Putra Dahlan Iskan Dicalonkan di Pilkada Surabaya Presiden Persebaya Surabaya, Azrul Ananda. Foto: persebaya.id

MerahPutih.com - Putra mantan Menteri BUMN, Dahlan Iskan, Azrul Ananda dicalonkan oleh Partai NasDem untuk mengikuti Pemilihan Wali Kota Surabaya 2020 mendampingi Machfud Arifin (MA).

Ketua DPD Partai NasDem Surabaya Robert Simangunsong, mengatakan bahwa Presiden Persebaya Surabaya itu dinilai bisa mendongkrak suara Machfud Arifin di Pilkada Kota Surabaya yang dijadwalkan berlangsung pada 9 Desember 2020.

Baca Juga

Siswi SD di Surabaya Buat Face Shield dari Botol Bekas Air Mineral, Dijual Rp3 Ribu

"Karena Pak Machfud Arifin yang kami rekomendasikan sebagai bakal calon Wali Kota Surabaya sudah senior. Beliau purnawirawan kepolisian. Maka kami rekomendasikan dari kaum milenial sebagai wakilnya," ujarnya di Surabaya, Sabtu (25/7)

Robert menilai Azrul merupakan representasi kaum milenial sehingga tepat mendampingi Machfud Arifin yang berpengalaman menangani berbagai aktivitas besar dan berpengaruh di Surabaya.

"Usianya saat ini 43 tahun. Lulusan dari Universitas Negeri California, Amerika Serikat. Pernah menjabat CEO surat kabar Jawa Pos. Artinya, kualitasnya tak diragukan," ucapnya.

Ketua DPD Partai NasDem Surabaya Robert Simangunsong (duduk-kanan) didampingi sejumlah pengurus menujukkan surat rekomendasi untuk Azrul Ananda sebagai bakal calon wakil Machfud Arifin di Pilkada Surabaya 2020, Sabtu (25/07/2020). (ANTARA/ Hanif Nashrullah)
Ketua DPD Partai NasDem Surabaya Robert Simangunsong (duduk-kanan) didampingi sejumlah pengurus menujukkan surat rekomendasi untuk Azrul Ananda sebagai bakal calon wakil Machfud Arifin di Pilkada Surabaya 2020, Sabtu (25/07/2020). (ANTARA/ Hanif Nashrullah)

Menurut dia, sejumlah kegiatan yang digelar Azrul di Kota Pahlawan dinilai sukses, khususnya di bidang olahraga, seperti mencetuskan "Development Basketball League" (DBL), yakni kompetisi bola basket yang diikuti oleh siswa SMA se-Indonesia.

"Surat rekomendasi Azrul Ananda sebagai bakal calon wakil Wali Kota Surabaya untuk mendampingi Pak Machfud Arifin di Pilkada Surabaya sudah ditandatangani. Hari ini juga akan kami kirim ke Tim Pemenangan Machfud Arifin," ucap Robert dilansir Antara

Machfud Arifin sejauh ini menjadi satu-satunya figur yang telah mengumumkan diri maju sebagai bakal calon Wali Kota di Pilkada Surabaya 2020.

Mantan Kepala Kepolisian Daerah Jawa Timur itu diusulkan delapan partai politik yang memiliki kursi di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surabaya, yaitu NasDem, Gerindra, PKB, PPP, PAN, Demokrat, PKS dan Golkar.

Tersisa dua partai politik di parlemen DPRD Kota Surabaya yang hingga kini belum merekomendasikan bakal calon, yaitu Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan dan Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Baca Juga

Jalani Tes Swab Massal, Wali Kota Solo: Semoga Hasilnya Negatif

Menurut Robert, delapan partai politik yang telah merekomendasikan Machfud Arifin sebagai bakal calon Wali Kota Surabaya masing-masing akan mengajukan bakal calon wakil.

"Nantinya dari sejumlah bakal calon wakil yang diajukan oleh masing-masing partai politik akan dikerucutkan lagi. Selanjutnya akan ditentukan sendiri oleh Pak Machfud Arifin," pungkasnya. (*)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Ribuan Wisatawan Banjiri Pantai Glagah Selama Liburan Natal
Indonesia
Ribuan Wisatawan Banjiri Pantai Glagah Selama Liburan Natal

Ribuan wisatawan membanjiri objek wisata Pantai Glagah, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Demokrat Harus Kritik Pemerintah Jika Ingin Roketkan AHY di 2024
Indonesia
Demokrat Harus Kritik Pemerintah Jika Ingin Roketkan AHY di 2024

Demokrat bisa kritis soal pembangunan infrastruktur, masalah ekonomi terutama defisit transaksi berjalan

Meski Sudah Dipeluk Jokowi, Manuver Politik Nasdem Bakal Terus Berlangsung
Indonesia
Meski Sudah Dipeluk Jokowi, Manuver Politik Nasdem Bakal Terus Berlangsung

Aksi saling rangkul-merangkul antara Presiden Joko Widodo dan Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh akan menimbulkan reaksi panjang.

 Dianggap Belum Untungkan Tenaga Kerja, UU Perlindungan Pekerja Migran Diuji Materiil
Indonesia
Dianggap Belum Untungkan Tenaga Kerja, UU Perlindungan Pekerja Migran Diuji Materiil

Sidang perkara itu digelar di ruang sidang pleno lantai II, gedung MK, Rabu (18/12). Hakim konstitusi Manahan Sitompul memimpin sidang didampingi hakim konstitusi, Saldi Isra dan Enny Nurbaeningsih.

Balaikota Sepi, Pamdal Santuy
Indonesia
Balaikota Sepi, Pamdal Santuy

Sementara, petugas Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Pusat juga tampak di Balaikota

Pemprov DKI: 114.940 Warga Jalani Rapid Test, 4.411 Reaktif Corona
Indonesia
Pemprov DKI: 114.940 Warga Jalani Rapid Test, 4.411 Reaktif Corona

Pemda DKI juga masih terus menggalakan rapid test di 6 wilayah Kota/Kabupaten Administrasi DKI Jakarta dan Pusat Pelayanan Kesehatan Pegawai (PPKP).

Sri Mulyani Ungkap 4 Sektor Paling Tertekan Gegara COVID-19
Indonesia
Sri Mulyani Ungkap 4 Sektor Paling Tertekan Gegara COVID-19

Sektor UMKM juga terpukul yang biasanya selama ini menjadi safety net sekarang akan mengalami pukulan

Pandemi COVID-19 Berlarut, Penumpang Kereta Api Anjlok hingga 80 Persen
Indonesia
Pandemi COVID-19 Berlarut, Penumpang Kereta Api Anjlok hingga 80 Persen

Masih mewabahnya pandemi COVID-19 membuat jumlah penumpang kereta api menurun drastis.

Boni Hargens Sebut Ada Kelompok yang Ingin Kudeta Jokowi di Pademi Corona
Indonesia
Boni Hargens Sebut Ada Kelompok yang Ingin Kudeta Jokowi di Pademi Corona

"Kelompok ini juga membongkar Kembali diskursus soal Pancasila sebagai ideologi negara," kata Boni

John Kei: Apa Hukuman Bagi Seorang Pengkhianat?
Indonesia
John Kei: Apa Hukuman Bagi Seorang Pengkhianat?

Rencana penyerangan terhadap kelompok Nus Kei awalnya dilakukan di suatu PT