Putus Mata Rantai COVID-19, Si Kaya Diminta Lindungi yang Miskin Jubir Pemerintah untuk Penanganan Corona Achmad Yurianto. (Foto: ANTARA/Yashinta Difa/sh)

MerahPutih.com - Jubir Pemerintah untuk Penanganan Corona Achmad Yurianto menyebut perlu keterlibatan semua lapisan masyarakat untuk memutus rantai penularan COVID-19.

Menurut dia, tak kalah penting dalam penanganan corona ini semangat bergotong royong yang kaya dengan yang miskin.

Baca Juga:

Daerah-Daerah Mulai Berlakukan Lockdown Tanpa Koordinasi, Pemerintah Pusat Bertindak

Penduduk yang kaya diminta melindungi yang miskin agar bisa hidup wajar. Sementara, yang miskin mesti melindungi yang kaya agar tidak tularkan penyakitnya.

"Ini penting, kerja sama gotong royong saling toleransi itu modal kita sebagai bangsa Indonesia," kata Yurianto kepada wartawan, Jumat (27/3).

Yurianto menilai, perlu ada semangat toleransi.

"Toleransi dan saling ingatkan, itu penting. Saling bantu itu jadi upaya untuk kendalikan penyakit ini," tutur Yurianto.

Ruang isolasi untuk pasien COVID-19 di sebuah rumah sakit di Kabupaten Bantul, Yogyakarta. (FOTO ANTARA/dok)
Ruang isolasi untuk pasien COVID-19 di sebuah rumah sakit di Kabupaten Bantul, Yogyakarta. (FOTO ANTARA/dok)

Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak memborong multivitamin di supermarket maupun apotek. Pasalnya, menurut dia, kandungan vitamin juga banyak ditemui dalam sayur dan buah.

"Tidak kemudian harus panik dengan membeli multivitamin di toko, di apotek. Karena pada hakekatnya kita kaya dengan buah-buahan, kita kaya dengan sayur-mayur. Dan semuanya pasti mengandung vitamin yang kita butuhkan," kata dia.

Yurianto menyebutkan, cara untuk meningkatkan kekebalan tubuh di tengah pandemi virus corona adalah dengan cara mengonsumsi makanan bergizi yang sarat akan vitamin. Namun, bukan berarti masyarakat harus membeli multivitamin dalam kemasan.

"Makanlah buah dan sayur yang cukup. Tidak harus buah impor, apa pun buah itu mengandung gizi yang baik, mengandung vitamin yang cukup," ungkapnya.

Menurut dia, makan makanan yang bergizi dan kaya vitamin menjadi prasyarat saat tengah melakukan isolasi mandiri di tengah bencana virus corona atau COVID-19.

Baca Juga:

Cegah Penyebaran COVID-19, Pemerintah Minta Masyarakat Tunda Mudik Lebaran

Yurianto pun meminta masyarakat agar rutin melakukan monitoring pribadi maupun konsultasi dengan tenaga kesehatan.

"Tidak harus keluar rumah untuk datang ke puskesmas, tidak harus keluar rumah untuk datang ke rumah sakit," ungkapnya.

Saat ini, kata dia, banyak sekali platform untuk melakukan konsultasi. Bahkan langsung dengan mereka yang ahli.

"Kita tahu banyak sekali yang bisa dihubungi, 119 kemudian Halo Kemenkes 1500567 atau pun di media online yang lain," bebernya.

Seperti diketahui, ada penambahan kasus yang cukup signifikan ada 153 kasus baru, sehingga total menjadi 1.046 per Jumat (27/3l) siang. Lalu, ada 11 pasien sembuh sehingga 46 dan kematian menjadi 87 orang. (Knu)

Baca Juga:

MPR Minta Pemerintah Persiapkan dengan Matang Bantuan Korban COVID-19


Tags Artikel Ini

Zulfikar Sy

LAINNYA DARI MERAH PUTIH