Punya Dedikasi Tinggi Mengajar, Sukirno Dipertahankan SMPN 250 SMPN 250 Jakarta Selatan, Foto: Kemendikbud

Merahputih.com - SMP Negeri 250 Cipete, Jakarta Selatan akan tetap menerima Sukirno menjadi guru agama meski sudah membuat soal ujian yang mencatut nama Mega dan Anies.

"Pak sukirno tetap dipertahankan karena beliau punya dedikasi yang tinggi," ujar Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Sekolah SMPN 250, Setia Budi di gedung DPRD DKI, Jakarta Pusat, Rabu (16/12).

Baca Juga

Ketua DPRD DKI Ancam Polisikan Guru Pembuat Soal Ujian 'Anies Diejek Mega'

Kebetulan juga di SMP Negeri 250 hanya mempunyai satu guru Agama yakni Sukirno. Ia juga memiliki usia yang muda dan memiliki semangat kerja yang tinggi. "Selalu melakukan kegiatan-kegiatan," jelasnya.

Menurutnya, murid didik dan orang tua siswa akan merasa kehilangan bila Sukirno dibebas tugaskan mengajar di sekolah.

Guru SMPN 250 Jakarta Selatan, Sukirno (dua kanan), pembuat soal 'Anies Diejek Mega' (MP/Asropih)

Sementara itu, Ketua DPRD DKI Jakarta, Prasetyo Edi Marsudi menginstruksikan Kadisdik DKI untuk memberikan surat peringatan kepada Sukirno agar hal ini tak terjadi lagi di kemudian hari.

Seperti diketahui, ramai beredar di media sosial dan aplikasi Whatsapp. Ada dua soal ujian dengan jawaban pilihan ganda berisi nama Anies dan Mega.

Baca Juga

Viral Anies Diejek Mega di Soal Ujian Sekolah, Gerindra: Nggak Etis

Pada soal pertama, disebutkan bahwa Anies sebagai Gubernur DKI Jakarta tak menggunakan jabatan untuk memperkaya diri, melainkan untuk menolong rakyat. Siswa pun diminta menjawab sifat apa yang ditunjukkan oleh Anies itu.

Kemudian di soal lainnya, disebutkan bahwa Anies kerap diejek Mega, namun Anies tak pernah marah. (Asp)

Penulis : Asropih Asropih
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Jokowi: 16,9 Juta Pelayan Publik Akan Terima Vaksin COVID-19
Indonesia
Jokowi: 16,9 Juta Pelayan Publik Akan Terima Vaksin COVID-19

Ada sebanyak 16,9 juta pelayan publik yang akan menerima vaksin COVID-19 dalam program vaksinasi nasional tahap kedua.

 MA Putus Lepas Eks Gubernur Aceh Abdullah Puteh
Indonesia
MA Putus Lepas Eks Gubernur Aceh Abdullah Puteh

MA menilai, perbuatan anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Aceh ini bukan merupakan tindak pidana. Karena itu, melepaskan terdakwa dari segala tuntutan hukum.

Cara Anies Dianggap Aneh Batasi Angkutan karena Virus Corona
Indonesia
Cara Anies Dianggap Aneh Batasi Angkutan karena Virus Corona

Orang-orang mengritik kebijakan Pemprov DKI Jakarta yang membatasi rute dan jam operasional moda transportasi publik seperti Transjakarta dan MRT.

PSI Desak Kemenhub Tutup Layanan Transportasi Publik ke Luar Jabodetabek
Indonesia
PSI Desak Kemenhub Tutup Layanan Transportasi Publik ke Luar Jabodetabek

Langkah ini sebagai upaya untuk mencegah penyebaran COVID-19 ke daerah lain.

Kantor Pemkot Solo dan Rumah Pasien Positif Corona Disemprot Disinfektan
Indonesia
Kantor Pemkot Solo dan Rumah Pasien Positif Corona Disemprot Disinfektan

Penyemprotan disinfektan dilakukan sebagai upaya meminimalisir penyebaran virus corona di Kota Solo.

Popularitas dan Elektabilitas Kalahkan Purnomo, Gibran: Matur Nuwun Warga Solo
Indonesia
Popularitas dan Elektabilitas Kalahkan Purnomo, Gibran: Matur Nuwun Warga Solo

Gibran menegaskan hasil survei ini akan ia jadikan pemompa semangat untuk lebih giat lagi, khususnya dalam membantu warga Solo yang terdampak pandemi COVID-19.

Kubu Novel Sebut Pledoi Tim Hukum Polri Giring Opini Penganiayaan Ringan
Indonesia
Kubu Novel Sebut Pledoi Tim Hukum Polri Giring Opini Penganiayaan Ringan

Pasalnya, dalam sidang pledoi, tim hukum menyebut kerusakan mata yang dialami Novel Baswedan salah penanganan.

Sehari Positif COVID-19 Tambah Nyaris 1.000, Pengamat Kritik Istana Mulai Bingung
Indonesia
Sehari Positif COVID-19 Tambah Nyaris 1.000, Pengamat Kritik Istana Mulai Bingung

Belum lagi usulan kelonggaran PSBB dan berdamai dengan COVID-19

Tak Terima Asetnya Disita Negara, Benny Tjokro Nangis
Indonesia
Tak Terima Asetnya Disita Negara, Benny Tjokro Nangis

“Ini yang sangat mengganggu pikiran dan perasaan saya,” kata Benny

Tindakan Polisi Tangkap Pentolan KAMI Tidak Dapat Dikualifikasi Tindakan Represif
Indonesia
Tindakan Polisi Tangkap Pentolan KAMI Tidak Dapat Dikualifikasi Tindakan Represif

Mendahulukan kepentingan umum, sudah menjadi jati diri Polri