Pungli Rp 3 Juta, Kepala Desa Disidangkan Sidang pungli oleh kepala desa di PN Medan, Senin (4/9). (MP/Amsal Chaniago)

MerahPutih.com - Pengadilan Tipikor Medan menggelar sidang perdana kasus pungli yang dilakukan Kepala Desa Kayu Besar, Kecamatam Bandar Khalipah, Kabupaten Serdangbedagai, Masriadi, Senin (4/9).

Dalam dakwaan yang dibacakan penuntut umum, Heri mengatakan bahwa Masriadi tertangkap tangan meminta uang sebesar Rp 3 juta kepada Pranata alias Frans untuk mengurus akte surat tanah SK Camat pada awal Maret lalu oleh Polres Serdangbedagai.

Lebih lanjut, JPU mendakwa Masriadi dengan Pasal 12 huruf e UU Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah pada UU No 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Sementara itu, selesai pembacaan dakwaan oleh JPU tersebut, terdakwa tidak mengajukan keberatan atau eksepsi sehingga majelis hakim yang diketuai Rosmina memutuskan pada persidangan Senin (11/9) mendatang langsung masuk agenda keterangan para saksi.

Sementara itu, selama persidangan terdakwa duduk di Ruang Kartika Pengadilan Negeri (PN) Medan tanpa mengenakan baju tahanan.

Padahal terdakwa merupakan tahanan Rutan Tebingtinggi yang khusus dibawa ke PN Medan untuk menjalani sidang perkara kasus pungutan liar sebesar Rp 3 juta terkait izin pengurusan surat tanah akta camat. (*)

Berita ini merupakan laporan dari Amsal Chaniago, kontributor merahputih.com untuk wilayah Medan dan sekitarnya. Baca juga berita lainnya dalam artikel: Minta Rompi Oranye Dari KPK, Masinton Pasaribu Bawa Pakaian Sekoper


Tags Artikel Ini

Zulfikar Sy

LAINNYA DARI MERAH PUTIH