Puluhan Adegan Gambarkan Kejinya Dokter Abal-abal dan Karyawannya Aborsi Bayi Direktorat Kriminal Umum Polda Metro Jaya melakukan reka ulang adegan aborsi di lokasi praktek klinik aborsi ilegal, Jalan Percetakan Negara III, Rawasari, Jakarta Pusat. Foto: MP/Kanu

MerahPutih.com - Direktorat Kriminal Umum Polda Metro Jaya melakukan reka ulang adegan aborsi di lokasi praktek klinik aborsi ilegal, Jalan Percetakan Negara III, Rawasari, Jakarta Pusat.

Rekonstruksi kasus aborsi ini melibatkan 10 tersangka yang berhasil diamankan dalam penggrebekan yang dilakukan beberapa waktu lalu.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Yusri Yunus mengatakan, rekon kasus praktek klinik aborsi ilegal ini melibatkan 10 tersangka. Masing-masing mereka akan melakukan peragaan sesuai dengan apa yang tertuang dalam berita acara pemeriksaan (BAP).

Baca Juga

Diotaki Dokter Abal-abal, Klinik Aborsi di Cempaka Putih Gugurkan 32 Ribu Janin

"Mereka (10 tersangka) ini akan melakukan 63 adegan, yang dimulai dari proses perencanaan, pelaksanaan, dan paska pelaksanaan aborsi. Dari 63 adegan ini, ada 5 tempat kejadian perkara. 4 diantaranya kami asumsikan di sini," kata Yusri, saat ditemui di lokasi, Jumat (25/9).

Direktorat Kriminal Umum Polda Metro Jaya melakukan reka ulang adegan aborsi di lokasi praktek klinik aborsi ilegal, Jalan Percetakan Negara III, Rawasari, Jakarta Pusat.
Direktorat Kriminal Umum Polda Metro Jaya melakukan reka ulang adegan aborsi di lokasi praktek klinik aborsi ilegal, Jalan Percetakan Negara III, Rawasari, Jakarta Pusat. Foto: MP/Kanu

Sementara itu, Wakil Direktur Kriminal Umum Polda Metro Jaya, AKBP Jean Calvijn Simanjuntak mengungkapkan, pada kesempatan rekon kasus praktek klinik aborsi ilegal di Jalan Percetakan Negara III yang akan dilakukan dalam 63 adegan ini dibagi dalam 4 tahapan penting.

"Keempat tahapan ini adalah mulai dari perencanaan, yakni pada saat pasien merencanakan dan menghubungi melalui website. Berikutnya adalah persiapan, yang dimulai dari pasien diterima di depan pintu sampai masuk ke ruang tindakan," ujar Calvijn.

Kemudian, lanjut Calvijn, tahapan yang ketiga adalah tindakan aborsi yang dilakukan oleh tim medis atau dokter. Lalu, tahapan yang terakhir adalah paska penindakan, yakni penghilangan barbuk atau gumpalan darah janin tersebut.

"Khusus untuk tahapan yang terakhir ini akan diperagakan dengan cara dibuang di dalam kloset untuk menghilangkan barbuk dan dilanjutkan dengan pemulihan pasien," lanjutnya.

Direktorat Kriminal Umum Polda Metro Jaya melakukan reka ulang adegan aborsi di lokasi praktek klinik aborsi ilegal, Jalan Percetakan Negara III, Rawasari, Jakarta Pusat.
Direktorat Kriminal Umum Polda Metro Jaya melakukan reka ulang adegan aborsi di lokasi praktek klinik aborsi ilegal, Jalan Percetakan Negara III, Rawasari, Jakarta Pusat. Foto: MP/Kanu

Ia menjelaskan, dari 10 tersangka akan memerankan secara langsung adegan-adegan tersebut, tanpa peran pengganti. Adegan yang akan dilakukan oleh pemeran pengganti adalah pacar dari pasien.

Kelima lokasi yang merupakan TKP praktek klinik aborsi ilegal ini, terdiri dari:

1. Rumah pasien perempuan tersangka RS.

2. Lokasi di mana RS berkerja.

3. Tempat tinggal atau kos-kosan TN yang merupakan pacar tersangka RS.

4. Lokasi pertemuan antara petugas yang ada di klinik ini dengan tersangka RS karena mereka janjian di depan kantor.

5. TKP rumah ini yg digunakan untuk praktek aborsi.

Baca Juga

Pelanggan Aborsi Ilegal di Cempaka Putih Mayoritas Hamil di Luar Nikah

"Nanti kami lihat apakah ada fakta baru dalam rekon ini atau tidak. Apabila ada temuan baru, kami akan sampaikan setelah rekon selesai," jelas Calvijn. (Knu)

Kanal