selesai rapat koordinasi Polda Metro Jaya bersama TNI, Satpol PP, Kejaksaan dan Pengadilan menggelar Operasi Yustisi penerapan protokol kesehatan penggunaan masker melaksanakan penerapan PSBB sesuai Pergub DKI Jakarta Nomor 88 Tahun 2020.

"Kita ketahui bersama bahwa sejak kemarin PSBB dengan perketatan itu sudah dijalankan sampai dengan tanggal 27 September 2020, selama 14 hari," jelas Yusri, Selasa (15/9).

“Kami sudah mulai PSBB sejak kemarin, ada 221 penindakan yang dilakukan. Kita kedepankan bersama teman-teman Satpol PP dan Perhubungan, Polisi, TNI melakukan Operasi Yustisi karena mengacu pada Peraturan Gubernur,” kata tambah Yusri.

Menurut Yusri, jenis pelanggaran dari ratusan orang itu. Pelanggarannya terdiri dari tidak memakai masker dan berkendara melebihi kapasitas yang ditentukan.

“Dari 221 di antaranya tidak pakai masker yang sembilan itu kendaraan umum yang melebihi 50% sesuai ketentuan Pergub 88,” ujar Yusri.

Petugas Polsek dan Koramil Mampang Prapatan melaksanakan operasi penertiban protokol kesehatan di Jalan Kemang Utara, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Senin (14/9/2020).(ANTARA/Laily Rahmawaty)

Penindakan itu dilakukan di delapan titik cek poin. Delapan titik itu merupakan perbatasan antar wilayah Jakarta dengan wilayah penyangga.

Pemerintah menyatakan akan menggelar operasi yustisi untuk mengawasi secara ketat penerapan protokol kesehatan di lingkungan masyarakat hingga perkantoran.

Dalam hal ini, Polda Metro Jaya akan membentuk satgas gabungan bersama TNI, Pemda, hingga Kejaksaan.

"Hasil rapat kemarin memang kita akan membentuk satgas-satgas, baik itu di tingkat provinsi yang isinya sama semuanya dari TNI, Polri, pemerintah daerah, pengadilan dan kejaksaan. Satuan tugas untuk melakukan yustisi penindakan kepada masyarakat," kata Yusri.

Yusri menyebut satgas-satgas tersebut nantinya akan dibentuk di satuan wilayah polres hingga polsek. Tidak hanya di lingkungan masyarakat, satgas juga akan disiapkan untuk beroperasi di jalan raya. Yusri menyebut akan ada 8 cek poin yang menjadi titik pengawasan.

"Satgas juga kita siapkan untuk di jalan raya ada yang namanya operasi yustisi 8 titik di yang kita siapkan di Jakarta ini, wilayah hukum Polda Metro Jaya. Itu dilakukan di delapan titik antara lain Pasar Jumat, Kalimalang, Kalideres, Tugu Tani, Bundaran HI, Semanggi, Asia Afrika dan Kelapa Gading," ungkap Yusri.

Baca Juga:

PSBB Total Hari Pertama, Penumpang KRL Melorot

Yusri berharap dengan aturan dan pengawasan yang semakin ketat ini, kesadaran masyarakat terhadap penerapan protokol kesehatan bisa semakin meningkat.

"Situasi pandemi, lawan ini sudah tidak kelihatan. Kita mengharapkan masyarakat tahu sadar dan disiplin bahwa COVID-19 ini sudah sangat membahayakan," tuturnya. (Knu)



Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH