Rahmat Effendi Raih Penghargaan Wali Kota Entrepreneur Award 2017 Wali kota Bekasi Rahmat Effendi (Foto: pemkotbekasi.go.id)

MerahPutih.Com - Prestasi gemilang kembali dicatatkan Rahmat Effendi. Setelah meraih penghargaan dari Setara Institute terkait toleransi di wilayah Kota Bekasi, kini politisi Golkar itu mendapat penghargaan dari KIN ASEAN Forum.

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi meraih penghargaan "Wali Kota Enterpreneur Award 2017" untuk kategori investasi dari KIN ASEAN Forum, Rabu (6/12) malam.

"Penghargaan ini merupakan pengakuan terhadap Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi yang memiliki pemikiran visioner terhadap pembangunan daerah," kata Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Kota Bekasi Encu Hermana.

Hal itu dikatakannya usai menerima penghargaan mewakili Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi di Jakarta. Menurut Encu, fokus penilaian penghargaan ditujukan pada kinerja kepala daerah dalam memberikan kebijakannya terhadap target penyerapan investasi selama kurun waktu 2017.

Dinas Penanaman Modal, Perizinan dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Bekasi mencatat hingga triwulan III 2017 Kota Bekasi telah meraup investasi total mencapai Rp 7,8 triliun dari potensi yang dipetakan hingga 2018 Rp 10 triliun.

Rahmat Effendi merupakan kepala daerah kedua setelah Wali Kota Bogor Bima Arya yang menerima penghargaan tersebut diikuti tiga kepala daerah lainnya, yakni Wali Kota Jambi Syarif Fasha, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany.

Sementara itu, KIN ASEAN Forum menggelar agenda tersebut dalam rangka memberikan inspirasi dari para pelaku industri, akademisi, organisasi nirlaba serta pemerintah dengan berbagai perspektif.

Pada acara yang dihadiri oleh para pemegang posisi puncak organisasi ini diklaim bukan sekadar diskusi strategis, tetapi juga melahirkan kolaborasi dari antarpeserta.

Pada The 8th Annual KIN ASEAN Forum tahun ini mengangkat tema "Foresight: Where will ASEAN go?" dari forum yang dicetuskan oleh Hermawan Kartajaya yang digagas sejak 2010.

Para pemasar dari 12 negara di Asia seperti Thailand, Korea, Singapura, Malaysia, Filipina, Srilanka, Jepang, China dan yang lainnya pun hadir berbagi gagasan mereka di ajang ini.

Executive Chairman MarkPlus, Inc Hermawan Kartajaya selaku Co-Founder KIN ASEAN sebagaimana dilansir Antara mengatakan bahwa marketing saat ini sangat kompleks.

"Para enterpreneur perlu banyak memberikan perhatian di kondisi industri yang Volatility, Uncertainty, Complexity and Ambiguity (VUCA). Di Asia pun muncul istilah DAMO (Discovery, Adventure, Momentum, Outlook) yang dicetuskan oleh Pendiri Alibaba Jack Ma," ujar Hermawan Kertajaya.(*)



Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH