PUPR Setop Proyek Tol Depok-Antasari Sementara Akibat Gagal Cor Tim Komite Keselamatan Konstruksi (K2) mengevaluasi penyebab kegagalan pengecoran bixctraffic di Tol Depok – Antasari (Desari) wilayah Krukut, Depok, Jawa Barat. HO/Kementerian PUPR

MerahPutih.com - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menuntut pertanggungjawaban operator proyek Tol Depok–Antasari (Desari) terkait gagalnya proses pengecoran beton tol seberat 180 meter kubik di wilayah Krukut, Depok, Jawa Barat, Selasa (8/10) lalu. Untung saja tidak ada korban jiwa dalam insiden amblasnya material cor-coran proyek tol tersebut.

"Peristiwa ini terjadi saat dilakukan pekerjaan pengecoran dengan total volume sebesar 792 meter kubik dari sisi timur dan sisi barat. Pada saat pengecoran tersisa sekitar 180 meter kubik terjadi penurunan baseform pada sisi Barat," tulis rilis resmi Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR, di Jakarta, Kamis (10/10).

Baca Juga:

Bantalan Jalan Tol Depok-Antasari Patah Timpa Truk

Pada hari Selasa, 8 Oktober 2019 pukul 01.42 WIB dini hari telah terjadi penurunan baseform sisi barat pada saat pengecoran Top Slab Box Trafic Ramp 8 Krukut Junction di Tol Depok–Antasari (Desari) di wilayah Krukut, Depok, Jawa Barat. PUPR memastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden ini.

tol

Kementerian PUPR melalui Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) telah meninjau lokasi kejadian. Saat ini Tim Komite Keselamatan Konstruksi (K2) tengah mengevaluasi penyebab kegagalan pengecoran bixctraffic.

PUPR juga telah meminta PT Citra Waspphutowa (CW) selaku Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) untuk bertanggung jawab. Dilansir Antara, operator proyek dituntut menerapkan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) yang telah diatur dalam Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 5/PRT/M/2014 tentang Pedoman Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) Konstruksi Bidang Pekerjaan Umum.

Lebih Jauh, PUPR menginstruksikan Pimpinan Proyek PT CW Tol Desari untuk menghentikan sementara kegiatan pengecoran dan mensterilisasi area pekerjaan. Pekerjaan dapat dilanjutkan setelah revisi desain shoring/perancah untuk Ramp 8 dan desain perkuatan shoring/perancah untuk Ramp 5 diserahkan, diperiksa, dan disetujui oleh Komite Keselamatan Konstruksi. (*)

Baca Juga:

Merasakan Melintasi Tol Depok-Antasari yang Baru Diresmikan Jokowi


Tags Artikel Ini

Wisnu Cipto

LAINNYA DARI MERAH PUTIH