Ratusan Aparat Jaga Ketat Gedung Pengadilan di Sidang Perdana Rizieq Rizieq Shihab setibanya di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Kamis (14-1-2021). ANTARA/Handout/aa.

MerahPutih.com - Sebanyak 659 personel dikerahkan guna mengamankan jalannya persidangan Rizieq Shihab yang berlangsung, Selasa (16/3).

Hal itu dilakukan menyusul adanya permintaan dari Pengadilan Negeri Jakarta Timur, tempat di mana sidang berlangsung.

Baca Juga

Jumlah Personel Pengamanan Sidang Rizieq Tergantung Tingkat Potensi Ancaman dan Kerawanan

"Dari Polda 555 dan dari Polres Metro Jaktim 104 personel," kata Kapolrestro Jakarta Timur, Kombes Pol Erwin Kurniawan kepada wartawan di Jakarta, Senin (15/3).

Dia menjelaskan, kemungkinan personel di lapangan bakal bertambah. Pasalnya, jumlah tersebut belum termasuk dengan personel TNI dan personel dari Satpol PP yang juga dilibatkan dalam pengamanan.

Jumlah tersebut belum termasuk personel dari unsur TNI dari Kodim 0505 Jakarta Timur dan personel Satpol PP Pemkot Jakarta Timur, yang membantu pengamanan.

"Dari Kodim dan beberapa pasukan cadangan (juga ditempatkan) untuk mengantisipasi apabila situasi berubah (lonjakan massa simpatisan yang datang ke Pengadilan Negeri Jakarta Timur)," ucapnya.

Rizieq Shihab. (Foto: Antara).
Rizieq Shihab. (Foto: Antara).

Erwin menuturkan, dilibatkannya personel gabungan dalam persidangan tersebut bukan untuk melarang pendukung HRS datang ke Pengadilan Negeri Jakarta Timur. Melainkan agar persidangan berjalan lancar.

"Kami berharap bahwa dalam pelaksanaan (sidang) siapa pun yang datang kemari (Pengadilan Negeri Jakarta Timur) tetap harus mengikuti protokol kesehatan," ucapnya.

Sebelumnya kuasa hukum HRS, Sugito Atmo Prawiro menegaskan pihaknya tidak pernah meminta pendukung HRS untuk datang ke Pengadilan Negeri Jakarta Timur.

"Tapi intinya silakan yang mau datang (ke Pengadilan Negeri Jakarta Timur) harus mentaati protokol kesehatan dan harus sesuai aturan persidangan," kata Sugito, Minggu (14/3). (Knu)

Baca Juga

Hadapi Dakwaan, Rizieq Tolak Sidang Secara Virtual

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
 [HOAKS atau FAKTA]: Anies Salah Bikin Spanduk Pengumuman Omicron
Lainnya
[HOAKS atau FAKTA]: Anies Salah Bikin Spanduk Pengumuman Omicron

Dalam video tersebut dapat terlihat jelas tidak ada logo dan penulisan spanduk salah menuliskan kata Omricon sebagai varian baru COVID-19, padahal seharusnya Omicron.

IPB Catat 12 Dampak Dari Implementasi UU Cipta Kerja
Indonesia
IPB Catat 12 Dampak Dari Implementasi UU Cipta Kerja

Tim Kajian IPB melakukan telaah secara obyektif, baik sisi sisi positif maupun potensi resiko, serta dampaknya terhadap lingkungan, petani, nelayan, dan masysarakat adat.

Residivis Peras Pejabat ASN Eks Ajudan Jokowi, Kerugian Capai Puluhan Juta
Indonesia
Residivis Peras Pejabat ASN Eks Ajudan Jokowi, Kerugian Capai Puluhan Juta

Polda Jawa Tengah menangkap seorang residivis yang melakukan pemerasan terhadap tiga pejabat ASN Pemkot Solo.

KAI Daop 6 Kembali Operasikan KA Jarak Jauh
Indonesia
KAI Daop 6 Kembali Operasikan KA Jarak Jauh

PT KAI kembali mengoperasikan KA Jarak Jauh mulai Selasa (18/5) seiring berakhirnya larangan mudik

[HOAKS atau FAKTA]: Miliarder Tiongkok He Shihua Memaksa Pelatih untuk Dimainkan
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Miliarder Tiongkok He Shihua Memaksa Pelatih untuk Dimainkan

Adanya foto miliarder Tiongkok He Shihua memaksa pelatih untuk memainkannya di lapangan merupakan konten yang salah.

[Hoaks atau Fakta]: IDI Nyatakan Tidak Ada Pandemi COVID-19
Indonesia
[Hoaks atau Fakta]: IDI Nyatakan Tidak Ada Pandemi COVID-19

Worldometers, hingga 23 Maret 2021, Swedia telah mencatatkan jumlah kasus Covid-19 sebanyak 744.272 orang dengan kematian 13.262 orang.

Waspada, Penambahan Kasus COVID-19 Lampaui Angka Rata-Rata Harian
Indonesia
Waspada, Penambahan Kasus COVID-19 Lampaui Angka Rata-Rata Harian

Sinyal waspada kembali datang dari data penambahan kasus COVID-19 harian.

 Polrestabes Bandung Buru Pelaku Perkosaan dan Penjualan Bocah 14 Tahun
Indonesia
Polrestabes Bandung Buru Pelaku Perkosaan dan Penjualan Bocah 14 Tahun

Kasus itu bermula dari hilangnya seorang anak perempuan berusia 14 tahun pada pertengahan Desember 2021. Orangtua korban pun telah melaporkan soal kehilangan tersebut kepada pihak kepolisian.

Mendagri Tito Sebut Pelaksanaan Pilkada Serentak 2024 Amanat UU
Indonesia
Mendagri Tito Sebut Pelaksanaan Pilkada Serentak 2024 Amanat UU

Ia mengatakan, Pilkada 2024 merupakan amanat UU yang harus dijalankan. Dan, perbaikan dapat dilakukan pasca pelaksanaan, bukan sebelum pilkada dilaksanakan.

Konflik Partai Demokrat Ganggu Keamanan, Polisi Dipastikan Turun Tangan
Indonesia
Konflik Partai Demokrat Ganggu Keamanan, Polisi Dipastikan Turun Tangan

Polri memantau isu perkembangan dari kekisruhan internal Partai Demokrat usai Kongres Luar Biasa (KLB) di Deli Serdang.