Ratusan Daerah Dinilai Siap Jalankan New Normal, Ini Alasannya Ikrama Masloman (kiri) bersama peneliti LSI Denny JA di Jakarta (Foto: LSI)

MerahPutih.Com - Lembaga Survei Indoensia (LSI) Denny JA mengungkapkan ada 158 daerah di Nusantara yang siap melakukan new normal alias kehidupan normal baru.

LSI berpendapat bahwa penyebaran virus Covid-19 di ratusan daerah tersebut kini cenderung telah terkendali.

"Kami merekomendasikan ada 158 wilayah yang siap melakukan new normal dengan tetap melaksanakan protokol kesehatan yang ketat," kata Peneliti LSI Denny JA, Ikrama Masloman kepada wartawan di Jakarta.

Baca Juga:

Gugus Tugas Rekomendasikan Ratusan Daerah Zona Hijau Boleh Beraktivitas

Secara keseluruhan, riset LSI membagi tiga klaster penyebaran infeksi virus Covid-19 di rautsan daerah yang dinilai siap melaksanakan normal baru tersebut.

Peneliti LSI Denny JA Ikrama Masloman
Peneliti LSI Denny JA Ikrama Masloman (Foto: Screenshot JakTV

Ikrama mengungkapkan, klaster pertama terdiri dari 124 wilayah yang sejak awal hingga kini tidak ada laporan satupun paparan Corona.

"Sebanyak 124 wilayah ini merupakan zona hijau yang sudah bisa untuk mulai bekerja kembali," kata dia.

Ratusan wilayah tersebut tersebar di seluruh nusantara di beberapa wilayah Papua dan Papua Barat, Sumatera Utara, NTT, Aceh, Maluku, Sulawesi Tenggara, Lampung, Maluku Utara, Kepulauan Riau, Sualwesi Tengah, Riau, Kalimantan barat, Sulawesi Selatan, Bengkulu, Kalimantan Timur, Jambi, Sumatera Barat, Gorontalo, Lebak, Kepulauan Bangka Belitung, Sulawesi Utara, Jawa Barat dan Kalimantan Tengah.

Ikrama melanjutkan, klaster kedua adalah 33 dari 38 wilayah yang mengalami penurunana reporduksi kasus harian. Dia mengatakan, reproduksi kasus relatif dapat dikendalikan setelah diberlakukannya Pembatasan Soasial Berskala Besar (PSBB).

Ikrama mengatakan, 33 wilayah tersebut siap masuk ke tahap normal baru menyusul kasus harian di daerah tersebut mulai menurun. Lanjutnya, ada sejumlah wilayah yang masih fluktuatif grafik kasus barunya namun cenderung stagnan dan relatif terkontrol.

Riset LSI menyebut bahwa Jakarta, Tangerang Raya, Gorontalo, Sumatera Barat, Pekanbaru, Gresik, Malang, Kabupaten Siak, Palembang, Kabupaten Banjar, kota Batu, Kabupaten Malang, Bogor Raya, Kabupaten Sumedang, Bandung barat, Bekasi, Tegal, Kota Bandung, Kota Tarakan dan beberapa kota/kabupaten lainnya siap memasuki era new normal.

"Nah itu mereka mungkin siap untuk masuk ke era new normal dan bekerja kembali," katanya.

Klaster ketiga adalah daerah yang terpapar Covid-19, namun tetap dapat mengontrol penyebaran virus meski tidak memberlakukan PSBB. Ikrama menyebutkan, bahwa salah satu diantaranya adalah Bali.

Menurutnya, Bali memiliki kearifan lokal yang terjadi di setiap komunitas dan lapisan masyarakat. Dia mengatakan, mereka bekerja sama guna mencegah angka reproduksi kasus infeksi Covid terus bertambah.

"Bali secara preventif dan kuratif serta mortality dan recovery rate-nya cenderung lebih baik dibading daerah-daerah lain," katanya.

Ikrama mengatakan, kehidupan normal baru perlu segera diterapkan menyusul kebutuhan ekonomi.

Baca Juga:

Jubir Pemerintah Beberkan Alasan Terjadinya Lonjakan Drastis Pasien Corona di Jakarta

LSI menilai bahwa pandemi corona terbukti berdampak pada perekonomian nasional. Lanjutnya, pandemi juga telah membuat jutaan orang terkena PHK. Dia mengatakan, dibukanya kembali aktivitas perekonomian akan meghindarkan negara dari bencana ekonomi yang lebih buruk.

Ikrama berpendapat, rapuhnya ekonomi negara berpotensi memunculkan bencana yang tidak jauh lebih besar layaknya pandemi covid-19. LSI mengimbau masyarakat agar tetap beraktifitas mengikuti semua protokol kesehatan yang telah ditetapkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan pemerintah.

"Jadi jangan larut dalam euforia karena ada persepsi new normal adalah kehidupan normal. Bahwa sebenarnya normal yang baru itu terpaksa dilaksanakan karena tidak ada vaksin," pungkasnya.(Knu)

Baca Juga:

Jelang Pembukaan Sekolah, AHY Peringatkan Pemerintah Jaga Keselamatan Para Siswa



Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH