Pussy Riot Penyusup Final Piala Dunia Diganjar Hukuman Bui Aksi kelompok Pussy Riot di laga Final Piala Dunia 2018. Foto: Skysports

MerahPutih.com - Pengadilan Moskow telah menjatuhkan hukuman 15 hari penjara kepada satu dari empat penyusupan yang masuk ke lapangan saat laga final Piala Dunia 2018 antara Prancis lawan Kroasia, akhir pekan lalu.

Vonis dijatuhkan kepada Veronika Nikulshina, yang dianggap sebagai otak aksi yang mengklaim sebagai bagian dari kelompok Pussy Riot itu.

Nikulshina juga dilarang menghadiri acara-acara olahraga selama tiga tahun dalam vonis yang dibacakan Senin (16/7) siang waktu Rusia, dilansir dari Reuters.

pussy riot
Aksi kelompok Pussy Riot di laga Final Piala Dunia 2018. Foto: Tone Deaf

Nikulshina bersama tiga orang lainnya menyusup masuk ke dalam stadion dan sempat berlarian lapangan dengan mengenakan seragam polisi palsu sebelum akhirnya diamankan petugas keamanan pertandingan.

Kejadian itu tepatnya terjadi di menit ke-52, empat orang, dua laki-laki dan dua perempuan lari menerobos petugas keamanan dan masuk ke lapangan.

Satu dari empat orang tersebut merupakan Olga Kurachyova, seorang anggota band punk Pussy Riot. Akibat insiden ini, laga final sempat terhenti sejenak.

Tak lama setelah insiden tersebut, melalui akun media sosialnya, Pussy Riot mengklaim bertanggung jawab atas aksi penyusupan tersebut. Dugaan sementara, aksi tersebut dilakukan karena ingin mendapat perhatian dari Presiden Rusia Vladimir Putin yang memang hadir juga di Luzhniki Stadium Moscow.

Aggota band Pussy Riot. (Foto/PussyRiot)
Aggota band Pussy Riot. (Foto/PussyRiot)

Aksi Pussy Riot tersebut bukan kali pertama terjadi. Sejak lahir Agustus 2011 berbagai aksi terutama pada isu-isu feminis acap digelar dengan provokatif.

Paling menyita perhatian publik, tak lain aksi berhubungan seks di depan umum. Mereka mendokumentasikan aksi di Museum Biologi Moskow pada 20 juli 2012 itu, kemudian diunggah di dunia maya.

Debut pertama Pussy Riot menginvasi ruang publik, seturut lansiran CNN, terjadi kala mereka mengadakan konser di stasiun Metro Moskow pada 2012 dan menyanyikan sejumlah lagu berisi kritikan kepada Pemerintah Rusia. (*)


Tags Artikel Ini

Wisnu Cipto

LAINNYA DARI MERAH PUTIH