Purbaya Yakinkan APBN Tidak Bakal Boncos Akibat Perang di Iran

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Rabu, 04 Maret 2026
Purbaya Yakinkan APBN Tidak Bakal Boncos Akibat Perang di Iran

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa. (Foto: dok. Kemenkeu)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Pada Sabtu (28/2), AS dan Israel melancarkan serangkaian serangan ke sejumlah target di Iran, termasuk Teheran. Serangan AS dan Israel terhadap Iran dan membuat kondisi ekonomi dalam tekanan.

Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan pemerintah telah melakukan simulasi berbagai skenario harga minyak dalam satu tahun anggaran.

Menurutnya, kenaikan harga minyak pada tingkat tertentu masih dapat diserap oleh APBN.

"Tetapi jika kenaikannya sangat ekstrem, tentu akan kami hitung kembali untuk menyesuaikan kebijakan yang diperlukan,” ujarnya seusai bertemu Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta dikutip Rabu (4/3).

Baca juga:

Menlu Sugiono Hubungi Pejabat AS dan Iran Minta Turunkan Eskalasi

Menkeu juga memastikan kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) masih cukup kuat untuk menghadapi potensi krisis global berkepanjangan, termasuk dampak eskalasi konflik di Timur Tengah.

Menurutnya, salah satu faktor yang menopang kekuatan fiskal Indonesia adalah peningkatan penerimaan negara pada awal 2026.

Penerimaan dari pajak serta bea dan cukai selama Januari hingga Februari 2026 tercatat tumbuh sekitar 30 persen. Pertumbuhan tersebut menunjukkan adanya perbaikan aktivitas ekonomi serta kepatuhan masyarakat dalam memenuhi kewajiban perpajakan.

"Angka ini sangat signifikan. Artinya ada perbaikan yang cukup besar pada kondisi ekonomi dan perilaku masyarakat terkait pajak serta bea cukai,” kata Purbaya

Purbaya menjelaskan, pemerintah telah menyiapkan simulasi terhadap berbagai kemungkinan kondisi ekonomi global.

Berdasarkan analisis sementara, kondisi fiskal Indonesia dinilai masih dalam kategori baik sehingga mampu menopang ketahanan APBN. Pemerintah menilai kemampuan anggaran negara tetap memadai meski terjadi tekanan ekonomi global.

“Berdasarkan analisis sementara, anggaran masih cukup baik sehingga tidak ada masalah,” ujar Purbaya.

Dampak konflik ini, diproyeksikan setiap kenaikan satu dolar AS minyak mentah Indonesia (ICP) berpotensi menambah defisit Rp 6,8 triliun.

Sementara itu, pelemahan Rp 100 terhadap dolar AS berdampak Rp 0,8 triliun terhadap defisit, dan kenaikan imbal hasil (yield) 0,1 persen berpotensi menambah beban Rp 1,9 triliun.

#Iran #Purbaya Yudhi Sadewa #Ekonomi Indonesia
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Alwan Ridha Ramdani

Alwan Ridha Ramdanu adalah Jurnalis kelahiran di Bandung, Jawa Barat. Sudah 20 tahun menjadi jurnalis dengan mayoritas fokus pada liputan atau menulis terkait ekonomi makro. Selain jurnalis, Alwan juga adalah pendamping petani sawit swadaya dan juga berpengalaman dalam communication dan community terkait isu keberlanjutan dan lingkungan hidup.
Show More

