Rahasia Lari Cepat Lalu Muhammad Zohri Juara Dunia 100 Meter, Kalahkan Sprinter Amerika Lalu Muhammad Zohri. (Twitter/iaaforg)

MerahPutih.com - Ternyata ada rahasia khusus di balik keberhasilan Lalu Muhammad Zohri, si Bocah Ajaib dari Lombok, menjadi juara dunia nomor lari 100 meter ajang IAAF World U20 Championships di Tampere, Finlandia. Semuanya itu tidak lepas dari kebiasaan Zohri berlatih sejak kecil.

Perjuangan keras pemuda 18 tahun itu berlatih di tengah keterbatasan hingga akhirnya menjadi juara dunia memang patut mendapat acungan jempol. Baiq Fazilah (29), kakak Zohri menjelaskan sang adik sejak kecil biasa berlatih lari tanpa alas kaki.

lalu muhammad zohri
Lalu Muhammad Zachri. (Foto: athleticsweekly)

Kebiasaan itu dilatarbelakangi karena kondisi ekonomi keluarga yang tidak mampu membelikan sepatu lari. Meski demikian, latihan ini malah membuat kaki si adik menjadi kuat dan kokoh.

"Dia (Lalu Muhammad Zohri) anaknya pendiam dan tidak pernah menuntut ini itu. Bahkan, kalau berlatih tidak pernah pakai alas kaki (sepatu, red), karena tidak punya," kata Baiq mengisahkan masa kecil Zohri, dilansir Antara, Jumat (13/7).

Zohri ternyata juga kerap berlatih lari menyusuri pasir pantai di sekitar rumah mereka di Karang Pansor Desa Pemenang Barat Kecamatan Pemenang Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB). Tujuannya untuk memperkuat stamina, kecepatan dan daya pegas saat lari jarak pendek. "Untuk berlatih sendiri, adik saya suka latihan lari di pantai Pelabuhan Bangsal," ungkap sang Kakak.

Lalu Muhammad Zohri merayakan kemenangannya
Pelari muda Indonesia Lalu Muhammad Zohri. (Dok. PB PASI)

Menurut Baiq, bakat lari adiknya itu memang sudah terlihat sejak Zohri duduk di bangku SMP. Bahkan, kata dia, guru olahraganya pun sudah memantau bakat adiknya yang selalu memborong gelar juara di setiap lomba yang diikutinya sejak SMP.

Lalu Muhammad Zohri merupakan anak ke empat dari empat bersaudara yakni Baiq Fazilah (29), Lalu Ma`rib (28), Baiq Fujianti (Almh) dan Lalu Muhamad Zohri. Lalu Muhammad Zori lahir di Karang Pansor 1 Juli 2000. Kedua orang tua Lalu Muhammad Zohri, yakni Lalu Ahmad Yani meninggal sekitar tahun 2017 dan Ibunya Saeriah juga sudah meninggal sekitar tahun 2015.

Nama Zohri selama ini memang kurang terpantai. Pemuda yang belum banyak dikenal orang itu muncul pertama kalinya selama kualifikasi Asian Games pada Februari yang lalu dengan mencatatkan waktu 10,25 detik. Dia kemudian memenangkan Kejuaraan Juniar Asia di Gifu (10.27 detik), sebulan yang lalu hingga akhirnya dijuluki Bocah Ajaib dari Lombok.

Zohri kembali membuktikan kemampuan mengharumkan nama Indonesia di mata dunia. Untuk pertama kalinya, atlet Indonesia mampu mencetak sejarah menjadi juara dunia di kejuaraan atletik dunia. Turun di nomor 100 meter putra, dia berhasil masuk finis pertama dengan catatan waktu 10.18 detik.

Lalu Muhammad Zohri

Pemuda yang biasa berlatih tanpa sepatu itu mengalahkan banyak pelari dunia di antarannya pelari U20 terbaik Amerika Serikat Anthony Scwartz dan Eric Harrison. Padahal, Zohri berada di lintasan 8, posisi yang tidak diunggulkan. Bahkan ditulis dalam akun Twitter resmi IAAF, Lalu membuktikan bahwa semua orang seharusnya tidak pernah meremehkan "kuda hitam". (*)


Tags Artikel Ini

Wisnu Cipto

LAINNYA DARI MERAH PUTIH