Pulihkan Nama Baik, Antasari Azhar: Bergabung ke PDIP, "Saya yang Meminta" Antasari Azhar di bawah payung salah satu kader PDIP Banten, Ananta Wahana. (MP/Widi Hatmoko)

Langkah Antasari Azhar mencari kebenaran terkait kasus yang sempat memenjarakannya kurang lebih 7, 6 tahun, sepertinya bukan main-main. Berbagai upaya pun ia lakukan, salah satunya adalah meminta grasi dari presiden. Malah, saat ini sedang melakukan pendekatan dengan partai "penguasa", untuk bergabung.

Satu hari sebelum memasuki hari tenang pelaksanaan Pilkada Serentak, Sabtu 11 Februari 2017 lalu, Antasari hadir di salah satu acara diskusi di Tangerang. Pada acara ini, Antasari Azhar juga sempat berdialog dengan kader dan simpatisan PDIP.

Dalam kesempatan itu, Antasari Azhar menyinggung kasus yang pernah membelitnya. Ia mengaku, pemberitaan tentang "Ikhlas" yang selama ini tersebar di media, sebenarnya adalah ikhlas menjalani hidup di dalam penjara. Dan, menurut pria yang pernah menjabat sebagai ketua KPK ini, ikhlas bukan berarti diam. Karena, mengungkapkan kebenaran demi untuk memulihkan nama baik tetap ia lakukan.

Terkait kehadirannya pada acara ini, apakah untuk mengambil simpati dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) tempatnya ingin bergabung? Karena, ini adalah momen detik-detik PDIP Banten berjuang untuk memenangkan Pilkada 2017. Dan, PDIP menaruh harapan besar untuk memenangkan perhelatan Pilkada ini. Sebelumnya, ia juga sempat hadir di acara debat calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta, serta mengapresiasi pasangan calon yang diusung PDIP.

Berikut beberapa kutipan wawancara singkat merahputih.com:

Isu yang beredar, sekarang ini Anda bergabung di Parta Demokrasi Indonesia Perjuangan, apakah benar?

"Belum, sekarang! Saya belum dikukuhkan, tapi sudah mengarahnya ke situ."

Anda yang diminta, atau Anda yang diminta?

"Saya yang meminta!"

Anda ingin bergabung ke PDIP, dan saat ini PDIP menjadi partai penguasa, artinya, presidennya dari PDIP. Apakah ini salah satu langkah untuk memuluskan niat Anda memulihkan nama baik, mencari keadilan atau mengungkap kebenaran?

"Bukan! Begini, saya aktivis mahasiswa. Dulu waktu mahasiswa ada dua jenis organisasi intrakulikuler dan ekstrakulikuler. Intrakulikuler saya ketua BPM, Badang Perwakilan Mahasiswa fakultas hukum Universitas Sriwijaya. Ekstrakulikuler saya aktif di Gerakan Mahasiswa Nasionalis Indonesia (GMNI-red). Nah, temen-temen, mantan-mantan GMNI itu banyak di PDIP. Jadi Kami ada kesatuan, kemenstri jadi kami gabung ke situ, enggak masalah!"

Setelah nama baik Anda pulih, dan bergabung dalam PDIP, apakah langkah anda selanjutnya; ingin terjun ke politik lebih jauh, menjadi Jaksa Agung atau kembali lagi ke KPK?

"Ini pertanyaan profokator! Sampai hari ini itu masih isu, ya to? Tapi ya sudah, buat apa Kita menanggapi isu, enggak bisa. Tapi yang pasti saya bukan profokator untuk demo di Kuningan kemarin."



Widi Hatmoko

LAINNYA DARI MERAH PUTIH