Pulau Pasir dan Hutan Mangrove, Surga Kecil Wisata Pulau Leebong Belum lengkap jika belum mengunjungi Pulau Pasir saat berada di Pulau Leebong (Foto: MP/Gregory Bionde)

ADA dua spot menarik yang pantang dilewatkan jika berkunjung ke Pulau Leebong. Keduanya ialah Pulau Pasir dan Hutan Mangrove. Jarak kedua spot itu memang selewatan, ke arah barat dari Pulau Leeebong. Yang paling penting, kedua titik itu sangat Instagramable.

Merahputih.com yang belum lama ini mengunjugi Pulau Leebong pun tidak mau melewatkan kesempatan itu. Untung saja cuaca masih bersahabat, sehingga kami berkesempatan mengunjungi Pulau Pasir dan Hutan Mangrove. Waktu pun sudah mulai siang saat kami pergi ke sana dengan sampan.

Bang Bule, pria yang mengantar kami ke Hutan Mangrove dan Pulau pasir, pun langsung bergegas mengantar kami. Yang mengemudikan sampan kami ialah rekan bang Bule, ia tampak sudah sangat cakap mengemudikan kapal. Mesin langsung menyala dan kami pun menuju dua spot yang amat terkenal itu.

Pemandangan Hutan Mangrove dari kejauhan (Foto: MP/Gregory Bionde)

Sebenarnya spot yang pertama yang akan dilewati ialah Pulau Pasir, tapi kami terlebih dulu mengunjungi Hutan Mangrove. Kami jadikan Pulau Pasir tujuan akhir agar bisa berlama-lama di sana. Dari kabar yang kami dengar, siapa pun akan merasa betah jika sudah berada di Pulau Pasir.

Pulau Pasir bukan Instagramable lagi, tapi terlalu Instagramable.

"Ke Hutan Mangrove dulu ya," papar Bang Bule.

Kami langsung mengacungkan jempol pertanda kami mengiyakan keputusannya.

Setelah menempuh perjalanan sekira 15 menit, sampailah kami di Hutan Mangrove. Di sisi kanan dan kiri perairan tertanam pohon bakau, seperti sebuah sungai yang memiliki tepian hutan.

Ada satu jalur yang bisa dimasuki oleh satu kapal jika air sedang pasang.(Foto: MP/Gregory Bionde)

Saat tiba di hutan mangrove, kami pun seperti merasa tidak asing. Rasanya kami pernah melihat penampakan seperti itu. Setelah kami ingat-ingat, rupanya memang benar, Hutan Mangrove itut mirip sekali dengan hutan Amazon.

Anggapan itu ternyata bukan karena pemikiran pribadi kami, Hutan Mangrove itu memang disebut-sebut sebagai hutan mini Amazon atau mini amazon. Bisa dikatakan, Hutan Mangrove menjadi Amazon-nya Belitung.

Di area hutan itu ada satu jalur kecil sempit yang hanya bisa dilalui satu perahu. Memasukinya akan memberikan sensasi berpetualang di sebuah hutan dengan perairan layaknya Amazon. Sayang saat itu air sedang surut. Karena masalah keamanan, kami tidak bisa melalui jalur tersebut.

"Wah, lagi surut nih di luar aja ya," kata Bang Bule.

Hutan Mangrove yang berwarna hijau sangat cocok dijadikan spot untuk berfoto maupun swafoto. (Foto: MP/Gregory Bionde)

Meskipun begitu, kami tetap bisa berfoto di Hutan Mangrove tanpa tidak turun. Sebenarnya bisa-bisa saja, tapi lagi-lagi karena masalah keamanan kami hanya diperbolehkan di atas sampan. Akhirnya kami pun hanya sedikit menepi dan mengambil foto dengan latar Hutan Mangrove. Cekrek!

Kunjungan ke Hutan Mangrove pun usai. Kami akan melipir ke Pulau Pasir. Bang Bule bersama rekannya pun dengan senang hati mengantarkan kami langsung. Mereka berdua memang sangat ramah. Selama perjalanan menuju Pulau Pasir, kami sudah terbayang-bayang akan keindahan pulau itu.

Pulau Pasir memiliki beberapa objek yang bisa dijadikan spot untuk berfoto. (Foto: MP/Gregory Bionde)

Kami pun sampai di Pulau Pasir. Rekan Bang Bule menepikan sampan di dermaga. Kami turun dan berjalan melalui dermaga yang berlantai kayu itu. Rasa penasaran kami terbayar, kami menyaksikan surga dunia melalui mata kami sendiri. Pulau Pasir dengan hamparan pasir putih berada di depan mata kami.

Saat airnya sedang pasang sensasi menaiki ayunan maupun hammock akan semakin seru. (Foto: MP/Gregory Bionde)

Jika diperhatikan lagi, Anda yang pernah nonton film Pirates of The Carribean: At World's End pasti tahu benar pulau pasir ini mirip dengan tempat apa. Betul sekali, pulau ini mirip dengan adegan saat Jack Sparrow, Kapten Barbossa, Will Turner, dan Elizabeth Swan melakukan pertemuan di sebuah daratan pasir dalam film itu.

Pulau pasir ini benar-benar seperti pulau kecil dengan daratan pasir. Ya, letaknya berada di tengah lautan. Di sini juga terdapat berbagai objek yang Instagarmable. Siapa pun akan tergiur untuk berfoto dengan objek yang tersedia seperti ayunan, gazebo, dan hammock. Tanpa ragu lagi, kami pun langsung berfoto.

Ada gazebo untuk tempat beristirahat sejenak.(Foto: MP/Gregory Bionde)

Lebih menariknya lagi, saat sore hari, air di Pulau Pasir akan pasang, hingga setinggi betis. Bisa dibayangkan bukan, berfoto di atas ayunan maupun hammock yang bawahnya langsung air. Keren-keren gemas gitu deh.

Oh iya, ada kegiatan lain juga yang bisa dilakukan di Pulau Pasir. Anda bisa berenang di pinggir pulau ini. Salah satu tim kami pun tidak tahan untuk segera berenang. Ada kamar kecil di dermaga untuk mengganti pakaian.

Pulau Pasir berada di tengah lautan. (Foto: MP/Gregory Bionde)

Saat berenang di pinggir Pulau Pasir yang perairannya dangkal, banyak ikan kecil yang menemani bermain air. Bang Bule bersama rekannya pun seakan sudah tahu akan hal itu. Ia pun bergegas mengambil jaring ikan dari sampan. Untung banyak, Bang Bule bersama rekannya berhasil menangkap sejumlah ikan, sekitar 2 kg ikan kecil. Ikan hasil tangkapan itu malah kami jadikan makanan santap siang.

Sungguh, dua spot itu sangat wajib dikunjungi para wisatawan mana pun jika ingin mendapatkan pengalaman berlibur luar biasa. (Ikh)

Tonton keseruan di Pulau Pasir & Hutan Mangrove :

Kredit : digdo


Ikhsan Digdo