Putusan Hakim Buat Nia Ramadhani Bercucuran Air Mata, Suaminya Tak Bisa Berkata-kata Nia Ramadhani bersama suaminya Ardi Bakrie serta sopirnya Zen Vivanto menjalani sidang putusan di PN Jakarta Pusat, Selasa (11/1) (ANTARA/MENTARI DWI GAYATI)

Merahputih.com - Perjalanan kasus narkotika yang menyeret Nia Ramadhani dan suaminya, Ardi Bakrie memasuki tahap akhir.

Sidang putusan Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Selasa (11/1) yang dipimpin Hakim Ketua Muhammad Damis menyatakan mereka bersalah atas kasus penyalahgunaan narkoba.

"Menjatuhkan pidana terhadap Zen Vivanto, Nia Ramadhani, dan Ardi Bakrie dengan pidana penjara masing-masing selama satu tahun," ujar Hakim Ketua Muhammad Damis seraya mengetuk palu.

Baca Juga:

Kuasa Hukum Enggan Buka Lokasi Rehabilitasi Nia Ramadhani-Ardi Bakrie

Hakim menyatakan bahwa ada tiga unsur yang terpenuhi dalam kasus Nia Ramadhani.

"Unsur setiap penyalahguna, unsur narkotika dan unsur melakukan, menyuruh melakukan atau turut serta melakukan," ujar Muhammad Damis.

Hakim juga menyebut bahwa delik melakukan perbuatan telah sama-sama terwujud oleh terdakwa karena semua unsur telah terpenuhi. Dalam pertimbangannya, hakim mengungkapkan sejumlah keadaan yang memberatkan dan meringankan bagi Nia dan suaminya.

Baca Juga:

Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie bakal Diseret ke Pengadilan

Hal memberatkan yaitu perbuatan para terdakwa tidak mendukung program pemerintah yang sedang giat-giatnya memberantas penyalahgunaan narkotika.

Tindak pidana sejenis yang dilakukan terdakwa di wilayah hukum cukup tinggi, mereka sebagai public figur harusnya memberi contoh tetapi berlaku sebaliknya.

Hal meringankan bahwa mereka belum pernah dihukum dan berjanji tidak akan mengulangi lagi. Setelah mendengar putusan itu, Nia Ramadhani langsung menitihkan air mata. Sementara, Ardi hanya bisa pasrah dan tak mampu berkata apa-apa.

Baca Juga:

Babak Baru Kasus Narkotika Ardie Bakrie dan Nia Ramadhani

Sekedar informasi, Nia Ramadhani ditangkap di rumahnya di Pondok Indah, Jaksel. Nia Ramadhani ditangkap setelah polisi lebih dulu mengamankan sopir pribadinya. Nia dan sopirnya kemudian dibawa ke Polres Metro Jakarta Pusat.

Baru setelah itu, Ardi Bakrie datang ke kantor polisi. Dari penangkapan Nia Ramadhani dan sopirnya, polisi mendapatkan barang bukti satu klip sabu dengan bruto 0,78 gram dan satu buah bong. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Komnas HAM Temukan 11 Pelanggaran Hak Asasi Manusia dalam TWK KPK
Indonesia
Komnas HAM Temukan 11 Pelanggaran Hak Asasi Manusia dalam TWK KPK

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia menemukan adanya pelanggaran HAM dalam asesmen Tes Wawasan Kebangsaan pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi.

Demo Tolak Invasi Rusia ke Ukraina, Pensiunan TNI-AD Serukan Perdamaian
Indonesia
Demo Tolak Invasi Rusia ke Ukraina, Pensiunan TNI-AD Serukan Perdamaian

Aksi juga dilakukan dengan mengibarkan bendera Merah Putih serta membawa spanduk kampanye bertuliskan "Humanity Peace On The World Mr Putin" dan "Stop War".

KPK Dalami Peran Azis Syamsuddin Urus DAK Lampung Tengah
Indonesia
KPK Dalami Peran Azis Syamsuddin Urus DAK Lampung Tengah

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendalami peran mantan Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin dalam pengurusan Dana Alokasi Khusus (DAK) Kabupaten Lampung Tengah, Lampung Tahun 2017.

KPK Periksa Bupati Hulu Sungai Utara Abdul Wahid
Indonesia
KPK Periksa Bupati Hulu Sungai Utara Abdul Wahid

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan terhadap Bupati Hulu Sungai Utara Abdul Wahid, Jumat (1/10).

Mantan Menteri Lingkungan Hidup Nabiel Makarim Meninggal Dunia
Indonesia
Mantan Menteri Lingkungan Hidup Nabiel Makarim Meninggal Dunia

Mantan Menteri Lingkungan Hidup, Nabiel Makarim meninggal dunia pada Jumat (22/10) pukul 13.20 WIB di kediamannya. Ia wafat di usia 75 tahun.

Pertumbuhan Ekonomi 7 Persen, Pengamat: Pemerintah Jangan Senang Dulu Kuartal III Anjlok
Indonesia
Pertumbuhan Ekonomi 7 Persen, Pengamat: Pemerintah Jangan Senang Dulu Kuartal III Anjlok

Hal yang wajar petumbuhan ekonomi Indonesia kuartal II tahun ini bisa naik 7 persen, dibandingkan dengan kuartal ke II tahun 2020 lalu.

Motif Penganiayaan Ketum KNPI Masih Misterius
Indonesia
Motif Penganiayaan Ketum KNPI Masih Misterius

Polda Metro Jaya masih mendalami motif pengeroyokan dan aktor di balik aksi yang dilakukan terhadap Ketua Umum DPP Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Haris Pertama.

Di Istana, Menag Bicara Persiapan Haji dan Tepis Dana untuk IKN
Indonesia
Di Istana, Menag Bicara Persiapan Haji dan Tepis Dana untuk IKN

Menag Yaqut menjelaskan pemerintah siap melayani seluruh jemaah haji mulai dari berangkat sampai nanti pulang kembali di Tanah Air.

Pemerintah Diminta Siapkan Strategi Respons Kenaikan Harga Minyak dan Gas Bumi
Indonesia
Pemerintah Diminta Siapkan Strategi Respons Kenaikan Harga Minyak dan Gas Bumi

Ketua DPD RI, LaNyalla Mattalitti, meminta pemerintah menyiapkan strategi untuk merespon kenaikan minyak dan gas bumi. "Saya meminta pemerintah memiliki langkah alternatif untuk mengimbangi kenaikan harga minyak dan gas bumi dunia selain menaikan harga," kata LaNyalla, Senin (18/4).

Berkurang Satu, Pasien COVID-19 di RSDC Wisma Atlet 377 Orang
Indonesia
Berkurang Satu, Pasien COVID-19 di RSDC Wisma Atlet 377 Orang

125.972 pasien COVID-19 sembuh dan keluar dari rumah sakit