Berita Terkait

Berita
Dampak Ekonomi Global terhadap Indonesia pada 2026, Ini Tantangannya
Dampak ekonomi global terhadap Indonesia pada 2026 mencakup suku bunga AS, inflasi, ekspor komoditas, investasi, dan tantangan APBN.
ImanK - Kamis, 15 Oktober 2026
Dampak Ekonomi Global terhadap Indonesia pada 2026, Ini Tantangannya
Indonesia
Alasan Kenapa Indonesia Harus Kejar Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen
Indonesia memiliki waktu terbatas untuk memanfaatkan besarnya penduduk usia produktif sebelum populasi menua dan rasio ketergantungan meningkat
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 13 Oktober 2026
Alasan Kenapa Indonesia Harus Kejar Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen
Dunia
USS Abraham Lincoln Tiba di San Diego, ABK Stres 265 Hari Satroni Iran Pulang Tanpa Kemenangan
Isak tangis haru berbaur rasa trauma membuncah di San Diego Bay, California, saat kapal induk raksasa Angkatan Laut Amerika Serikat, USS Abraham Lincoln, akhirnya resmi berlabuh
Wisnu Cipto - Sabtu, 10 Oktober 2026
USS Abraham Lincoln Tiba di San Diego, ABK Stres 265 Hari Satroni Iran Pulang Tanpa Kemenangan
Indonesia
Bank Dunia Naikkan Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia, Tapi Aktivitas Ekonomi Domestik Tunjukan Pelemahan
Bauran kebijakan pemerintah dinilai turut menopang pertumbuhan ekonomi jangka pendek, namun pada saat yang sama berkontribusi terhadap pelebaran ketidakseimbangan fiskal dan eksternal.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 06 Oktober 2026
Bank Dunia Naikkan Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia, Tapi Aktivitas Ekonomi Domestik Tunjukan Pelemahan
Dunia
Donald Trump: Biarkan Iran Hancurkan Los Angeles dan San Diego
Donald Trump menyinggung kemungkinan Iran melancarkan serangan terhadap kota di AS.
Yusuf Abdillah - Selasa, 06 Oktober 2026
Donald Trump: Biarkan Iran Hancurkan Los Angeles dan San Diego
Dunia
Masuk Selat Hormuz Matikan Pelacak, 2 Kapal Minyak Supertanker Uni Emirat Arab Meledak
Dua kapal supertanker meledak di Selat Hormuz usai mematikan alat pelacak dan melanggar aturan navigasi di tengah ketatnya kendali maritim Iran.
Wisnu Cipto - Minggu, 04 Oktober 2026
Masuk Selat Hormuz Matikan Pelacak, 2 Kapal Minyak Supertanker Uni Emirat Arab Meledak
Dunia
Bersiap Kembali Lancarkan Serangan ke Iran, AS Kirim Baterai Rudal Patriot ke Arab Saudi dan Qatar
Trump mengatakan sedang mempertimbangkan untuk melanjutkan serangan udara dalam beberapa pekan mendatang.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 02 Oktober 2026
Bersiap Kembali Lancarkan Serangan ke Iran, AS Kirim Baterai Rudal Patriot ke Arab Saudi dan Qatar
Dunia
Perundingan Buntu, AS Usir Delegasi Iran
Gedung Putih sebelumnya mengharapkan adanya kemajuan dalam perundingan dengan Iran pada Senin pagi.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 01 Oktober 2026
Perundingan Buntu, AS Usir Delegasi Iran
Dunia
Iran Tegaskan Tetap Buka Jalur Diplomasi, tapi Siap Perang Jika Diserang AS
Araghchi juga mengungkapkan ketidakpercayaan Iran terhadap proses negosiasi dengan pemerintahan Trump.
Yusuf Abdillah - Senin, 28 September 2026
Iran Tegaskan Tetap Buka Jalur Diplomasi, tapi Siap Perang Jika Diserang AS
Dunia
Konflik Selat Hormuz Timur Tengah Masih Lanjut, Senat AS Tolak Resolusi Akhiri Konflik Iran
Senat AS menolak resolusi DPR yang memerintahkan Presiden Donald Trump mengakhiri konflik dengan Iran. Ketegangan militer di Selat Hormuz berlanjut.
Wisnu Cipto - Jumat, 25 September 2026
Konflik Selat Hormuz Timur Tengah Masih Lanjut, Senat AS Tolak Resolusi Akhiri Konflik Iran
Bagikan