Rata-rata orang Mengonsumsi 70.000 Lebih Partikel Mikroplastik Per Tahun, Berbahayakah? Penelitian tengah menelusuri seberapa berbahayanya mikroplastik (Foto: pixabay/derneuemann)

SEBUAH studi terbaru memperkirakan, jika rata-rata orang Amerika mengonsumsi lebih dari 70.000 partikel mikroplangastik setiap tahunnya.

Hal itu pun sontak mengkhawatirkan, karena efek kesehatan dari konsumsi tersebut sangat tak baik. Dari mulai minum dengan botol plastik ataupun membawa kantung plastik. Kebanyakan orang bersentuhan dengan plastik beberapa kali sehari.

Saat ini sebuah penelitian telah memperkirakan berapa banyak plastik, yang dikonsumsi rata-rata orang. Studi tersebut dilakukan oleh peneliti dari University of Victoria.

Mereka memperkirakan bahwa rata-rata orang amerika mengkonsumsi lebih dari 70.000 Partikel mikroplastik setiap tahunnya. Lalu yang mengkhawatirkan, dampak kesehatan dari konsumsi tersebut masih belum jelas.

Dalam studi itu, para peneliti meninjau 26 studi sebelumnya yang menganalisis soal jumlah partikel plastik mikro pada ikan, kerang, gula, garam, alkohol, air botolan dan udara.

Peneliti menelusuri jumlah mikropastik yang dikonsumsi manusia perharinya (Foto: pixabay/cocoparisienne)

Tim peneliti kemudia menilai, tentang kira-kira berapa banyak dari rata-rata makanan yang dimakan manusia. Hasilnya menunjukan, bahwa manusia mengonsumsi antara 74.000 - 121.000 partikel plastik mikro per tahun, tergantung pada usia dan jenis kelaminnya.

Tetapi tak semua orang yakin dengan perkiraan tersebut. Profesor Ekologi di Unversitas East Anglia mengatakan. Para peneliti mulai menghitung konsumsi mikroplastik dari konsentrasi yang diukur dalam makanan dan udara.

"Mereka menghitung bahwa seorang pria dewasa mengkonsumsi 142 partikel plastik per hari melalui mulut dan menghirup 170 lainnya, Angka yang agak besar yang paling menonjol adalah perkiraan tahunan. Tidak ada bukti yang disajikan bahwa tingkat konsumsi ini adalah bahaya signifikan bagi kesehatan manusia" Ucap Alastair Grant seperti yang dilansir dari laman Mirror.

Peneliti lainnya tak yakin dengan angka perkiraan tersebut (Foto: pixabay/isidingo)

Selain itu, Grant juga menambahkan jika angka untuk inhalasi dihitung dengan mengalikan konsentrasi partikel di udara. Dengan laju respirasi harian tapi tak memperhitungkan sistem yang harus dikeluarkan tubuh kita dari partikel di udara yang kita hirup.

Salah satu dari dua sumber untuk konsentrasi partikel di udara mengatakan jika serat yang diamati terlalu besar untuk dihirup. Sehingga jumlah partikel yang benar-benar mencapai paru-paru kita akan jauh lebih kecil ketimbang angka yang dikutip.

Mikroplastik terdapat pada benda-benda yang sangat dekat dengan manusia (Foto: pixabay/stux)

Sedikit informasi, mikroplastik adalah potongan kecil plastik yang dapat dikonsumsi manusia secara tak sengaja ketika makan, atau menghirup udara yang mengandung mikroplastik.

Sementara efek kesehetan dari konsumsi mikroplastik masih belum jelas. Namun para peneliti memperingatkan bahwa beberapa bagian cukup kecil untuk memasuki jaringan manusia. Di mana mereka berpotensi memicu reaksi kekebalan atau melepaskan zat beracun.

Mengenai penelitian tersebut, tim itu tengah merencanakan studi lanjutan untuk memahami efek dari mengonsumsi mikro plastik pada kesehatan. (ryn)

Kredit : raden_yusuf

Tags Artikel Ini

Raden Yusuf Nayamenggala

LAINNYA DARI MERAH PUTIH