Ramadan, Komnas Perempuan Minta Semua Pihak Tahan Diri Semburkan Ujaran Kebencian Komisioner Komnas Perempuan Riri Khariroh (Foto: antaranews)

MerahPutih.Com - Ramadan bagi komisioner Komnas Perempuan Riri Khariroh menjadi momentum yang bagus bagi semua pihak untuk menahan diri dari semburan ujaran kebencian kepada kelompok yang berbeda baik pemahaman, pemikiran, pilihan dan dan sebagainya.

Menurut lulusan Ohio University, AS ini, perilaku damai dan ucapan yang membawa ketenangan akan berdampak positif bagi kehidupan masyarakat.

"Ramadan adalah bulan yang harus dipenuhi nasihat ataupun oleh perilaku dan juga ucapan maupun tindakan yang seharusnya bisa menyebarkan kedamaian, menimbulkan ketenangan di masyarakat, dan juga menghargai kelompok yang berbeda," ucap Riri Khariroh di Jakarta, Kamis,(16/5).

Riri mengatakan Ramadan ini harus dimanfaatkan untuk mengurangi bahkan membersihkan ujaran kebencian di ruang publik yang sangat marak di bulan-bulan sebelumnya, terutama terkait dengan pelaksanaan pesta demokrasi.

Riri Khariroh mengajak semua pihak untuk tahan diri tidak semburkan ujaran kebencian selama Ramadan
Riri Khariroh mengajak semua pihak untuk tahan diri tidak semburkan ujaran kebencian selama Ramadan (Foto: Twitter @riri_khariroh)

"Ramadan tidak boleh dikotori oleh ujaran kebencian ataupun hasutan untuk membenci kelompok lain. Saya kira penting sekali bagi umat Islam untuk mempraktikkan akhlakul karimah di bulan Ramadan ini,” ujar Riri.

Sebagai komisioner di Komnas Perempuan, Riri Khariroh mengajak kepada kaum perempuan untuk bisa menjadi agen penebar kedamaian usai digelarnya pemilihan presiden (Pilpres).

"Untuk hal-hal semacam itu sebenarnya peran perempuan jauh lebih efektif jika dibandingkan kita larut di dalam ujaran kebencian dan juga aksi-aksi turun ke jalan atau aksi-aksi menyebar hoaks di media sosial yang sebenarnya buat perempuan itu tidak ada manfaatnya," ujarnya sebagaimana dilansir Antara.

Ia tidak memungkiri bahwa dalam pilpres keterlibatan kaum perempuan sangat luar biasa. Ia melihat kaum perempuan digunakan untuk menyebarkan disinformasi ataupun misinformasi oleh kelompok yang sengaja ingin membuat situasi politik itu semakin panas, beberapa orang di antaranya kemudian harus berurusan dengan hukum.

"Saya kira ini harus menjadi pelajaran penting buat kaum perempuan, utamanya di bulan Ramadan ini agar tidak mudah untuk percaya dan digunakan oleh kelompok-kelompok tertentu untuk menumbuhkan kebencian terhadap kelompok-kelompok yang lain," pungkas Riri Khariroh.(*)



Eddy Flo