H-7 KTT G20 Bali, Putin dan Zelenskyy Belum Nyatakan Hadir Presiden Joko Widodo (Jokowi). (Foto: MP/Asropih)

MerahPutih.com - Indonesia menyatakan siap menerima para tamu G20 dalam forum Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Nusa Dua, Bali pada 15-16 November 2022.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah datang langsung ke Pulau Dewata untuk mengecek persiapan kegiatan puncak Presidensi G20 Indonesia tersebut.

Baca Juga:

PM Australia Dipastikan Hadiri KTT G20 di Bali

"Jadi ini sudah H-7, saya sudah cek dari pagi tadi sampai titik-titik yang paling kecil sudah kita cek semuanya dan saya ingin menyatakan kita siap menerima tamu-tamu G20," kata Presiden Jokowi dalam Youtube Sekretariat Presiden, yang dikutip Rabu (9/11).

Eks Gubernur DKI Jakarta ini mengungkapkan, seminggu menjelang gelaran G20 Bali ini, sudah ada 17 kepala pemerintahan yang akan hadir.

Dua pemimpin negara yang mengonfirmasi akan hadir adalah Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden dan Presiden China Xi Jinping.

Baca Juga:

Berbagai Bandara Disiapkan Buat Parkir Pesawat Kepresidenan KTT G20

Sedangkan, Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy belum menyatakan hadir dalam kegiatan tersebut. Jokowi menyebut Putin dan Zelenskyy masih mempertimbangkan kondisi negara masing-masing sebelum memutuskan hadir atau tidak.

"Beberapa hari yang lalu saya sudah bertelepon berbicara lewat telepon dengan presiden Putin dan Zelenskyy. Beliau menyampaikan akan hadir kalau kondisinya memungkinkan," terang dia. (Asp)

Baca Juga:

MPR RI Minta Pemerintah Perkuat Pengamanan Siber KTT G20

Penulis : Asropih Asropih
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Ribuan Jemaah Haji Indonesia Alami Dehidrasi
Indonesia
Ribuan Jemaah Haji Indonesia Alami Dehidrasi

Jemaah untuk memperhatikan asupan cairan dengan minum air sesering mungkin. Karena dehidrasi ini menjadi pemicu awal mereka penyakit bawaan menjadi berat.

Kereta Jalur Ganda Bogor-Sukabumi Segera Beroperasi
Indonesia
Kereta Jalur Ganda Bogor-Sukabumi Segera Beroperasi

Dalam proyek jalur ganda Bogor-Sukabumi, ada banya tantangan dalam membangun jalur kereta api di daerah yang memiliki level ketinggian berbeda-beda.

 [HOAKS atau FAKTA]: Keluarga Brigadir J Ingin Hentikan Kasus
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Keluarga Brigadir J Ingin Hentikan Kasus

Foto dalam video itu adalah hasil tangkapan layar dari video prosesi adat Batak

[HOAKS atau FAKTA]: Bendera Khilafah Berkibar di Pembukaan Piala Dunia Qatar
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Bendera Khilafah Berkibar di Pembukaan Piala Dunia Qatar

Beredar sebuah video di Facebook yang menunjukkan seseorang sedang menaiki Omni Hoverboard dan mengibarkan bendera yang diklaim merupakan bendera khilafah.

Tanggapi Kebijakan Jokowi, Gibran: Pakai Masker Tingkatkan Level Kegantengan 20 Persen
Indonesia
Tanggapi Kebijakan Jokowi, Gibran: Pakai Masker Tingkatkan Level Kegantengan 20 Persen

Presiden Joko Widodo memutuskan untuk melonggarkan penggunaan masker di tengah kondisi COVID-19 di Indonesia yang melandai.

Puan Minta Pemerintah Kendalikan Harga Bahan Pokok Jelang Libur Nataru
Indonesia
Puan Minta Pemerintah Kendalikan Harga Bahan Pokok Jelang Libur Nataru

Ketua DPR RI Puan Maharani meminta pemerintah mengendalikan harga kebutuhan bahan pokok jelang Natal dan pergantian Tahun Baru.

Jokowi Pilih  Abdullah Azwar Anas Gantikan Tjahjo Kumolo
Indonesia
Jokowi Pilih Abdullah Azwar Anas Gantikan Tjahjo Kumolo

Ketua Umum PDI-Perjuangan Megawati Soekarnoputri memberikan nama-nama calon MenPAN-RB kepada Presiden Jokowi sejak pertengahan Agustus 2022.

Mendagri Akan Membahas Detil Aturan Pj Kepala Daerah dengan DPR di Forum Resmi
Indonesia
Mendagri Akan Membahas Detil Aturan Pj Kepala Daerah dengan DPR di Forum Resmi

Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian mengatakan, dirinya ingin membahas mengenai Pj kepala daerah dalam forum yang resmi di DPR.

Bharada E Persiapkan Mental Jelang Diserahkan ke Jaksa
Indonesia
Bharada E Persiapkan Mental Jelang Diserahkan ke Jaksa

Persidangan kasus pembunuhan Brigadir J yang menjerat Ferdy Sambo cs makin dekat.

Perempuan Mencoba Terobos Istana Bukti Radikalisme Masih Ada
Indonesia
Perempuan Mencoba Terobos Istana Bukti Radikalisme Masih Ada

Mahfud mengatakan tindakan tersebut membuktikan bahwa radikalisme masih ada di Indonesia.