Puluhan Warga Diduga Keracunan Usai Makan Nasi Boks Berlogo PSI Ilustrasi (Foto: Pexels/Pixabay)

MerahPutih.com - Puluhan warga di RW 06 Kelurahan Koja, Kecamatan Koja, Jakarta Utara diduga keracunan nasi boks berlogo Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (24/10).

"Tadi kita coba undang dari pihak puskesmas untuk mendata itu ada 35 orang," kata Ketua RW 06 Koja, Suratman saat dikonfirmasi awak media, Senin (25/10).

Baca Juga:

PSI Resmi Ajukan Surat Pemecatan Viani ke DPRD DKI

Menurutnya, ada sekitar 89 nasi boks yang dibagikan kepada warganya. Pembagian makanan dilakukan secara spontan oleh PSI dengan tujuan kepedulian kepada warga.

Mendapat nasi boks, warga Koja pun memakan pemberian tersebut. Saat dibuka, nasi boks itu berisi nasi dengan lauk telur, buncis, orek tempe, dan sayur. Nah, selang 3 jam kemudian, 35 warga merasakan mual, muntah hingga sakit kepala.

"Itu saja yang dirasakan sama warga" ujar Suratman.

Ilustrasi Mual (Foto: Pinterest)

Lalu, 24 warga dilarikan ke Rumah Sakit Koja untuk menjalani perawatan dan 11 orang memutuskan untuk tetap di rumah. Dari puluhan warga yang berobat, sebagian besar sudah diizinkan untuk pulang dan 5 warga menjalani rawat inap.

"Untuk saat ini yang dirawat 5 orang, selebihnya sudah diizinkan pulang," ucapnya.

Baca Juga:

PSI Ragu Viani Berani Gugat Rp 1 Triliun ke Pengadilan

Menindak lanjuti insiden ini, Suratman telah berkoordinasi dengan PSI. "Ini kita lagi klarifikasi, dari pihak PSI juga akan hadir di Balai Warga RW 06 Koja," pungkas Suratman. (Asp)

Penulis : Asropih Asropih
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Naik Kereta Api Jarak Jauh Kini Wajib Miliki Aplikasi Peduli Lindungi
Indonesia
Naik Kereta Api Jarak Jauh Kini Wajib Miliki Aplikasi Peduli Lindungi

PT Kereta Api Indonesia dipastikan menggunakan aplikasi Peduli Lindungi sebagai syarat perjalanan.

Kegiatan Jokowi Selama Kunker di Kalimantan Utara
Indonesia
Kegiatan Jokowi Selama Kunker di Kalimantan Utara

Presiden Joko Widodo (Jokowi) bertolak ke Kalimantan Utara (Kaltara) dalam rangka kunjungan kerja (kunker) ke wilayah provinsi termuda tersebut.

Alasan DKI Batalkan Pemisahan Bangku Perempuan dan Laki-laki di Angkot
Indonesia
Alasan DKI Batalkan Pemisahan Bangku Perempuan dan Laki-laki di Angkot

"Jadi kalau dipisahkan yang tadi lelaki di kanan perempuan di kiri, nanti kasihan yang perempuan ini tempatnya semakin terbatas padahal jumlah perempuan lebih banyak. Itu lah pertimbangan ya," ujar Riza

Besok Jokowi Tinjau Posko Korban Erupsi Gunung Semeru
Indonesia
Besok Jokowi Tinjau Posko Korban Erupsi Gunung Semeru

Presiden Joko Widodo dijadwalkan mengunjungi korban erupsi Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang pada Selasa (6/12).

Penganiayaan Muhammad Kece, Penjaga Rutan Bareskrim Diperiksa Propam
Indonesia
Penganiayaan Muhammad Kece, Penjaga Rutan Bareskrim Diperiksa Propam

Belajar dari kasus ini semua supaya tidak terulang kembali

Kebijakan Tarik Biaya Akses NIK Bakal Diawasi DPR
Indonesia
Kebijakan Tarik Biaya Akses NIK Bakal Diawasi DPR

Kebijakan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dalam menarik biaya untuk mengakses Nomor Induk Kependudukan atau NIK sebesar Rp 1.000 mendapatkan sorotan dari anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR)

Pemerintah Dinilai Terlalu Lamban Antisipasi Lonjakan Harga Bahan Pokok
Indonesia
Pemerintah Dinilai Terlalu Lamban Antisipasi Lonjakan Harga Bahan Pokok

Daging ayam ras, telur ayam ras, bawang merah, dan bawang merah putih pun mungkin merangkak naik.

Bank DKI Dukung Penerapan Program Inklusi Keuangan Pemprov DKI Jakarta
Indonesia
Bank DKI Dukung Penerapan Program Inklusi Keuangan Pemprov DKI Jakarta

Bank DKI mendukung penuh langkah Pemprov DKI Jakarta untuk meningkatkan inklusi keuangan yang salah satunya kepada komunitas pelajar melalui program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR).

PSI Curiga Nama Jokowi Diseret ke Formula E karena Kasusnya Tengah Diselidiki KPK
Indonesia
PSI Curiga Nama Jokowi Diseret ke Formula E karena Kasusnya Tengah Diselidiki KPK

Anggara justru curiga mengapa nama Presiden Jokowi tiba-tiba dibawa ajang Formula E diduga bermasalah karena ada pemeriksaan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Pengamat Minta Jokowi Buat Program Mudik Gratis
Indonesia
Pengamat Minta Jokowi Buat Program Mudik Gratis

Tahun ini, masyarakat muslim Indonesia dibuat senang dengan keputusan pemerintah pusat yang membolehkan mudik Lebaran.