Qantas Belum Menyerah Lanjutkan Program Penerbangan Terpanjang Dunia Durasi penerbangan mencapai 19 jam (Foto: Unsplash/John Kappa)

QANTAS masih mengurungkan program penerbangan terbaru karena COVID-19. Sebelum pandemi melanda dunia, maskapai penerbangan Australia ini merencanakan program penerbangan terpanjang di dunia.

CEO Qantas, Alan Joyce mengatakan program ini harus terhenti karena pandemi COVID-19. Namun Qantas belum menyerah. Setelah wabah berakhir Qantas akan segera menjalankan program ini. "Ketika kita merasa nyaman dalam melakukannya, dan memiliki kekuatan finansial, kita akan melakukannya," ujarnya melansir Reuters.

Baca juga:

Mungkinkah Tes Cepat 20 Menit Menggantikan Masa Karantina 14 Hari?

1
Qantas merasa nyaman untuk tetap melakukannya (Foto: flightglobal)

Program bernama Project Sunrise itu salah satunya ialah penerbangan dari London menuju Sydney. Program ini yang menguji kemampuan dalam penerbangan ultra-long-haul. Penerbangan uji coba yang berlangsung pada bulan November tahun lalu telah mencatat waktu penerbangan lebih dari 19 jam.

Qantas juga melakukan uji coba penerbangan selama 19 jam dan 16 menit dari New York menuju Sydney, Australia.

Sebelum virus Corona merebak, maskapai Qantas berencana untuk memesan hingga 12 unit pesawat tipe Airbus A350-1000 yang ditujukan untuk penerbangan kedua rute jarak jauh pada tahun 2023.

Baca juga:

Penerbangan Internasional Mungkin Tidak akan Normal Hingga Tahun 2023

2
Merupakan bagian dari program "Project Sunrise." (Foto: time)

Maskapai ini dinamai sebagai maskapai paling aman di dunia tahun 2020. Qantas dipaksa untuk memarkir ratusan pesawatnya dan semua penerbangan komersial internasional karena virus. Namun maskapai ini perlahan membuka beberapa layanannya kembali.

Qantas dan maskapai lainnya, Jetstar, akan mulai meningkatkan penerbangan domestik dan regional pada bulan Juni dan Juli. Rute penerbangan termasuk penerbangan antar negara untuk Australia Barat, Queensland, New South Wales, dan Australia Selatan.

Jika pembatasan perbatasan negara mereda, Qantas mengatakan bisa menggenjot sampai 40 persen dari kapasitas domestik pra-COVID-19 pada akhir bulan Juli.

Australia telah mencatat lebih dari 7.200 kasus COVID-19 yang dikonfirmasi Johns Hopkins University. Bulan lalu, negara kangguru itu berbicara untuk membuka "travel bubble" dengan negara tetangganya, Selandia Baru. (lgi)

Baca juga:

Desain Baru Kursi Pesawat untuk Jaga Jarak

Penulis : Leonard Leonard
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Kerennya Tampilan Nike Air Jordan 35 Dynasties Edisi Kota Terlarang Beijing
Fashion
Kerennya Tampilan Nike Air Jordan 35 Dynasties Edisi Kota Terlarang Beijing

Mewakili model arsitektur bangunan Kota Terlarang yang tergambar dalam ciri warna dan tampilan Air Jordan 35 Dynasties.

Tidak Hanya Manusia, Dinosaurus juga Bisa Kena Kanker
Fun
Tidak Hanya Manusia, Dinosaurus juga Bisa Kena Kanker

Penelitian ini dilakukan oleh ilmuwan-ilmuwan di Museum Canada's Royal Ontario dan Universitas McMaster

Yuk Coba Resep Omelet Rendang ala Gordon Ramsay
Fun
Yuk Coba Resep Omelet Rendang ala Gordon Ramsay

Ramsey membuat omelet rendang dan menjadi menu sarapan favoritnya selama melakukan penjelajahan.

Menarik Masker Wajah ke Dagu, ini Risikonya
Fun
Menarik Masker Wajah ke Dagu, ini Risikonya

Tata cara memakai masker telah menajdi topik paling ramai.

Olahraga Kardio yang Ampuh Bakar Lemak
Fun
Olahraga Kardio yang Ampuh Bakar Lemak

Latihan kardio sangat ramah dengan jantung.

Kenalan dengan Idola Kpop Berpredikat Dewa Musik Korea
ShowBiz
Kenalan dengan Idola Kpop Berpredikat Dewa Musik Korea

Artis Kpop paling jenius di industri hiburan Korea

Sneakers Suede Ultra Limited Edisi Tommie Smith dari Puma
Fashion
Sneakers Suede Ultra Limited Edisi Tommie Smith dari Puma

Smith telah bersama Puma selama lebih dari 50 tahun.

Jaga Kesehatan saat Musim Hujan di Tengah Pandemi
Fun
Jaga Kesehatan saat Musim Hujan di Tengah Pandemi

Berikut beberapa tips untuk menjaga kesehatan tubuh agar tetap sehat di masa seperti ini.

Donald Trump Larang Perjalanan dari Negara-Negara Eropa ke AS
Hiburan & Gaya Hidup
Donald Trump Larang Perjalanan dari Negara-Negara Eropa ke AS

Presiden AS larang perjalanan dari negara-negara Eropa ke Amerika selama 30 hari.

Tas Ramah Lingkungan untuk Selamatkan Rusa Nara
Fun
Tas Ramah Lingkungan untuk Selamatkan Rusa Nara

Banyak Rusa Nara yang mati karena memakan kantong plastik.