Pulau Biak, Tempat Wisata Favorit Sisa-sisa Perang Dunia II Helm baja sisa Perang Dunia II yang saat ini masih berada di Pulau Biak. (FOTO Antara)

Pulau Biak terletak di dekat ujung barat Pulau Papua. Pada Perang Dunia II atau sekitar tahun 1944, di pulau ini terjadi pertempuran sengit antara tentara sekutu dengan tentara Jepang, memperebutkan kawasan tersebut. Sisa-sisa pertempuran sengit Jepang dengan sekutu pada Perang Dunia II itu pun masih terlihat di beberapa tempat di pulau ini.

Salah satunya adalah Gua Binsari, atau Gua Nenek. Diberi nama Gua Binsari karena, konon, sebelum dijadikan sebagai tempat persembunyian, penyimpanan logistik sekaligus persembunyian tentara Jepang dalam Perang Dunia II gua ini dihuni oleh nenek bernama Abyab Binsari.

Gua ini pun sempat dihancurkan oleh tentara sekutu di bawah pimpinan Jenderal Douglas Mcarthur pada tahun 1944. Dalam peristiwa itu sekitar 6000 tentara Jepang tewas, terkubur hidup-hidup.

Mulut Gua Binsari sisa Perang Dunia II di Pulau Biak. (FOTO Antara)

Dalam pertempuran sadis perebutan Pulau Biak di Perang Dunia II ini memakan korban 474 orang tewas dan 2. 428 luka-luka pada kubu tentara sekutu, sekitar 6.000 orang tewas, 450 orang tertawan serta 4.000 tentara Jepang lainnya tak diketahui nasibnya, atau hilang dalam tugas dan diasumsikan tewas.

Saat ini, kawasan Gua Binsari menjadi salah satu destinasi wisata paling favorit di Pulau Biak. Untuk bisa menuju lokasi ini, hanya memakan waktu sekitar 30 menit dari Kota Biak. Di kawasan ini, pengunjung juga bisa melihat sisa-sisa pertemputan sadis antara tentara Jepang melawan sekutu. Mulai dari berbagai jenis amunisi, helm tentara, serta berbagai jenis benda peninggalan lainnya. Bahkan, sisa-sisa tulang belulang tentara Jepang yang terletak di kawasan di sekitar gua.

Berdasarkan beberapa sumber, Pertempuran Biak merupakan bagian dari kampanye Niugini dalam Perang Dunia II. Pertempuran tersebut dilakukan oleh sekutu dan Angkatan Darat Kekaisaran Jepang dari 27 Mei 1944 hingga 20 Juni 1944. Di sinilah untuk pertama kalinya pihak Jepang menggunakan taktik penyergapan dalam skala besar di Perang Dunia II.

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Satgas COVID-19 Indramayu Resmi Tutup Semua Objek Wisata
Travel
Satgas COVID-19 Indramayu Resmi Tutup Semua Objek Wisata

Penutupan dilakukan sampai dengan batas waktu yang tidak ditentukan.

Buat Buka Puasa, Kue Cangkir Bermodalkan Susu dan Biskuit
Kuliner
Buat Buka Puasa, Kue Cangkir Bermodalkan Susu dan Biskuit

Hanya butuh dua bahan yang sangat mudah ditemukan, susu dan biskuit.

Kolaborasi Bangun Engagement antara Kemenparekraf dan BPJS
Travel
Kolaborasi Bangun Engagement antara Kemenparekraf dan BPJS

Pandemi COVID-19 dapat dijadikan momentum untuk tetap membangun engagement dengan pelanggan hingga wisatawan.

Inovasi, Adaptasi, dan Kolaborasi Jadi Kunci Perkembangan Pariwisata
Travel
Inovasi, Adaptasi, dan Kolaborasi Jadi Kunci Perkembangan Pariwisata

Setiap aspek punya perannya sendiri dalam perkembangan pariwisata.

Menparekraf harap Desa Wisata dapat jadi Lokomotif Kebangkitan Parekraf
Travel
Menparekraf harap Desa Wisata dapat jadi Lokomotif Kebangkitan Parekraf

Anugerah Desa Wisata Indonesia 2021 merupakan salah satu cara untuk memulihkan perekonomian Indonesia.

Apa Saja Perbedaan Gundala Versi Klasik Versus Film Joko Anwar?
Indonesiaku
Siapa Usmar Ismail, Pahlawan Nasional Berlatar Perfilman?
Indonesiaku
Siapa Usmar Ismail, Pahlawan Nasional Berlatar Perfilman?

Ia menjadi satu-satunya orang di perfilman Indonesia beroleh gelar Pahlawan Nasional

Tulehu, Desa Pencetak Pesepak Bola Berbakat
Travel
Tulehu, Desa Pencetak Pesepak Bola Berbakat

Di sana, semua anak laki-laki pasti sangat gemar memainkan si kulit bundar dan bermimpi menjadi atlet sepak bola nasional.

Mengenal Kliwon Berikut Simbol Hewan Cerita Si Buta Dari Gua Hantu
Indonesiaku
Mengenal Kliwon Berikut Simbol Hewan Cerita Si Buta Dari Gua Hantu

Apakah sebuah kebetulan cerita Si Buta Dari Gua Hantu garapan Ganes TH melimpah ragam ungkap hewan?

Kue Moho yang Mengandung Makna Rezeki yang Melimpah
Kuliner
Kue Moho yang Mengandung Makna Rezeki yang Melimpah

memiliki filosofi mendalam, yakni rezeki melimpah dan kebahagiaan.