Ragam Seni Gambar Prasejarah Indonesia, Salah Satunya Manusia Jadi-jadian Beragam seni di dunia prasejarah Indonesia. (Foto: Dok. ITB)

INDONESIA kaya akan keragaman seni budayanya. Kekayaan ini bahkan membentang sejak masa prasejarah, yang bisa dilihat dari temuan para peneliti tentang gambar-gambar di goa-goa tak terjangkau.

Temuan tersebut diungkap Pindi Setiawan, Dosen Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) ITB, dalam webinar “Penemuan Terbaru Gambar-Gambar Cadas (Rock Art) di Gua-Gua Pra sejarah dan Batu-Batu Megalit Indonesia serta Implikasinya Terhadap Sejarah Seni Indonesia”.

Baca juga:
Membedah Artefak Peninggalan Prasejarah Tatar Sunda

“Art di Indonesia semakin berkembang ditambah dengan munculnya budaya-budaya baru yang masuk. Namun, keragaman ini janganlah membuat kita lupa akan seni yang sudah berkembang sejak dahulu kala dan keberadaannya mungkin tidak semudah kita mendapatkan seni yang ada sekarang,” ujar Pindi.

Banyak peninggalah prasejarah tentang seni. (Foto: Dok ITB)
Banyak peninggalah prasejarah tentang seni. (Foto: Dok ITB)

Pindi menjelaskan, dalam buku Claire Holt terdapat beberapa karakteristik khas dari rock art di antaranya menceritakan peristiwa prasejarah. Gambar cadas (garca) prasejarah identik dengan memadukan curahan hasrat estetika dan logika kehidupan kala itu.

Selain itu, situs mamatua dan cap tangan negatif dengan perpaduan warna merah, jingga, ungu, hitam dan putih serta teknik kuasan, stensil (semburan) dan torehan. Garca juga identik dengan perasaan yang kuat antara benda kosmos, manusia, dan fauna laut.

Baca juga:

Suku Kulawi, Pemegang Tradisi dari Zaman Prasejarah

Pindi juga mempresentasikan penemuan yang ia dapat saat melakukan ekspedisi di Sangkulirang, Kalimantan Timur, dan Maros, Sulawesi Selatan. Di kedua tempat tersebut ditemukan gambar imaji satwa yang sudah punah dan alat buruh zaman savana. Selain itu ditemukan garca sosok manusia datu-saman (headmask anthropomorphic) di Sangkulirang dan manusia jadi-jadian (theriantrophic) di Maros.

Pindi menjelaskan ekspedisi ini selain mengangkat kembali jejak kreatif zaman prasejarah juga dalam rangka melaksanakan suatu projek indeks warna yang diperkirakan selesai 2022 dan akan menjadi index warna Indonesia. Besar harapan seni Indonesia dari setiap masa dapat tetap eksis di tengah zaman yang serba dinamis.

Buatan nenek moyang dalam webinar yang disampaikan Pindi Setiawan, Dosen Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) ITB. (Foto: Dok ITB)
Buatan nenek moyang dalam webinar yang disampaikan Pindi Setiawan, Dosen Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) ITB. (Foto: Dok ITB)

Webinar yang disampaikan Pindi merupakan bagian dari rangkaian perhelatan Borobudur Writers and Cultural Festival (BWCF) 2021 yang hadir sebagai tempat diskusi para penikmat seni. BWCF 2021 mengangkat tema “Membaca Ulang Claire Holt Estetika Nusantara Kontinuitas dan Perubahannya” dan diselenggarakan secara virtual selama tiga hari, 18-21 November 2021.

Menurut Pindi, pentingnya topik ini diangkat untuk mengedukasi masyarakat terutama penikmat seni bahwa di tempat terpencil dan sulit dijangkau pun masih terdapat jejak-jejak seni warisan nenek moyang. (Imanha/Jawa Barat)

Baca juga:

Kembali ke Zaman Prasejarah Lewat Gambar Cadas

Tag
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Tradisi Tato Tiga Suku Adat Papua Terancam Punah
Tradisi
Tradisi Tato Tiga Suku Adat Papua Terancam Punah

Tato merupakan salah satu budaya di pesisir utara Papua.

Proses Kreatif Dolanan Keren Membuat Collectible Action Figure Gundala
Indonesiaku
Proses Kreatif Dolanan Keren Membuat Collectible Action Figure Gundala

Melalui tahapan yang harus dijalankan dengan saksama

5 Tempat Wisata Wajib Dikunjungi saat Nonton ke Sirkuit Mandalika
Travel
5 Tempat Wisata Wajib Dikunjungi saat Nonton ke Sirkuit Mandalika

Tempat wisata di Mandalika cocok untuk melepas penat.

Persiapan Matang di Bandara Aman
Travel
Persiapan Matang di Bandara Aman

Libur sekarang perbatasan sudah dibuka.

Desa Ngelanggeran Raih Predikat Desa Wisata Terbaik Dunia 2021
Travel
Desa Ngelanggeran Raih Predikat Desa Wisata Terbaik Dunia 2021

Keindahan alam pegunungan andesit kuno ini sangat memukau hingga membuat siapapun yang berkunjung.

Mantra Sunda Saat Sakit Perut Melanda
Indonesiaku
Mantra Sunda Saat Sakit Perut Melanda

Rapalan mantra pereda sakit perut atau jampe atau jangjawokan nyeri beuteung mengudara.

Menggali Kisah Runtah Si Mata Malaikat Serenta Kaki-Tangannya
Indonesiaku
Menggali Kisah Runtah Si Mata Malaikat Serenta Kaki-Tangannya

Mata Malaikat bernama lahir Runtah, berarti sampah dalam bahasa Sunda

Cara Membuat Ayam Geprek Krim Bawang Putih Buat Buka Puasa
Kuliner
Cara Membuat Ayam Geprek Krim Bawang Putih Buat Buka Puasa

Ayam geprek krim bawang putih mudah dibuat di rumah.

Naik Pesawat Ke Cepu, Nikmati Potensi Wisatanya
Travel
Naik Pesawat Ke Cepu, Nikmati Potensi Wisatanya

Cepu punya potensi pengembangan daerah wisata dan telah menjadi penggerak ekonomi wilayah sekitarnya.

Pemerintah Apresiasi Gelaran Cup of Excellence di Indonesia dan Pertama di Asia
Kuliner
Pemerintah Apresiasi Gelaran Cup of Excellence di Indonesia dan Pertama di Asia

Indonesia memliki potensi kopi yang mampu bersaing di pasar global.