Ratusan Calon Perwira Terkena COVID-19 di Secapa AD, DPR Panggil KSAD dan Panglima? Ilustrasi. (Foto: MP/tniad.mil.id)

MerahPutih.com - Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad mendesak agar penyebaran COVID-19 di Sekolah Calon Perwira TNI AD (Secapa AD) segera ditindaklanjuti.

Menurut dia, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa harus melakukan langkah taktis serta bersinergi dengan lembaga terkait dalam menangani kasus ini.

Baca Juga:

Ratusan Siswa Secapa AD Positif Corona Dikarantina, Masyarakat Diminta tidak Panik

Soal pemanggilan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dam KSAD, Dasco yakin tidak perlu dilakukan. Hal yang perlu segera dilakukan yaitu langkah cepat untuk penanggulangan.

“Secepat mungkin diambil langkah taktis untuk mengetahui masalah ini. Dan tidak perlu kita panggil atau kita mintai keterangan, ya karena memang situasinya di Indonesia memang sedang ada pandemi,” katanya.

Kepala Penerangan Komando Daerah Militer (Kapendam) III/Siliwangi, Kolonel FX Sri Wellyanto. (ANTARA/Bagus Ahmad Rizaldi)
Kepala Penerangan Komando Daerah Militer (Kapendam) III/Siliwangi Kolonel FX Sri Wellyanto memberikan pernyataan terkait penyebaran COVID-19 di Secapa AD. (ANTARA/Bagus Ahmad Rizaldi)

Dia meminta KSAD untuk mengambil langkah-langkah guna mencegah klaster virus corona di asrama TNI lain. Bisa dengan isolasi mandiri atau pengobatan.

"Apakah dengan langkah preventif melakukan isolasi dan kemudian pengobatan atau tindakan yang dianggap perlu untuk menyembuhkan COVID-19 ini," kata Dasco.

Politikus Partai Gerindra itu mengimbau kepada seluruh masyarakat dan seluruh institusi TNI Angkatan Darat, Laut dan Udara untuk mematuhi protokol kesehatan COVID-19.

"Di mana pun berada dalam masa-masa seperti ini marilah kita sama-sama tidak lepas dari protokol COVID-19 yang ketat untuk kita lakukan, agar penyebaran itu bisa diminimalisir," pungkas Dasco.

Baca Juga:

Secapa TNI AD Jadi Klaster Corona, MPR: Protokol Kesehatan Harus Diperketat

Diketahui, total ada 1.262 orang positif corona di klaster Secapa AD. Ada 17 orang dirawat di RS Dustira, Cimahi, sementara 1.245 orang dikarantina di lokasi Secapa.

"Seluruh kompleks pendidikan sekolah calon perwira TNI AD Bandung kita lakukan isolasi, kita lakukan karantina dan kemudian kita larang untuk adanya pergerakan orang baik masuk ke dalam komplek atau keluar komplek," kata Yuri dalam konferensi pers di akun YouTube BNPB, Kamis (9/7). (Knu)

Baca Juga:

Ratusan Siswa Secapa AD yang Terpapar COVID-19 Harus Dapat Penanganan Baik


Tags Artikel Ini

Zulfikar Sy