Ratna Sarumpaet Dianiaya, Aktivis Senior: Demokrasi Itu Adu Gagasan Bukan Bonyok-bonyokan Aktivis senior Syahganda Nainggolan (MP/Ponco Sulaksono)

MerahPutih.Com - Sejumlah aktivis dan politisi berkumpul di salah satu restoran, di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (2/10) untuk menunjukkan solidaritas kepada aktivis Ratna Sarumpaet. Ratna diduga dianiaya oleh sejumlah orang beberapa waktu yang lalu.

Aktivis senior, Syahganda Nainggolan mengatakan pertemuan ini digelar menunjukkan rasa simpati dan empati kepada Ratna Sarumpaet. Selain itu, kata dia, pertemuan ini juga dalam rangka memperingati Hari Anti Kekerasan Internasional.

"Demokrasi itu adu pikiran dan adu gagasan. Bukan dibonyok-bonyokan. Demokrasi itu tanpa kekerasan. Ngga boleh ada kekerasa di Indonesia. 4 tahun ini kekerasan banyak sekali," ujar Syahganda saat memberikan sambutan.

Menurut Syahganda, banyak kasus-kasus pelanggaran HAM yang terjadi di bawah pemerintahan Joko Widodo. Padahal, kata dia, di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), kasus-kasus tersebut tidak pernah terjadi.

Ratna Sarumpaet dan Prabowo
Aktivis Perempuan Ratna Sarumpaet curhat kepada Prabowo Subianto (Ist)

"Banyak kasus-kasus yg kita anggap pelanggaran HAM kemarin. Banyak ulama-ulama yg dianiaya. Kekerasan ini di zaman SBY saja gak ada, bukan saya belain SBY," ucap dia.

"SBY kata orang dia tentara, kenyataanya dia paling demokratis selama ini. Pak jokowi 4 tahun kepemimpinan catatan demokrasi kita rusak," sambung Syahganda.

Pantauan merahputih.com, sejumlah tokoh yang hadir di antaranya Aktivis Malari Hariman Siregar, Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah, Politisi Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean, Aktivis senior Syahganda Nainggolan, Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama Yusuf Martak dan Eggy Sudjana.(Pon)

Baca berita menarik lainnya dalam artikel: Persib Dihukum Jalani Laga Usiran dan Tanpa Penonton, Ketua Viking Meradang

Kredit : ponco


Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH