Ramai Penolakan Pemakaman Jenazah COVID-19, Wali Kota Solo: Kami Terima dengan Baik Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo. (MP/Ismail)

MerahPutih.com - Kasus penolakan pemakaman jenazah terkait virus corona atau COVID-19 baru-baru ini terjadi di berbagai daerah. Namun demikian, hal itu tidak terjadi di Solo, Jawa Tengah, dengan menjamin proses pemakaman dilakukan sesuai prosedur.

"Pemkot Solo menjamin tak akan ada penolakan selama proses pemakaman korban COVID-19 dilakukan sesuai prosedur," ujar Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo, kepada merahputih.com, Jumat (3/4).

Baca Juga:

WHO Sebut Rentannya Timur Tengah dari Serangan Wabah Corona

Rudy menegaskan, penolakan jenazah adalah tindakan tidak manusiawi. Warga Solo akan diberi pemahaman yang benar terkait pemulasaran jenazah supaya tidak sampai ada salah paham hingga terjadi penolakan.

"Kasihan kalau ditolak, tidak manusiawi itu kalau sampai ditolak warga. Di Solo aman tidak sampai ada penolakan," kata dia.

Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo mengecek gudang logistik dalam penganan COVID-19, Jumat (3/4). (MP/Ismail)
Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo mengecek gudang logistik dalam penganan COVID-19, Jumat (3/4). (MP/Ismail)

Rudy memaparkan, sesuai prosedur yang benar, jenazah yang sudah terkonfirmasi positif COVID-19 atau masih pasien dalam pengawasan (PDP) harus ditutup plastik kedap udara. Pemakaman dilakukan oleh petugas pemakan lengkap mengenakan alat pelindung diri (APD).

"Jenazah sudah dibungkus plastik serta kantung jenazah, dimasukkan peti, langsung dikubur. Petugas juga memakai APD jadi aman warga tidak perlu khawatir," kata dia.

Baca Juga:

WNI Terinfeksi Virus Corona di Luar Negeri Capai 204 Orang

Rudy menambahkan, Pemkot Solo memiliki sejumlah tempat pemakaman yang bisa dipakai, antara lain Daksinalaya, Untaralaya, Pracimalaya dan Purwalaya. Masyarakat diharapkan tidak melakukan penolakan.

"Satu warga Kelurahan Kadipiro meninggal positif COVID-19 kami makamkan di TPU (tempat pemakaman umum) milik Pemkot Solo, aman tidak ada penolakan. Termasuk mobil ambulans kami juga siapkan 24 jam bisa digunakan evakuasi pasien COVID-19," tutup Rudy. (Ism)

Baca Juga:

Akibat Corona, Penataan 4 Kawasan Stasiun di Jakarta Dihentikan


Tags Artikel Ini

Zulfikar Sy

LAINNYA DARI MERAH PUTIH