Punya Toko Online? Kenali Dulu 7 Tahap Psikologi Konsumen agar Kamu Sukses Mengenali tujuh tahapan psikologi konsumen demi keberlanjutan maupun perkembangan usaha. (Foto: Pixabay/TheDigitalArtist)

SANGAT penting bagi para pemilik toko daring (online) mengenali tujuh tahapan psikologi konsumen demi keberlanjutan maupun perkembangan usaha.

Dikutip Antara, Manajer Shopee Indonesia Rezki Yanuar membeberkan ketujuh tahapan psikologi konsumen tersebut, dalam lokakarya bertajuk "Muda Berdaya" di Palembang, Sumatera Selatan.

Baca Juga:

Kisah Masuknya Budaya Belanja 'Online' ke Indonesia

1. Exposure

Kamu harus memperlihatkan produk kamu dengan berbagai platform. (Foto: Pixabay/athree23)
Kamu harus memperlihatkan produk kamu dengan berbagai platform. (Foto: Pixabay/athree23)

Exposure berasal dari kata "expose" yang berarti memperlihatkan. Penjual dapat menggunakan semua media untuk mempromosikan produk, seperti marketplace dan media sosial.

"Butuh kasih orang kalau kalian jualan online. Sosial media sangat ampuh meng-expose produk kalian. Langkah itu merupakan upaya agar produk dikenal," ujar Rezki Yanuar.


2. Interest (ketertarikan)

Produk kamu harus semenarik mungkin. (Foto: Pixabay/coffeebeanworks)
Produk kamu harus semenarik mungkin. (Foto: Pixabay/coffeebeanworks)

Pada tahap itu penting bagi penjual untuk menggunakan nama produk yang menarik. Menurut Rezki, ketertarikan terhadap suatu produk dapat berasal dari banyak hal, mulai dari bahan baku, kemasan, hingga harga.

"Di dunia online yang ketertarikan awal adalah harga yang disorot. Itu sangat mengundang minat pembeli," kata Rezki.


3. Imagination (penggambaran)

Kamu harus bisa mengilustrasikan produk dengan baik. (Foto: Pixabay/geralt)
Kamu harus bisa mengilustrasikan produk dengan baik. (Foto: Pixabay/geralt)

Ketika harga sudah menarik pembeli, penjual harus mampu mengilustrasikan produk secara baik dengan foto, video, dan deskripsi produk.

Foto yang baik dinilai krusial untuk mempresentasikan produk. Pemilihan media untuk mempresentasikan produk juga dirasa penting. Foto produk harus memiliki cahaya yang baik, juga latar belakang berwarna putih agar produk lebih menonjol, serta diambil dari berbagai sudut.

Produk cair sebaiknya menggunakan video. Sedangkan foto produk pakaian sebaiknya close-up agar serat kain terlihat.

"Review juga bisa memberikan imajinasi yang tepat untuk produk kalian, sesuai dengan ekspektasi pembeli atau tidak," ujar Rezki.

4. Compare (membandingkan)

Tahap compare berati penjualn dapat membandingkan produk dengan toko lain. (Foto: Pixabay/kreatikar)
Tahap compare berati penjualn dapat membandingkan produk dengan toko lain. (Foto: Pixabay/kreatikar)

Pada tahap itu, penjual dapat membandingkan keunggulan produk yang dimiliki dibanding dengan toko lainnya.

Baca Juga:

10 Alasan Kenapa Online Shop Lebih Baik Dibanding Belanja di Toko


5. Convince (meyakinkan)

Penjual harus dapat menjelaskan kegunaan peroduk untuk meyakinkan pembeli. (Foto: Pixabay/mohamed_hassan)
Penjual harus dapat menjelaskan kegunaan peroduk untuk meyakinkan pembeli. (Foto: Pixabay/mohamed_hassan)

Selanjutnya, penjual harus dapat menjelaskan kegunaan produk untuk meyakinkan pembeli. Dalam penjualan online, hal ini dapat dilakukan melalui fitur percakapan (chat).

"Respons cepat juga penting. Pembeli akan lebih menyukai penjual yang cepat merespons pertanyaan pembeli," kata Rezki.


6. Decision (keputusan)

Diskon bisa membuat pembeli lebih yakin. (Foto: Pixabay/mohamed_hassan)
Diskon bisa membuat pembeli lebih yakin. (Foto: Pixabay/mohamed_hassan)

Untuk mempercepat keputusan pembelian barang, penjual dapat menggunakan diskon yang menarik dan keterbatasan stok pada produk.

"Kebanyakan, konsumen sudah memilih barang tapi belum bayar. Bisa dikasih tahu diskonnya sudah mau habis, yakin enggak mau beli," kata Rezki.


7. Satisfaction (kepuasan)

Penilaian pembeli sangat penting dalam bisnis online. (Foto: Pixabay/methodshop)
Penilaian pembeli sangat penting dalam bisnis online. (Foto: Pixabay/methodshop)

Penjual dapat menginformasikan mengenai peraturan berbelanja kepada pembeli, salah satunya memberi komentar tentang produk.

"Banyak penjual yang di dalam kemasan produk mereka menyelipkan catatan dengan tulisan terima kasih untuk pembeli dan meminta bintang lima karena kepuasan. Penilaian (rating) pembeli sangat penting," ujar Rezki. (*)

Baca Juga:

Ini Tips dan Cara Mengakali Mahalnya Ongkos Kirim Belanja Online


Tags Artikel Ini

Zulfikar Sy

LAINNYA DARI MERAH PUTIH