Pura-pura Menderita Tuna Netra, Peserta SBMPTN di Solo Diskualifikasi Peserta SBMPTN mengikuti UTBK di UNS Surakarta, Jawa Tengah, Minggu (5/7). (MP/Ismail)

MerahPutih.com - Panitia Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) Universiras Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Jawa Tengah mendiskualifikasi seorang peserta Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) berinisial MM.

Tindakan tegas tersebut dilakukan lantaran MM sebagai penderita tuna netra agar mendapatkan hak istimewa diterima dengan mudah di perguruan tinggi negeri (PTN).

Baca Juga

Kemenkes Tetapkan Biaya Rapid Test Rp150 Ribu, DPR: Aturan Harus Dibarengi Sanksi

Wakil Rektor I UNS Ahmad Yunus, mengatakan peserta berinisial MM ini datang ke ruang Laboratorium 2 Gedung UPT Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) UNS pada sesi kedua UTBK, Selasa (7/7). Ia curiga peserta UTBK berinisial MM ini bertingkah aneh karena datang berjalan sendirian meskipun berstatus disabilitas tuna netra.

"Dia (MM) ditanyain petugas terkait lokasi tempat ujian. Lalu dijawab (MM) di 2 yang merupakan tempat khusus untuk penyandang tuna netra," ujar Yunus, Rabu (8/7).

Peserta SBMPTN mengikuti UTBK di UNS Surakarta, Jawa Tengah, Minggu (5/7). (MP/Ismail)
Peserta SBMPTN mengikuti UTBK di UNS Surakarta, Jawa Tengah, Minggu (5/7). (MP/Ismail)

Ia lagsung meminta panitia SBMPTN UNS Surakarta mengecek berkas pendaftaran calon mahasiswa MM. Hasilnya memamang mendaftar SBMPTN lewat jalur khusus disabilitas.

"Kami tanya juga dia (MM) mengaku atlet disabilitas tuna netra. Untuk mengecek kebenarannya panitia sebelum ujian dimulai meminta agar dia (MM) ke gedung SPMB UNS untuk diklarifikasi," kata dia.

Panitia SBMPTN UNS Surakarta, kata dia, ternyata mendapati adanya usaha MM mengelabui panitia. Sebab, panitia sebelumnya sudah memastikan kembali data para peserta UTBK disabilitas di UNS.

"Semua peserta berkebutuhan khusus sudah kami ditelepon satu per satu, dipastikan kondisinya. Dia (MM) dari pengecekan fisik ternyata dalam kondisi sehat bisa melihat dan tidak masuk golongan disabilitas," papar dia.

Baca Juga

Sejarawan LIPI Sebut Isu Komunisme Dibangkitkan untuk Pilpres 2024

Yunus menrgaskan UNS tidak bisa memberikan toleransi terkait upaya pemalsuan data tersebut. Panitia SBMPTN UNS Surakarta langsung bertindak tegas mendiskualifikasi calon mahasiswa ini.

"Kejadian ini bisa jadi pelajaran bagi calon mahasiswa lainnya untuk tidak mencoba berbuat curang. Kami akan mendiskualifikasi jika mencoba berbuat curang," pungkas Yunus. (Ismail/Jawa Tengah)

Tag
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Setuju Jakarta Kembali PSBB, Pengamat: Tidak Perlu 'Gimmick' Seperti Peti Mati
Indonesia
Setuju Jakarta Kembali PSBB, Pengamat: Tidak Perlu 'Gimmick' Seperti Peti Mati

Ia juga memberikan catatan penting kepada Pemprov DKI Jakarta sebelum benar-benar menerapkan kebijakan tersebut

RS Wisma Atlet Masih Rawat 1.638 Pasien COVID-19
Indonesia
RS Wisma Atlet Masih Rawat 1.638 Pasien COVID-19

Kemudian pasien suspek 208 orang dengan rincian total pasien rawat inap sebanyak 221 orang

Kekhawatiran Polisi Jika Ganjil Genap di Jakarta Kembali Diberlakukan
Indonesia
Kekhawatiran Polisi Jika Ganjil Genap di Jakarta Kembali Diberlakukan

Kebijakan ini diberlakukan karena penyebaran virus corona di Jakarta masih tinggi.

KPK Sadari Ada Sisi Gelap yang Belum Terungkap di Skandal Djoko Tjandra
Indonesia
KPK Sadari Ada Sisi Gelap yang Belum Terungkap di Skandal Djoko Tjandra

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) rampung melakukan gelar perkara skandal Djoko Tjandra bersama Bareskrim Polri, Jumat (11/9).

Kasus COVID-19 di Jakarta Bertambah 1.009 Orang
Indonesia
Kasus COVID-19 di Jakarta Bertambah 1.009 Orang

Dengan positivity rate 9,8 persen, penambahan kasus positif hari ini sebanyak 1.009 jiwa.

Prosesi Rebutan Garebeg Keraton Jogja Ditiadakan Selama Masa Corona
Indonesia
Prosesi Rebutan Garebeg Keraton Jogja Ditiadakan Selama Masa Corona

Peniadaan prosesi ini dilakukan untuk menghindari terciptanya kerumuman selama masa tanggap darurat corona.

Cegah Kerumuman, Warga Yogyakarta Diimbau Potong Hewan Kurban di RPH
Indonesia
Cegah Kerumuman, Warga Yogyakarta Diimbau Potong Hewan Kurban di RPH

"Kalau bisa tahun ini dipotong di RPH Giwangan. Warga tinggal menunggu ambil hasil potong. Ini salah satu penerapan protokol kesehatan sebagai antisipasi penularan virus corona," kata Heroe

 Hatta Rajasa Minta DPR Kritisi Omnibus Law
Indonesia
Hatta Rajasa Minta DPR Kritisi Omnibus Law

"Dalam prosesnya DPR harus kritis juga justru jangan sampai menimbulkan ketidakpastian," kata Hatta

Lion Air Wajibkan Penumpang Bawa Bukti Bebas Corona
Indonesia
Lion Air Wajibkan Penumpang Bawa Bukti Bebas Corona

Danang mengatakan manajemen bakal mewajibkan calon penumpang mematuhi ketentuan perusahaan

Eksis di Medsos Gegara Tawuran Manggarai, Bos Gengster Zwembath Diciduk Polisi
Indonesia
Eksis di Medsos Gegara Tawuran Manggarai, Bos Gengster Zwembath Diciduk Polisi

Luthfi juga menjadi pelaku penyerangan di puskesmas kecamatan Menteng