Puluhan Orang Jadi Tersangka Kasus Pembakaran Hutan Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Pol Raden Prabowo Argo Yuwono (tengah). (ANTARA/HO-Polri)

MerahPutih.com - Karopenmas Polri Brigjen Argo Yuwono mengatakan, selama Januari-Februari 2020, ada puluhan orang yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

"Satgas Karhutla 2020 terus melakukan penegakan hukum. Dalam dua bulan terakhir ada 44 orang yang ditetapkan sebagai tersangka. Jumlah lahan yang terbakar 179,4 hektar," kata Brigjen Argo kepada wartawan dj Jakarta, Sabtu (8/3).

Baca Juga:

11 Titik Panas Karhutla Kepung Pesisir Riau

Para tersangka dikenakan pasal berlapis, yakni Pasal 187, 188 KUHP Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Pasal 108 Uu Nomor 39 tahun 2014 tentang Perkebunan.

Personel Polsek Rumbai berusaha memadamkan api yang membakar semak belukar dengan alat seadanya disaat menunggu datangnya bantuan dari petugas Damkar dan BPBD ketika terjadi kebakaran lahan di Pekanbaru. (Foto: Antara)
Personel Polsek Rumbai berusaha memadamkan api yang membakar semak belukar dengan alat seadanya disaat menunggu datangnya bantuan dari petugas Damkar dan BPBD ketika terjadi kebakaran lahan di Pekanbaru. (Foto: Antara)

Atas perbuatannya, 44 pelaku pembakaran hutan dan lahan terancam hukuman 12 tahun penjara dan denda hingga Rp10 miliar.'

Mantan Kabid Humas Polda Metro Jaya itu menambahkan, selama dua bulan terakhir, Polri menerima 37 laporan kasus karhutla di sejumlah daerah seperti ‎Rokan Hilir, Bengkalis, Siak, Dumai, Meranti dan Pekanbaru.

Baca Juga:

Panglima TNI Lepas Satgas Garuda Tangani Kebakaran Karhutla di Australia

Dari 37 laporan itu, sebanyak 24 kasus sudah di tahap pen‎yidikan dan 13 lainnya masuk pemberkasan di Kejaksaan Tinggi.

"Untuk 13 ‎kasus yang di kejaksaan. Nanti kami tunggu evaluasi jaksa penuntut umum. Kalau ada perkembangan karena masih belum lengkap, akan kami lengkapi," katanya. (Knu)

Baca Juga:

Setelah Karhutla dan Hujan Es, Australia Diserang Laba-Laba Paling Beracun di Dunia

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Jakarta Zona Merah, Pengawasan Protokol Kesehatan Terhadap Warga Dimasifkan
Indonesia
Jakarta Zona Merah, Pengawasan Protokol Kesehatan Terhadap Warga Dimasifkan

Satpol PP DKI Jakarta terus berupaya menekan pelanggaran protokol kesehatan oleh masyarakat

Jika Bantuan Tak Berjalan Lancar, Perekonomian Indonesia Dikhawatirkan Bakal Anjlok
Indonesia
Jika Bantuan Tak Berjalan Lancar, Perekonomian Indonesia Dikhawatirkan Bakal Anjlok

Selama ini banyak kebijakan yang bersifat top to down menyimpang, saat diterapkan ke bawah atau tidak tepat sasaran.

Periksa Daning Saraswati, KPK Dalami Jatah Bansos PT Rajawali Parama Indonesia
Indonesia
Periksa Daning Saraswati, KPK Dalami Jatah Bansos PT Rajawali Parama Indonesia

KPK mendalami penunjukan PT Rajawali Parama Indonesia (RPI) yang kebagian jatah pengadaan bansos COVID-19 untuk wilayah Jabodetabek.

Jadikan COVID-19 Musuh Bersama
Indonesia
Jadikan COVID-19 Musuh Bersama

"Pandemi tak mengenal siapa saja. Ini musuh bersama. Oleh sebab itu kita harus komitmen bersama mencegah penyebarannya," kata Hengki

Massa Pendukung Ery-Armuji Abaikan Protokol Kesehatan di KPU Surabaya
Indonesia
Massa Pendukung Ery-Armuji Abaikan Protokol Kesehatan di KPU Surabaya

Kerumunan massa tersebut sudah jelas tak mengindahkan lagi protokol kesehatan pencegahan penyebaran COVID-19.

Mendag Serahkan APD dan Peralatan New Normal ke 7 Pasar di DIY
Indonesia
Mendag Serahkan APD dan Peralatan New Normal ke 7 Pasar di DIY

Mendag mengungkapkan, COVID-19 telah berdampak pada unit-unit usaha kecil, salah satunya para pedagang di pasar rakyat

[HOAKS atau FAKTA]: Alat-Alat Berikut Wajib Ada di Rumah jika Ingin Terhindar dari COVID-19
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Alat-Alat Berikut Wajib Ada di Rumah jika Ingin Terhindar dari COVID-19

Beberapa di antaranya adalah tabung oksigen, oksimeter, makanan dikonsumsi dalam keadaan hangat, dan buah seperti lemon serta pisang.

Jokowi Marah, Ini Penilaian Ombudsman
Indonesia
Jokowi Marah, Ini Penilaian Ombudsman

Para menteri diduga tidak bisa inovatif-produktif dalam menjalankan tugas yang dimandatkan Presiden di masa COVID-19

Hasil Tes Covid-19 Wapres Ma'ruf Sudah Keluar, Jokowi Belum
Indonesia
Hasil Tes Covid-19 Wapres Ma'ruf Sudah Keluar, Jokowi Belum

Hari ini ada ratas tapi teleconference

Polisi Diminta Telusuri Motif di Balik Aliran Dana Asing ke Rekening FPI
Indonesia
Polisi Diminta Telusuri Motif di Balik Aliran Dana Asing ke Rekening FPI

"Memang ini modus operandi yang sering dilakukan oleh kelompok-kelompok ekstrem kanan di Indonesia," ucap Islah