Pulau Kemaro dan Legenda Cinta Putri Siti Fatimah Pulau Kemaro menyimpan berbagai keunikan. (Instagram@johnzzen)

DI Sungai Musi Kota Palembang ada satu delta unik. Tanah endapan di muara sungai ini selalu kering dan tidak pernah berair. Ketika air pasang, delta yang letaknya 6 kilometer dari Jembatan Ampera itu tampak seperti pulau di tengah sungai. Delta tersebut bernama Pulau Kemaro.

Bagi warga palembang, Pulau Kemaro adalah destinasi paling favorit di Sungai Musi. Salah satu daya tariknya adalah pagoda berlantai 9. Pagoda ini dibangun tahun 2006 silam. Selain itu terdapat pula Klenteng Hok Tjing Rio atau Klenteng Kuan Im yang berdiri sejak 1962.

Instagram/johnzzen
Klenteng Hok Tjing Rio atau Klenteng Kuan Im. (Foto: Instagram@johnzzen)

Akses menuju Pulau Kemaro tidaklah sulit. Di dermaga di bawah Jembatan Ampera banyak perahu-perahu kecil untuk disewakan. Di sepanjang perjalanan kamu akan disuguhi pemandangan rumah terapung dari masyarakat Palembang yang tinggal di sepanjang Sungai Musi.

Bagi etnis Tionghoa lokal di sana, Pulau Kemaro sangat istimewa. Hal itu lantaran di tengah pulau terdapat sebuah pagoda dan kuil-kuil. Bukan hanya itu saja, keberadaan delta ini sangat erat dengan legenda cinta Putri Siti Fatimah dan kekasihnya.

Legenda tersebut dimulai saat akhir abad ke-14 saat seorang pangeran dari Tiongkok, Tan Bu An datang ke Palembang untuk menuntut Ilmu. Setelah tinggal sekian lama, ia akhirnya jatuh cinta dengan Siti Fatimah.

Instagram/azhomal
Pagoda di Pulau Kemaro. (Foto: Instagram@azhomal)

Tan Bu An akhirnya datang melamar sang putri. Orang tua Siti Fatimah menyetujui lamaran itu dengan satu syarat yakni Tan Bu An harus memberikan hadiah.

Pangeran Tiongkok itu langsung menghubungi ayahnya dataran Tiongkok. Segeralah sang utusan kembali membawa hadiah berupa sayuran dan buah-buahan. Namun Tan Bu An terkejut karena ia berharap hadiah dari ayahnya adalah guci, keramik atau uang.

Sang pangeran yang murka menenggelamkan kapal itu ke Sungai Musi. Namun ia tdak tahu ternyata sang ayah menaruh uang di dalam buah dan sayuran itu. Karena merasa malu, dan bersalah ia kemudian mengumpulkan kembali apa yang dibuang. Sayang sejak saat itu ia tak pernah kembali lagi karena tenggelam.

pulau kemaro palembang
Delta Sungai Musi bernama Pualu Kemaro. (Foto: visitkhatulistiwa)

Putri Siti Fatimah yang mengetahui kabar itu akhirnya ikut menenggelamkan diri sambil meninggalkan pesan kalau akan ada pohon yang tumbuh di sebidang tanah tempat ia meninggal. Itulah kepercayaan masyarakat Palembang tentang kemunculan Pulau Kemaro.

Pesan terakhir Siti Fatimah sebelum meninggal menjadi nyata. Selain muncul sebidang tanah, terdapat pula sebuah pohon yang masyarakat di sana menyebutnya "pohon cinta". Konon jika ada pasangan mengukir nama mereka di pohon itu maka perjalanan cintanya akan berlanjut sampai ke jenjang pernikahan. (yani)

Kredit : yani

Tags Artikel Ini

Muchammad Yani

LAINNYA DARI MERAH PUTIH