Rania Putrisari Alami Banyak Perubahan Positif Setelah 'Anak Garuda' Film Anak Garuda yang penuh inspirasi. (Foto; side.id/Andhika Hutama Putra)

FILM Anak Garuda diangkat dari kisah nyata 7 orang anak murid dari sekolah Selamat Pagi Indonesia (SPI). SPI merupakan sekolah yang dibuat khusus untuk mengurangi jumlah anak putus sekolah karena ketidakmampuan ekonomi. Jadi yang diterima masuk sekolah SPI merupakan anak-anak miskin dari seluruh Indonesia. Tak hanya gratis, para siswa pun tingal di asrama dan menerima uang saku bulanan.

Selain pendidikan SMA Seperti biasa, para siswa pun menerima pendidikan life-skill, yang membekali mereka menjadi tenaga profesional siap kerja, serta kesempatan berlatih di Transformer Center. Tempat yang terdiri dari puluhan unit usaha, mulai dari perhotelan, travel agency, gedung pertunjukan, kuliner, merchandising, musik, audio visual hingga unit terbarunya rumah produksi.

Baca Juga:

Di SMA Selamat Pagi Indonesia, Diajarkan 'Life Skill'

anak garuda
Rania Putrisari sangat terinspirasi dengan Anak Garuda. (Foto; side.id/Andhika Hutama Putra)

Rumah produksi inilah yang membuat film ini terinspirasi dari kisah siswa-siswi Sekolah SPI di tahun-tahun awal. Bagi salah satu cast dari film ini, Rania yang sempat dikarantina selama 2 minggu di Sekolah SPi, saat proses syuting. Ini memberikan pengalaman tersendiri selain untuk menghadirkan totalitas dalam berakting.

"Aku menyaksikan sendiri sekolah SPI bukan sekolah abal-abal. Tapi benar-benar membantu kepercayaan anak-anak yang dulu latar belakangnya kurang beruntung, dan terus membantu untuk mengejar mimpi mereka," jelas Rania Putrisari saat ditemui merahputih.com di sela-sela Pressconfrence Film Anak Garuda, di Epicentrum XXI, Jakarta, Senin (13/1).

Rania melihat sekolah SPI punya cara mengajar yang berebeda. Tak seperti sekolah pada umumnya. Selain itu, perempuan kelahiran 30 Agustus 1994 itu mengaku jika anak-anak di sekolah SPI sangat kuat, dalam hal ini bicara mengenai soal jiwa.

"Gue akuin hebat banget anak-anak yang ada disitu. Kuat banget jiwanya! Kadang-kadang dengarin cerita mereka yang ada disitu, kita aja itu nangis, tapi mereka yang nyeritain aja enggak nangis. Itu menurut gue sebuah step yang tinggi banget," lanjut Rania.

Baca Juga:

Menapaki Jejak SMA Selamat Pagi Indonesia yang Inspiratif

anak garuda
Dua minggu berada di asrama sekolah Selamat Pagi Indonesia. (Foto; side.id/Andhika Hutama Putra)

Banyak pelajaran berharga yang bisa dipetik oleh Rania dari sekolah SPI. Salah satunya, Rania menjadi seorang pribadi yang lebih optimis. "Sejak dari sana tuh gue percaya sama diri gue. Kalau gua bisa, gua tahu gua bukan siapa-siapa, tapi gue bakal buktiin apa yang orang bilang enggak bisa, itu pasti gua bisa,"tambahnya.

Selain lebih merasa optimis, aktris bernama lengkap Rania Putrisari itu jadi semangat bersyukur dalam menjalani hidup. Karena dirinya masih memiliki orang tua lengkap, dan hidup berkecukupan. "Selain lebih optimis, gua juga menjadi pribadi yang selalu bersyukur, jadi bersyukur banget, selain itu karena orang tuanya masih lengkap juga saya perlu bersyukur (SPI)" lanjutnya

Rania sendiri percaya jika setiap anak punya potensi, namun masih banyak yang minder. Baginya , segala sesatu yang cukup penting untuk kehidupan yakni doa, usaha dan pastinya tak sia-sia. Mengenai perubahan Rania, kedua orangtuanya pun turut merasakannya. Di mana kini pembawaan diri Rania lebih rajin dari biasanya.

"Gua sendiri asli dari Surabaya tapi tinggal di Jakarta. jadi memang orangtua ngelihatnya ada yang beda. Karena speed bekerja dan lain-lainnya beda, lebih tegas masalah waktu. Jadi kebiasaan terbawa, lebih membawa diri lah lebih kuat juga, kalau ada apa-apa jadi tahu cara menghandlenya seperti apa," tegas Rania. (ryn)

Baca Juga:

Film 'Anak Garuda' Akan Hadirkan Sequel?

Kredit : raden_yusuf


Paksi Suryo Raharjo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH