Puluhan Orang Reaktif Corona di Bundaran HI Saat Diamankan Tim Pemburu COVID-19 134 orang diamankan tim Pemburu COVID-19 karena tak patuh protokol kesehatan saat berkerumun di wilayah Jakarta Pusat seperti Sudirman, Bundaran HI hingga Monas (MP/Kanugraha)

Merahputih.com - 134 orang diamankan tim Pemburu COVID-19 karena tak patuh protokol kesehatan saat berkerumun di wilayah Jakarta Pusat seperti Sudirman, Bundaran HI hingga Monas. Kebanyakan dari mereka adalah pemuda pemudi pengendara motor yang kerap nongkrong di kawasan tersebut.

"Mereka dilakukan rapid tes di pos polisi Thamrin," ujar Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Heru Novianto di Pospol HI, Jakarta Pusat, Minggu (27/12).

Baca Juga:

Duh! Tingkat Kepatuhan Masyarakat Memakai Masker Tak Sampai 60 Persen

Hasilnya, puluhan orang diantaranya rekatif COVID-19. "Ada 25 orang yang reaktif COVID-19. Mereka langsung ditangani Satgas COVID," imbuh Heru.

Mereka juga diberikan sanksi sosial karena tak patuh protokol kesehatan. "Menyapu sekitar pos pol," jelas Heru.

134 orang diamankan tim Pemburu COVID-19 karena tak patuh protokol kesehatan saat berkerumun di wilayah Jakarta Pusat seperti Sudirman, Bundaran HI hingga Monas (MP/Kanugraha)

Pembubaran dan penindakan ini dilakukan untuk mencegah dampak lebih besar. "Kami melakukan ini untuk kemanusiaan artinya kita menjaga jiwa dari manusia yang ada di Jakarta Pusat," jelas Heru.

Heru menambahkan, PKL juga tidak boleh melakukan aktivitas di malam hari di tempat umum. Khususnya diatas jam 19.00 tidak ada lagi yang boleh jualan.

Baca Juga:

Penambahan Kasus Baru COVID-19 DKI Capai 1.032 Jiwa

Kita akan tindak tegas, dengan tindakan ini mudah-mudahan kita dapat mencegah kenaikan COVID," terang Heru yang mengenakan masker ini.

Razia sendiri bakal terus berlangsung sampai Tahun Baru. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Lemhanas Diminta Bikin Kajian Komperehensif Soal Papua
Indonesia
Lemhanas Diminta Bikin Kajian Komperehensif Soal Papua

Ada 11-13 operasi militer yang dilakukan pada era Orde Baru sehingga melahirkan trauma

Kebut RUU Ciptaker, DPR Dinilai Lebih Banyak Bela Kepentingan Pemilik Kapital
Indonesia
Kebut RUU Ciptaker, DPR Dinilai Lebih Banyak Bela Kepentingan Pemilik Kapital

Lebih menyedihkan lagi adalah 'cost politik' sekarang ini sangat mahal

PSBB Proporsional Bodebek Diperpanjang hingga 25 November 2020
Indonesia
PSBB Proporsional Bodebek Diperpanjang hingga 25 November 2020

PSBB secara proporsional kawasan Bodebek berakhir pada 27 Oktober 2020.

Buntut Demo Pekerja Ambulans, DPRD Panggil Anak Buah Anies
Indonesia
Buntut Demo Pekerja Ambulans, DPRD Panggil Anak Buah Anies

Saat ini Dinkes DKI masih menggali terkait permasalahan yang ada di jajaran AGD hingga sampai menggelar aksi demonstrasi di Balai Kota.

Eks Sespri Sebut Irjen Napoleon Dua Kali Didatangi Brigjen Prasetijo dan Dibawakan 'Paper Bag'
Indonesia
Eks Sespri Sebut Irjen Napoleon Dua Kali Didatangi Brigjen Prasetijo dan Dibawakan 'Paper Bag'

Tommy juga sempat menemui Irjen Napoleon beberapa kali tanpa dihadiri Brigjen Prasetijo

Dinas SDA Beli 65 Pompa Apung Senilai Rp6,5 Miliar Tangani Banjir
Indonesia
Dinas SDA Beli 65 Pompa Apung Senilai Rp6,5 Miliar Tangani Banjir

Juaini mengatakan, total anggaran pembelian pompa itu mencapai Rp6,5 miliar dengan satu unit pompanya sekitar Rp100 juta. Dananya, kata dia, diperoleh dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) murni 2020.

Kasus Positif Corona, Kapolda Metro Akui Jakarta Tak Dalam Kondisi Baik-baik Saja
Indonesia
Kasus Positif Corona, Kapolda Metro Akui Jakarta Tak Dalam Kondisi Baik-baik Saja

Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran menyebut saat ini DKI Jakarta tidak aman dari penyebaran COVID-19.

Setelah 1998, Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Minus 5,32 Persen
Indonesia
Setelah 1998, Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Minus 5,32 Persen

Sebelumnya, Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara meminta masyarakat untuk tidak khawatir dengan resesi,

Fraksi NasDem Tarik Dukungan Revisi UU Pemilu
Indonesia
Fraksi NasDem Tarik Dukungan Revisi UU Pemilu

Surya Paloh perintahkan partainya mendukung pelaksanaan pilkada serentak pada tahun 2024.

Koruptor Bansos COVID-19 Layak Dituntut Hukuman Mati
Indonesia
Koruptor Bansos COVID-19 Layak Dituntut Hukuman Mati

Pelakunya mesti diberi hukuman berat. Mengingat yang dikorupsi adalah hak rakyat yang tengah kesulitan karena COVID.