Ratna: Tompi Meminta Saya Berhenti Berbohong Ratna Sarumpaet mencoblos di TPS gedung Tahanan dan Barang Bukti Polda Metro Jaya pada Rabu (17/4). Foto: MP/Kanugrahan

Merahputih.com - Ratna Sarumpaet mengaku tak mengerti alasan penyanyi sekaligus dokter bedah plastik Tompi dihadirkan sebagai saksi .

Meski begitu, Ratna yakin Tompi punya tujuan mulia yakni menyadarkan dirinya agar tak membuat pernyataan keliru.

"Saudara Tompi ini orang yang membantu saya mempercepat saya sadar bahwa saya harus berhenti berbohong," kata Ratna Sarumpaet menanggapi kesaksian Tompi di PN Jaksel Jl Ampera Raya, Selasa (23/4).

Ratna menilai Jaksa Penuntut Umum harusnya memanggil saksi yang membuktikan dirinya membuat keonaran atas berita bohongnya. Sebab dalam dakwaan JPU menyebut hoax yang dilakukan menimbulkan keonaran.

Contoh saksi yang tepat adalah mahasiswa yang melakukan demo atas kebohongannya. Menurutnya hal itu membuktikan kalau akinat hoaksnya ada keonaran yang timbul dengan adanya demo yang dilakukan mahasiswa.

"Ya kalau menurut logika saya ini kayak memperpanjang-panjang aja gitu. Kenapa gak langsung ke kasusnya aja, kasusnya kan keonaran mestinya langsung kesitu jangan kesana kemari," ujarnya.

Ratna
Ratna Sarumpaet mencoblos di TPS gedung Tahanan dan Barang Bukti Polda Metro Jaya pada Rabu (17/4). Foto: MP/Gomes

Namun, ia tak ambil pusing dengan siapa saja saksi yang dihadirkan JPU. Ratna tetap berharap dia bisa dapat putusan bebas pada akhirnya.

Ratna Sarumpaet ditahan polisi setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus hoaks, Jumat, 5 Oktober 2018. Aktivis perempuan itu sempat menggegerkan publik karena mengaku diamuk sejumlah orang.

Cerita bohongnya itu lantas dibongkar polisi. Lebam di wajah Ratna bukan akibat dipukul, melainkan akibat operasi sedot lemak di RSK Bina Estetika.

Kemudian, Jaksa Penuntut Umum mendakwa Ratna dengan dakwaan tunggal. Dia didakwa melanggar Pasal 14 ayat (1) UU No. 1 Thn 1946 ttg Peraturan Hukum Pidana atau dakwaan kedua pasal 28 ayat (2) jo 45A ayat (2) UU No 19 Thn 2016 tentang Perubahan atas UU No 11 Thn 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Ratna didakwa telah membuat keonaran melalui berita bohong yang dibuatnya. (Knu)



Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH