Ratusan Eks Napi Asimilasi Kembali Berbuat Pidana Polisi menangkap dua napi asimilasi yang kembali beraksi di Bandung. ANTARA/Bagus Rizaldi

MerahPutih.com - Kabagpenum Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan mengatakan, hingga Selasa (19/5), polisi telah menangkap ratusan narapidana ‎asimilasi karena mereka kembali berulah atau melakukan kejahatan.

"Berdasarkan data Bareskrim Polri, sampai dengan hari ini, ada 125 narapidana asimilasi yang kembali melakukan kejahatan dan telah diamankan (ditangkap)," kata Kombes Ramadhan di kantor Badan Reserse (Bareskrim) Polri, Jakarta, Selasa (19/5).

Baca Juga:

Sejumlah Eks Napi Asimilasi Diberdayakan Bantu Siskamling Cegah Corona

Motif napi asimilasi yang kembali melakukan kejahatan umumnya karena faktor ekonomi, terutama pada kejahatan terhadap properti seperti curat, curas, dan curanmor.

Selain itu, motif lainnya, kata Ramadhan, ada yang didorong karena rasa sakit hati dan dendam sehingga melakukan tindakan pengeroyokan dan penganiayaan bahkan sampai pembunuhan.

Ramadhan menjelaskan, 125 napi asimilasi itu ditangkap dan diproses hukum di 21 wilayah hukum polda.

Tim macan gading Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Bengkulu usai menangkap empat pelaku pencurian 11 unit sepeda motor di Bengkulu. (Foto Antaranews.com/HO).
Tim macan gading Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Bengkulu usai menangkap empat pelaku pencurian 11 unit sepeda motor di Bengkulu. (Foto Antaranews.com/HO).

Lima polda yang paling banyak menangkap para narapidana asimilasi ‎kambuhan itu, yakni Polda Jawa Tengah menangani 17 kasus, Polda Sumatra Utara, menangani 16 kasus. Kemudian Polda Jawa Barat‎ menangani 11 kasus, Polda Riau menangani 11 kasus, dan Polda Kalimantan Barat menangani 10 kasus.

Sebelumnya pada Kamis (14/5), Polri telah menangkap sebanyak 109 napi asimilasi kambuhan. Proses hukum ratusan napi ini ditangani 19 polda.

Baca Juga:

Hari Raya Waisak, 1.948 Napi Beragama Buddha Diberi Remisi Khusus

Jumlah penangkapan napi asimilasi terus meningkat di setiap hari.

Ramadhan memaparkan, jenis kejahatan yang dominan dilakukan para napi asimilasi tersebut adalah kejahatan pencurian dengan pemberatan, pencurian kendaraan bermotor dan pencurian dengan kekerasan, narkoba, penganiayaan dan pengeroyokan, pemerkosaan dan pencabulan.

"Ada juga kasus penipuan dan penggelapan, perjudian dan pembunuhan," katanya. (Knu)

Baca Juga:

Penunjukkan Reinhard Silitonga jadi Ditjen PAS Diduga untuk 'Muluskan' Asimilasi Napi


Tags Artikel Ini

Zulfikar Sy

LAINNYA DARI MERAH PUTIH