Puluhan Tempat Usaha di Jakarta Ditutup karena Langgar Aturan saat Tahun Baru Pengumuman penutupan sementara tempat usaha di DKI Jakarta karena langgar aturan saat malam Tahun Baru. Foto: Satpol PP

MerahPutih.com - Satpol PP DKI Jakarta menindak puluhan tempat usaha yang dikenakan sanksi penyegelan atau penutupan sementara selama 1x24 jam.

Mereka ditindak karena tidak mematuhi ketentuan waktu operasional dan melanggar protokol kesehatan pada malam pergantian tahun, Kamis (31/12)

Baca Juga

Polresta Solo Bubarkan Kerumunan di Tempat Makan

Penyegelan ini merupakan hasil pengawasan dan penindakan yang dilakukan Satpol PP DKI bersama unsur TNI-Pori dan aparatur kewilayahan Camat dan Lurah.

“Tercatat kurang lebih 45 tempat diberikan sanksi penutupan sementara 1x24 jam dan puluhan titik kerumunan dibubarkan oleh petugas di wilayah ibukota,” tulis akun resmi Instagram Satpol PP DKI Jakarta, @satpolpp.dki yang dikutip, Sabtu (2/1).

Pada malam pergantian tahun 2021 tersebut, sebanyak 400 personel.Satpol PP tingkat Provinsi disiagakan di kawasan Protokol Jalam Sudirman-Thamrin dan seputaran Monas. Ini untuk mendukung kebijakan penutupan dan sterilisasi kerumunan warga di kawasan tersebut.

Kurang lebih 900 personel Satpol PP di tingkat Kota juga disiagakan untuk melakukan pengawasan ketat pada lokasi-lokasi yang menjadi pusat keramaian dalam perayaan malam pergantian tahun 2021.

Satpol PP Jakarta Selatan, menutup sementara satu gerai usaha kuliner di Jalan Wijaya I, Kelurahan Petogogan, Kebayoran Baru, Kamis (31/12) malam. Foto:
Satpol PP Jakarta Selatan, menutup sementara satu gerai usaha kuliner di Jalan Wijaya I, Kelurahan Petogogan, Kebayoran Baru, Kamis (31/12) malam.

Satpol PP DKI Jakarta bersinergi dengan unsur TNI-Polri dalam mendukung upaya pengendalian kerumunan perayaan malam tahun baru di Ibukota karena Jakarta masih dalam ancaman Pandemi COVID-19.

Salah satunya, Satuan Polisi Pamong Praja Jakarta Timur (Jaktim), menutup dan menyegel puluhan tempat usaha makanan dan minuman (kuliner) karena beroperasi pada malam Tahun Baru 2021, Kamis (31/12).

"Data sementara yang masuk dari empat wilayah kecamatan di Jakarta Timur, sekitar 45 tempat usaha kuliner makan maupun minuman yang telah kita tutup," kata Kepala Satpol PP Jakarta Timur, Budhy Novian kepada wartawan.

Keempat wilayah kecamatan itu masing-masing Pulogadung, Jatinegara, Cipinang dan Matraman. Penutupan tempat usaha dilakukan puluhan Satpol PP saat menggelar patroli malam Tahun Baru di sepuluh kecamatan Jakarta Timur.

Budhy mengatakan tempat usaha yang mengundang kerumunan saat malam pergantian tahun diberikan sanksi penutupan usaha selama 1x24 jam.

Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 101 dan 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan mewajibkan tempat usaha melakukan serangkaian upaya pencegahan penularan COVID-19.

Pencegahan itu seperti memeriksa suhu tubuh terhadap setiap pengunjung yang datang untuk bersantap atau membeli makanan, penyediaan buku tamu, dan lainnya.

Budhy mengatakan pengusaha kuliner itu juga melanggar Seruan Gubernur DKI Jakarta Nomor 17 Tahun 2020 terkait jam operasional tempat usaha pada 31 Desember 2020 hingga 3 Januari 2021. (Knu)

Baca Juga

Wagub DKI Jelaskan Penyebab Lonjakan Tinggi Kasus Corona di Jakarta

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Jelang Libur Panjang, Pengawasan Prokes di Terminal Kampung Rambutan Diperketat
Indonesia
Komnas HAM Akan Minta Keterangan Ahli Ungkap Kematian 6 Laskar FPI
Indonesia
Komnas HAM Akan Minta Keterangan Ahli Ungkap Kematian 6 Laskar FPI

Semoga minggu depan para ahli bisa menyesuaikan jadwalnya

Aksi Demo di Patung Kuda Ricuh, Massa Serukan Revolusi
Indonesia
Aksi Demo di Patung Kuda Ricuh, Massa Serukan Revolusi

"Revolusi, revolusi, revolusi," terus menggema di langit-langit Medan Merdeka.

KPK Prihatin 3 Wali Kota Cimahi Berturut-turut Jadi Tersangka Korupsi
Indonesia
KPK Prihatin 3 Wali Kota Cimahi Berturut-turut Jadi Tersangka Korupsi

Ajay diduga telah menerima suap sebesar Rp1,66 miliar dari Hutama Yonathan secara bertahap dari kesepakatan suap sebesar Rp3,2 miliar.

[Hoaks atau Fakta]: Pelajaran Pancasila dan Bahasa Indonesia Dihilangkan
Indonesia
[Hoaks atau Fakta]: Pelajaran Pancasila dan Bahasa Indonesia Dihilangkan

PP yang diteken Presiden 30 Maret 2021 silam memang tidak mencatumkan Pancasila dan Bahasa Indonesia secara eksplisit, maka dari itu agar tidak menimbulkan kesalahan presepsi, Menteri Pendidikan akan merevisi ulang PP.

Strategi Sektor Sumber Daya Energi Hadapi Pandemi COVID-19 Berkepanjangan
Indonesia
Strategi Sektor Sumber Daya Energi Hadapi Pandemi COVID-19 Berkepanjangan

Kementerian ESDM melihat ada gejala penurunan harga komoditas mineral dan batu bara.

Sambut Waisak, BPIP: Ajaran Sidharta Gautama Ampuh Tekan Penyebaran Corona
Indonesia
Sambut Waisak, BPIP: Ajaran Sidharta Gautama Ampuh Tekan Penyebaran Corona

Perayaan Waisak sangat spesial sebab pada Hari Raya Waisak, umat Buddha memperingati tiga peristiwa penting.

Hati-Hati, Ini 5 Pasar Tradisional di Jakarta yang Pedagangnya Positif COVID-19
Indonesia
Hati-Hati, Ini 5 Pasar Tradisional di Jakarta yang Pedagangnya Positif COVID-19

Hasil sementara tes swab pedagang di 19 pasar ditemukan 52 pedagang positif COVID-19.

Eks Menkes Siti Fadilah Dukung Vaksin Nusantara Gagasan Terawan Agus Putranto
Indonesia
Eks Menkes Siti Fadilah Dukung Vaksin Nusantara Gagasan Terawan Agus Putranto

Hal itu sebagai bentuk dukungannya kepada Vaksin Nusantara

Gaji TGUPP Hanya Dipotong 25 Persen, PDIP: Anies Diskriminatif
Indonesia
Gaji TGUPP Hanya Dipotong 25 Persen, PDIP: Anies Diskriminatif

Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta kritik kebijakan pemprov yang hanya memotong penghasilan anggota Tim Gubernur Untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) 25 persen dalam pemulihan Jakarta di tengah pandemi COVID-19.