Raffi Ahmad Cs Bebas dari Jeratan Hukum Raffi Ahmad. Foto: Instagram

MerahPutih.com - Polisi resmi menghentikan kasus kerumunan pesta ulang tahun Ricardo Gelael yang dihadiri presenter Raffi Ahmad dan kawan-kawan.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus menjelaskan, alasan perkara ini hentikan karena tidak ditemukan adanya pelanggaran protokol kesehatan yang dilakukan oleh Raffi Ahmad dan kawan-kawan.

Baca Juga

Polisi Segera Umumkan Status Hukum Raffi Ahmad Cs

"Hasil gelar perkara yang kita lakukan memang belum ditemuinya adanya minimal ada 2 alat bukti," ujarnya di Jakarta, Kamis (21/1).

Polisi menyebut, kasus ini tidak terpenuhi unsur pelanggaran, juga termasuk peraturan daerah dan kesehatan. Sehingga, hasil gelar perkara tersebut tidak terpenuhi, minimal dua alat bukti.

"Sehingga dilakukan pemberhentian penyelidikan," pungkasnya.

Raffi Ahmad terlihat berkumpul dengan teman-temannya tanpa mengenakan masker (Foto: instagram @lambe_turah)
Raffi Ahmad terlihat berkumpul dengan teman-temannya tanpa mengenakan masker (Foto: instagram @lambe_turah)

Beberapa hari terakhir, Raffi Ahmad menjadi perbincangan hangat di berbagai platform digital.

Raffi Ahmad menjadi salah satu penerima vaksinasi COVID-19 perdana di Indonesia, bersama dengan Presiden Joko Widodo, Rabu (13/1). Namun, pada malam harinya, beredar foto Raffi Ahmad menghadiri sebuah acara bersama istrinya, Nagita Slavina.

Dalam foto itu Raffi dan Nagita berpose bersama selebgram Anya Geraldine, aktor Gading Marten, dan Sean Gelael. Mereka tidak mengenakan masker maupun menjaga jarak.

Foto yang diunggah Anya Geraldine itu membuat heboh masyarakat mengingat Raffi sebagai penerima pertama vaksin COVID-19.

Raffi Ahmad pun sudah meminta maaf atas kejadian itu dan dia mengingatkan penggemarnya untuk selalu menerapkan protokol kesehatan di tengah pandemi. (Knu)

Baca Juga

Polda Metro Rampungkan Gelar Perkara Kasus Dugaan Pelanggaran Prokes Raffi Ahmad

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Mudik Saat Idul Adha Dinilai Sangat Berbahaya, Ini Alasannya
Indonesia
Mudik Saat Idul Adha Dinilai Sangat Berbahaya, Ini Alasannya

Memang sebaiknya niat mudik perlu dipikirkan kembali untung ruginya.

 KPK Singgung Menteri Yasonna Jadikan Pandemi COVID-19 Alasan Bebaskan Koruptor
Indonesia
KPK Singgung Menteri Yasonna Jadikan Pandemi COVID-19 Alasan Bebaskan Koruptor

"Saya menolak Pandemi COVID-19 ini jika dijadikan dalih untuk membebaskan koruptor," jelasnya.

Pengamat Minta Tidak Ada Dikotomi Perlu Tidaknya TNI-Polri Disiplinkan Warga
Indonesia
Pengamat Minta Tidak Ada Dikotomi Perlu Tidaknya TNI-Polri Disiplinkan Warga

Masyarakat masih banyak yang tidak paham protokol kesehatan

Diganggu Pelaku Kejahatan Selama COVID-19? Ini Sejumlah Hotline yang Disediakan Polda Metro
Indonesia
Diganggu Pelaku Kejahatan Selama COVID-19? Ini Sejumlah Hotline yang Disediakan Polda Metro

Warga diharapkan bisa berpartisipasi memberitahu polisi daerah mana saja yang rawan kejahatan.

Panggung Upacara HUT Ke-75 RI Sudah Berdiri di Istana Presiden
Indonesia
Panggung Upacara HUT Ke-75 RI Sudah Berdiri di Istana Presiden

Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan RI ke-75 berbeda dengan tahun sebelumnya karena masih masa pandemi COVID-19.

DKI Dapat Lampu Hijau Penambahan Siswa Jalur Zonasi Tingkat RW
Indonesia
DKI Dapat Lampu Hijau Penambahan Siswa Jalur Zonasi Tingkat RW

Kota Surabaya yang sejak dua tahun lalu selalu meminta tambahan kuota untuk tingkat SMP dari 32 menjadi 36 orang per kelas

Polisi Tindak 25 Kendaraan Sipil yang Gunakan Rotator Setiap Hari
Indonesia
Bupati Bogor Pastikan tidak Ada Korban Jiwa Akibat Banjir Bandang
Indonesia
Bupati Bogor Pastikan tidak Ada Korban Jiwa Akibat Banjir Bandang

Banjir bandang terjadi di kawasan Gunung Mas di Desa Tugu Selatan, Kawasan Puncak, Cisarua, Bogor, Selasa (19/1).

Pandemi Bikin 150 Juta Orang Jatuh Miskin
Indonesia
Pandemi Bikin 150 Juta Orang Jatuh Miskin

Langkah untuk keluar dari potensi risiko itu adalah dengan memastikan pertumbuhan pada tahun-tahun mendatang harus lebih inklusif dan berkelanjutan.

29 Oknum Anggota TNI Tersangka Perusakan Polsek Ciracas
Indonesia
29 Oknum Anggota TNI Tersangka Perusakan Polsek Ciracas

Polisi Militer (POM) TNI Angkatan Darat (AD) menetapkan 29 orang tersangka yang semuanya adalah prajurit TNI AD dari berbagai satuan.