Image
Author by : ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra

Perajin membuat dompet berbahan kulit ikan pari di Banyumanik, Semarang, Jawa Tengah, Jumat (18/9). Kerajinan tersebut dipasarkan ke sejumlah daerah di Jawa, Sumatera, Kalimantan dan Maluku serta diekspor ke Maladewa yang dijual dengan harga Rp200.000 -Rp500.000 per buah.

Image
Author by : ANTARA FOTO/Regina Safri

eorang perajin membuat kerajinan dengan bahan baku tanah liat di Desa Wisata Kasongan, Bantul, Kamis (17/9). Menguatnya nilai mata uang dolar AS, membuat perajin kerajinan tersebut semakin giat untuk melakukan ekspor ke negara-negara dengan mata uang dolar AS.

Image
Author by : ANTARA FOTO/Pradita Utama

Seorang perajin melapisi kerajinan rotan dengan cat pernis di kawasan industri rumah tangga kerajinan rotan, Kelurahan Bendan, Pekalongan, Jawa Tengah, Rabu (16/9). Kementerian Perdagangan berkomitmen memperkuat ekspor produk dari berbagai daerah Indonesia seperti kerajinan rotan dengan tujuan pasar ekspor Amerika Serikat, Amerika Latin, Eropa Timur dan Timur Tengah untuk memperkuat ekpsor nasional dengan target peningkatan ekspor 10 persen - 12 persen pada tahun ini.

Image
Author by : ANTARA FOTO/Irfan Anshori

Perajin mewarnai alat musik 'marakas' di salah satu sentra kerajinan di Sentul, Blitar, Jawa Timur, Senin (14/9). Permintaan pasar akan alat musik jenis ritmis marakas ke beberapa daerah seperti Bali dan Jogja, serta ke beberapa negara tersebut meningkat 50 persen dari 500 unit menjadi 1000 unit per minggu.

Image
Author by : ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto

Perajin menyelesaikan pembuatan mebel dari rotan sebelum dikirim ke Swiss dan Korea di kelurahan Arjosari, Malang, Jawa Timur, Senin (14/9). Asosiasi Mebel dan Kerajinan Indonesia (AMKRI) menargetkan adanya peningkatan ekspor sebesar 10 persen hingga 20 persen pada 2015 dengan pasar tujuan negara-negara Eropa, Amerika Serikat dan Timur Tengah di tengah nilai tukar rupiah yang tengah melemah.