Pulau Peucang Surga Kecil di Ujung Kulon Pengunjung sebelum turun di Pulau Peucang, Taman Nasional Ujung Kulon, Kabupaten Pandeglang, Banten. (Foto: Screenshot Youtube)

MerahPutih Wisata - Taman Nasional Ujung Kulon telah ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO pada 1991. Beberapa pulau kecil di barat Pulau Jawa ini masuk dalam kawasan taman nasional, salah satunya Pulau Peucang.

Pulau Peucang terletak di Selat Panaitan, Taman Nasional Ujung Kulon. Secara administratif berada di wilayah Kabupaten Pandeglang, Banten. Pulau seluas kurang lebih 450 hektare ini menjadi pulau dengan kunjungan wisata paling banyak di antara destinasi wisata di Ujung Kulon. Tak terbatas wisatawan dalam negeri, Pulau Peucang banyak didatangi wisatawan luar negeri.

Pemandangan pasir putih yang menghampar luas menjadi pintu gerbang ke Pulau Peucang. Air di pulau ini sangat jernih dengan warna kehijauan. Spot snorkeling dan diving di Cihandarusa menjadi salah satu incaran pengunjung untuk menambah atau mengisi daftar pengalaman menyelam.

Sebaiknya, perjalanan ke Pulau Peucang secara rombongan agar perjalanan wisata Anda lebih meringankan kantong. Akses menuju Pulau Peucang menggunakan kapal sewa dari Kecamatan Sumur, sekira 2-3 jam perjalanan. Akses lain yang banyak menyediakan jasa perjalanan wisata yaitu dari Labuan menuju pulau-pulau kecil di Ujung Kulon. Labuan-Pulau Peucang memakan waktu 4-5 jam perjalanan.

Pulau Peucang menjadi andalan wisata Provinsi Banten. Sarana prasarana wisata di pulau ini cukup lengkap. Penginapan, restoran, hingga pusat informasi wisata sudah disedakan.

Tak hanya wisata air yang ditawarkan, Pulau Peucang dengan kekayaan flora dan fauna menjadi lokasi trekking yang sempurna. Tanpa masuk ke dalam hutan, hanya di seputaran tempat penginapan, wisatawan bisa bercengkerama dengan rusa (russa timorensis). Tak mengherankan memang, dalam bahasa Indonesia nama pulau ini berarti "Pulau Kancil". "Peucang" merupakan bahasa Sunda untuk kancil, masih keluarga rusa dengan badan lebih kecil.

Wisatawan juga bisa berinteraksi langsung dengan hewan lain yaitu monyet ekor panjang (macaca fascicularis). Hewan-hewan ini sudah tidak takut lagi berdekat-dekat dengan manusia. Para pengunjung yang datang silih berganti membuat keliaran hewan ini semakin terkikis.

Namun, bila ingin tahu hewan liar, Anda mesti menikmati wildlife veiwing dengan menyeberang ke Padang Penggembalaan Cidaon. Anda akan disuguhkan atraksi satwa liar seperti banteng, merak, rusa, dan babi hutan dari jarak jauh.


BACA JUGA:

  1. Cihandarusa Taman Snorkeling dan Diving di Ujung Kulon
  2. Peninggalan Hindu di Pulau Panaitan Ujung Kulon
  3. Pulau Panaitan Surga Para Peselancar di Ujung Kulon
  4. Pulau Handeulum Tempat Kemah Favorit di Ujung Kulon
  5. Sungai Cigenter Amazonnya Banten di Ujung Kulon


Noer Ardiansjah

LAINNYA DARI MERAH PUTIH