'Rasis': Sering Dilontarkan, Padahal Bukan Bahasa Indonesia Hillary Clinton kampanyekan antirasis. (Foto: Pixabay)

TEMAN Anda mungkin pernah melontarkan kalimat ini, "Pantes aja lo lelet. Orang Jawa, sih". Reaksi Anda selanjut ialah menjulukinya 'rasis'. Ya, istilah 'rasis' memang telah umum diucapkan sebagai candaan atau dalam sebuah diskusi serius.

Padahal, jika Anda mengecek Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata 'rasis' tak ada dalam perbendaharaan bahasa Indonesia. Kata yang ada ialah rasialis, rasialisme dan rasisme. Saat membuka kamus Oxford yang menerjemahkan bahasa Inggris ke Indonesia, Anda juga tak akan menemukan kata 'rasis'. Kata yang ada justru 'racist' yang artinya rasialis.

Lucu, ya? Padahal penduduk Indonesia biasanya mengucapkan kata rasis ini dengan pengucapan bahasa Indonesia. Rasialis adalah orang yang menganut paham rasialisme. Sementara rasialisme ialah rasisme atau paham bahwa ras diri sendiri merupakan ras yang paling unggul.

Di dalam Wikipedia disebutkan istilah rasisme memiliki konotasi buruk setidaknya sejak 1940-an. Rasisme telah mendorong terjadinya diskriminasi dan kekerasan sosial. Kata ini juga kadang digunakan politisi untuk memenangkan suara.

Sementara di lingkungan pertemanan, istilah ini dipakai untuk menggoda teman yang sering membawa-bawa nama sebuah suku bangsa saat bercanda. Setelah tahu 'rasis' bukan kosakata bahasa Indonesia, Anda masih mau menggunakan kata ini? Atau, menggantinya dengan rasialis? (*)

Berikut salah satu contoh berita tentang rasisme: Menpora Minta Yel-Yel Rasis Segera Dihentikan.



Rina Garmina

YOU MAY ALSO LIKE