Purnomo Kalah Survei, Pengamat Politik UNS Sebut Manuver Blusukan Gibran Efektif Bakal cawali dari PDIP di Pilwakot Solo Gibran Rakabuming Raka blusukan menjenguk dan memberikan bantuan warga yang sedang sakit. (MP/Ismail)

MerahPutih.com - Putra sulung Presiden Jokowi, Gibran Rakabuming Raka unggul dari segi popularitas dan elektabilitas dari rival sesama partai PDIP, Achmad Purnomo di Pilwakot Solo 2020 dari hasil survei Lembaga Solo Raya Polling.

Hasil survei tersebut ditanggapi pengamat politik Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta Sri Hastjarjo. Ia menilai, hasil survei itu sebagai bagian yang wajar dalam dinamika politik di Pilkada Solo 2020.

Baca Juga:

Dikalahkan Gibran dari Hasil Survei, Purnomo: Lihat Saja Rekomendasi Jatuh kepada Siapa

"Dari segi pengamatan saya, popularitas dan elektabilitas tersebut naik dari hasil manuver Gibran selama pandemi COVID-19," ujar Hastjarjo, Rabu (24/6).

Menurutnya, selama Solo ditetapkan kejadian luar biasa (KLB) corona sejak tanggal 13 Maret, membuat Gibran dan relawannya menghentikan kegiatan berbau politik. Namun, KLB tidak membuat Gibran kehilangan akal untuk mencari simpati warga Solo dengan bergerak melakukan aktivitas sosial di tengah pandemi corona.

"Membagikan APD (alat pelindung diri) dan bantuan sembako pada warga kurang mampu terdampak corona terus dilakukan. Ya faktor itu yang membuat dia (Gibran) melejit dibanding para kader senior PDIP Solo (Purnomo)," kata dia.

Bagi responden, lanjut dia, langkah Gibran tersebut sangat dibutuhkan warga di saat ekonomi sulit. Sebagai bakal cawali, pastinya dapat respons positif warga karena merasa diperhatikan.

"Sedangkan pesaingnya, Purnomo justru tidak begitu aktif selama pandemi corona dan malah mendapat persepsi negatif dari masyarakat versi survei tersebut," kata dia.

Pengamat Politik Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta Sri Hastjarjo. (MP/Ismail)
Pengamat Politik Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta Sri Hastjarjo. (MP/Ismail)

Ia menilai, manuver politik Purnomo yang menyatakan mundur sebagai bakal cawali yang pada akhirnya ditolak DPC PDIP Solo mendapatkan kesan negatif bagi responden. Kalau langkah itu tidak dilakukan, Purnomo diprediksi tetap unggul dari survei.

"Image ketidakpastian atau ketidaksediaan Purnomo untuk melanjutkan proses pencalonan terlanjur terkesan negatif bagi warga," papar dia.

Ditambah lagi, lanjut dia, tidak ada aksi yang dilakukan Purnomo disaat pandemi COVID-19 membuat semakin tidak terlihat di mata masyarakat Solo. Aktivitas blusukan masih efektif untuk menarik simpati warga di Pilwakot Solo.

"Sosok Gibran yang sudah dikenal publik sebelum terjun politik juga menjadi keunggulan tersendiri. Pilwakot Solo masih enam bulan lagi, masih ada waktu bagi Purnomo mengejar Gibran," pungkasnya.

Baca Juga:

Popularitas dan Elektabilitas Kalahkan Purnomo, Gibran: Matur Nuwun Warga Solo

Diberitakan sebelumnya, hasil Lembaga Solo Raya Polling yang dilakukan selama sepekan tanggal 14-20 Juni melibatkan 1.008 responden menunjukkan popularitas Gibran naik menjadi 99 persen, sedangkan Achmad Purnomo 94 persen. Kemudian survei tingkat elektabilitas Gibran meraup prosentase 55 persen, sedangkan Purnomo hanya sebesar 36 persen.

Faktor penyebab popularitas dan elektabilitas Gibran naik dipengaruhi respons positif masyarakat yang dianggap kerap turun di lapangan membantu warga terdampak pandemi corona. Sementara Purnomo dianggap responden lebih jarang turun ke masyarakat. (*)

Berita ini merupakan laporan Ismail Soli, kontributor merahputih.com untuk wilayah Solo dan sekitarnya.

Baca Juga:

Survei Solo Raya Polling, Popularitas dan Elektabilitas Gibran Ungguli Purnomo


Tags Artikel Ini

Zulfikar Sy

LAINNYA DARI MERAH PUTIH