Ramai-Ramai Fenomena Dukhan, MUI: Soal Waktu Kiamat Hanya Allah yang Tahu Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia Anwar Abbas di Jakarta, Selasa (5/11/2019). ANTARA/Anom Prihantoro

MerahPutih.Com - Fenomena dukhan atau kabut/asap tebal yang muncul dan disebut-sebut sebagai pertanda hari akhir yang terjadi pada 15 Ramadan Hijriah, Jumat (8/5) mendapat tanggapan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Menurut Sekretaris Jenderal MUI Anwar Abbas, fenomena dukhan sejatinya tidak dapat dibenarkan sebab soal waktu kiamat hanya Allah SWT yang tahu.

Baca Juga:

Masyarakat Diimbau Tenang, Kepala BMKG Sebut Equinox Hanya Fenomena Alam Biasa

"Menurut saya, yang tahu kapan kiamat itu akan tiba hanya Tuhan saja yang tahu. Nabi Muhammad SAW pun yang dicintai dan disayangi oleh Allah SWT tidak dikasih tahu oleh-Nya," kata Buya Anwar saat dihubungi dari Jakarta, Rabu (6/5) malam.

Lebih lanut, secara substansial, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah itu mengajak umat Islam untuk selalu mempersiapkan diri dengan amalan baik, karena kapanpun kiamat itu terjadi. Pasalnya, tidak ada petunjuk tanggal pasti hari akhir.

Ilustrasi kiamat karena meteor raksasa akan menghantam bumi
Ilustrasi kiamat karena meteor raksasa akan menabrak bumi (Foto: antaranews)

Umat Islam, kata Buya, selalu mengimani jika kiamat memiliki dua jenis yaitu kiamat kecil dan kiamat besar. Kiamat besar adalah hari akhir sesungguhnya, sementara kiamat kecil itu sebagaimana kematian dari masing-masing individu manusia.

"Oleh karena itu, yang penting bagi kita lakukan adalah bagaimana kita bisa mempersiapkan diri untuk menghadapi kiamat kecil yaitu kematian dari diri kita masing-masing," katanya.

Maka dari itu, Anwar mengajak umat dan masyarakat untuk tidak panik dengan viralnya soal dukhan serta terus fokus dengan perbaikan diri dan melakukan segala urusan secara seimbang.

"Kiamat itu urusan Allah dan bukan urusan kita. Jadi mari kita urusi apa yang menjadi tugas kita dan jangan kita urusi apa yang menjadi urusan Allah," ujar Buya Anwar.

Adapun kabar mengenai dukhan sebagai salah satu tanda akan datangnya hari akhir, yang belakangan viral di media sosial. Sejumlah ulama memiliki pendapat yang berbeda-beda tentang dukhan.

Pertama, sebagian menyebut itu sebagai salah satu tanda hari kiamat yang belum terjadi.

Kedua, dukhan adalah khayalan yang menimpa kaum Quraisy ketika mereka mengalami kelaparan ekstrem atas doa Nabi SAW.

Ketiga, dukhan adalah debu yang mengepul di hari kemenangan kaum Muslimin atas kota Mekkah sehingga materi kecil itu menutupi langit.

Baca Juga:

Fenomena Alam nan Indah Tampak di Yogyakarta

Sementara itu, ada anggapan umum terdapatnya hadis Nabi SAW bahwa dukhan merupakan kabut asap yang gelap, tebal, tidak ada oksigen dan panas sehingga memicu bumi gelap gulita yang erat kaitan dengan tanda datangnya hari kiamat.

Sebagaimana dilansir Antara, sejumlah ulama berpendapat hadis tersebut tidak memiliki riwayat perawi yang baik dan secara substansi tidak tepat sehingga kebenarannya disangsikan.

Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) juga menyebut asteorid yang akan melintasi bumi pada Jumat (8/5) berkategori aman dan tidak membahayakan bumi. Dengan begitu, hal itu tidak dapat dikaitkan dengan kebenaran informasi dukhan terjadi pada 15 Ramadhan 1441 Hijriah.(*)

Baca Juga:

BMKG Ingatkan Bahaya Rob Dampak 'Supermoon'



Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH