Pungutan Pajak Bikin yang Kaya Makin Kaya, Rizal Ramli: Ini Dampak Kebijakan Sri Mulyani Mantan Menteri Koordinator bidang Perekonomian Rizal Ramli di Kampus IAIN Surakarta, Jawa Tengah, Kamis (7/11). (MP/Ismail)

Merahputih.com - Ekonom Senior yang juga mantan Menko Perekonomian era Presiden Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, Rizal Ramli menyoroti kebijakan pungutan pajak yang dilakukan pemerintah. Di mana pajak justru terus-terusan menyasar komoditas rakyat kecil. Sementara komoditas besar tidak disentuh.

Sejak tiga tahun lalu, Rizal Ramli mengkritik tarif Pajak Penghasilan (PPh) impor atau PPh pasal 22 untuk 1.147 komoditas impor. Rizal menilai komoditas itu hanya ecek-ecek.

Baca Juga:

DPR Janji Awasi dan Kawal Pemerintah Dalam Penanganan COVID-19

Karena pungutan pajak ini hanya menyasar para pengusaha menengah. Sementara pungutan pajak untuk impor 10 besar komoditas inti malah relatif lebih rendah. Seperti komputer, mesin, elektrikal, dan equipment (perlengkapan), besi, dan baja.

Alhasil, sebut Rizal Ramli, dampak dari kebijakan Menteri Sri Mulyani itu membuat mereka yang kaya menjadi semakin kaya.

“Inilah dampak dari kebijakan Menkeu Terbalik. Pajakin rakyat kecil sing printil, kurangi pajak, dan tax holiday untuk yang besar-besar dan asing,” kata Rizal Ramli, Jumat (26/2).

Bahkan, faktanya sebuah lembaga konsultan berbasis di London, Knight Frankmerilis mengungkapkan, bahwa Indonesia akan mengalami kenaikan jumlah orang dengan kekayaan sangat tinggi atau crazy rich selama lima tahun ke depan.

Mantan Menteri Perekonomian Rizal Ramli
Rizal Ramli (MP/Kanu)

Mereka yang memiliki uang di atas 30 juta dolar AS diprediksi akan melonjak hingga 67 persen di tahun 2025. Lonjakan ini menjadi yang paling tajam di dunia.

Dia pun menyinggung Presiden Joko Widodo apakah selama ini tidak merasa aneh dengan kebijakan Sri Mulyani yang kurang peka pada ekonomi dan rakyat.

“Pak Jokowi apa tidak sadar, makin lama makin bikin rakyat susah?,” tukas mantan anggota Tim Panel Ekonomi PBB itu.

Baca Juga:

Ketua DPRD Incar Anggaran Formula E Anies untuk Biaya Tangani Wabah Corona

Senada dengan Rizal Ramli, Koordinator Gerakan Indonesia Bersih, Adhie Massardi berpendapat, upaya Menteri Keuangan, Sri Mulyani memajaki rakyat kecil bukanlah jawaban untuk menutup defisit APBN yang nyaris Rp 1.000 triliun.

“Seperti nyari salep untuk ngobati tumor. Kebijakan penuh humor,” tandasnya. (Ayu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Gubernur Kaltim Tak Keluarkan Izin Baru Perkebunan Sawit
Indonesia
Gubernur Kaltim Tak Keluarkan Izin Baru Perkebunan Sawit

Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor menegaskan pihaknya tidak mengeluarkan lagi izin baru untuk perkebunan kelapa sawit.

Sebagai Gubernur Jabar, Ridwan Kamil Dinilai Tahu Persis Kegiatan Rizieq di Bogor
Indonesia
Sebagai Gubernur Jabar, Ridwan Kamil Dinilai Tahu Persis Kegiatan Rizieq di Bogor

Selain itu, adapula Babinkamtibmas Aiptu Dadang Sugiana

Megawati Wanti-wanti Cakada PDIP dari Sumut Soal Korupsi, Termasuk Menantu Jokowi
Indonesia
Megawati Wanti-wanti Cakada PDIP dari Sumut Soal Korupsi, Termasuk Menantu Jokowi

Arahan Megawati itu secara khusus untuk 13 pasangan calon kepala daerah untuk wilayah Sumatera Utara.

Aktivis 98 Yakin Komjen Listyo Mampu Buat Polri Semakin Promoter
Indonesia
Aktivis 98 Yakin Komjen Listyo Mampu Buat Polri Semakin Promoter

"Saya meyakini pertimbangan Presiden tentu saja ini bukan karena soal kedekatan semata tapi lebih pada melihat kemampuan dan potensi yang dimiliki oleh Listyo Sigit akan dapat membuat Polri semakin Promoter (Profesional,Modern dan Terpercaya)," kata Semar

Erick Thohir: Inpres Pelibatan TNI-Polri Bukan untuk Takuti Masyarakat
Indonesia
Erick Thohir: Inpres Pelibatan TNI-Polri Bukan untuk Takuti Masyarakat

Keluarnya Instruksi Presiden Nomor 6 Tahun 2020 tak berarti pemerintah menakut-nakuti masyarakat.

Ahok Laporkan Kasus Pencemaran Nama Baik ke Polda Metro Jaya
Indonesia
Ahok Laporkan Kasus Pencemaran Nama Baik ke Polda Metro Jaya

Ramzy mengatakan bahwa kliennya mengadukan kasus pencemaran nama baik melalui media elektronik.

Kapolri Sebut Banyak Anak Buahnya Bertindak Arogan di Media Massa
Indonesia
Kapolri Sebut Banyak Anak Buahnya Bertindak Arogan di Media Massa

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo langsung bergerak cepat mencabut Telegram Nomor ST/750/IV/HUM.3.4.5./2021 tanggal (5/4/2021) terkait larangan menyiarkan tindakan arogansi aparat kepolisian.

Kasus Naik Lagi, Masih Banyak Kelurahan dan Desa Abai Prokes
Indonesia
Kasus Naik Lagi, Masih Banyak Kelurahan dan Desa Abai Prokes

"Di Jawa - Bali masyarakat desa atau kelurahan tidak patuh memakai masker paling banyak terdapat di Banten sebesar 28,57 persen," kata Wiku

Tak Ditahan, Lois Owien Tetap Tersangka
Indonesia
Tak Ditahan, Lois Owien Tetap Tersangka

Dr Lois pun telah berjanji untuk tidak melarikan diri serta menghilangkan barang bukti

Mulai Hari Ini Solo Zoo Tutup, Nasib Pakan Ratusan Hewan Diklaim Masih Cukup
Indonesia
Mulai Hari Ini Solo Zoo Tutup, Nasib Pakan Ratusan Hewan Diklaim Masih Cukup

Selama ini pengunjung Solo Zoo sekitar 40 persen merupakan anak di bawah 15 tahun