Pulau Bawean Destinasi Wisata Favorit Terkendala Status Pulau Bawean, Gresik, Jawa Timur (MP/Mauritz)

Pulau Bawean di Kabupaten Gresik ibarat perawan yang belum terjamah. Destinasi wisata ke Pulau Bawean kini terkendala statusnya sebagai cagar alam. Pulau Bawean selama ini berada di dalam Kawasan Balai Besar Konvervasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Kabupaten Gresik.

Keinginan para wisatawan dari Jawa Timur untuk menikmati eksotisme Pulau Bawean tak sesuai harapan. Padahal, keindahan pulau-pulau yang ada di Bawean sudah mendapat banyak sanjungan dari banyak kalangan, baik pelancong domestik maupun dari manca negara. Namun pengembangan pariwisata di sekitar Pulau Bawean terhambat karena statusnya sebagai cagar alam.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik telah mengajukan peralihan status ke pemerintah pusat, agar potensi yang ada di Pulau Bawean dapat dikelola untuk dijadikan sebagai tempat wisata. Sebab, jika masih dalam wewenang BBKSDA maka tempat tersebut tidak dapat diubah dan dikunjungi oleh umum. Hal itu sesuai Surat Keputusan (SK) Direktur Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam nomor 92/IV-set/HO/2006 tentang izin masuk kawasan suaka alam, kawasan pelestarian alam dan taman burung.

Bahkan, pengunjung yang datang ke lokasi wisata yang masuk cagar alam dibatasi dan harus menggunakan surat izin masuk kawasan konservasi yang dikenal dengan Surat Izin Masuk Kawasan Konservasi(SIMAKSI).

Dermaga menuju ke Pulau Bawean
Dermaga Pulau Bawean (MP/Mauritz)

Wakil Bupati Gresik, Muhammad Qosim, mengatakan, pihaknya melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Gresik, sudah mengajukan ke Kementerian Kehutanan untuk mengubah statusnya sehingga bisa dimanfaatkan untuk pemberdayaan masyarakat.

" Pemkab Gresik, berupaya mengambil alih status lewat pemerintah pusat dan melalui Disparbud, agar bisa menyelamatkan dan melindungi aset negara, yang ditetapkan sebagai cagar alam, bisa di kembangkan sebagai tempat wisata yang bisa memberikan manfaat bagi masyarakat sekitarnya," ujarnya, Rabu (8/2).

Hingga kini, lanjut Qosim, Pemkab Gresik, tidak bisa menganggarkan untuk pengembangan pariwisata di Pulau Bawean. Meski kerap dipromosikan terkait keindahan alamnya yang tidak jauh beda dengan Pulau Bali. Sehingga selama ini, unit pelaksana teknis (UPT) Disparbud Gresik hanya bisa mendata wisatawan yang berkunjung di Pulau Bawean.

"Untuk sementara, Pemkab Gresik hanya bisa memperbaiki infrastruktur jalan yang perluka diperbaiki. Namun, untuk pengembangan wisata air panas dan perluasan pekarangan rusa khas Bawean juga masih kesulitan dalam hal pembebasan lahannya," tukasnya.

Bedasarkan data yang ada di Disparbud, wisatawan domestik yang berkunjung di Pulau Bawean mencapai 10.000 orang. Sedangkan untuk wisatawan mancanegara jumlahnya mecapai 5.000 orang per tahun.

Tulisan ini berdasarkan liputan Mauritz, kontributor merahputih.com untuk wilayah Cirebon dan sekitarnya.

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Martabak, Camilan Lezat Paling Laris di Malam Hari
Kuliner
Martabak, Camilan Lezat Paling Laris di Malam Hari

Jangan terlalu sering, nanti bikin gemuk.

 Kerupuk Mi, Takjil Favorit si Penggemar Makanan Asin
Kuliner
Kerupuk Mi, Takjil Favorit si Penggemar Makanan Asin

Kerupuk asal Bogor ini emang legendaris banget.

Antusiasme Warga Yogyakarta Menjajal Commuterline, Selfie hingga Bikin tiktok
Travel
Antusiasme Warga Yogyakarta Menjajal Commuterline, Selfie hingga Bikin tiktok

Salah seorang penumpang, Andi mengatakan ia sengaja datang karena ingin merasakan sensasi naik KRL.

Wisata Hutan Bambu Di Indonesia Tidak Kalah Dari Jepang
Travel
Wisata Hutan Bambu Di Indonesia Tidak Kalah Dari Jepang

Indonesia memiliki beberapa tempat wisata Hutan Bambu seperti di Jepang.

Penyebab Harga Tiket Wisata Lokal dan Asing Berbeda di Negeri Aing
Travel
Penyebab Harga Tiket Wisata Lokal dan Asing Berbeda di Negeri Aing

Harga tiket di Negeri Aing untuk wisatawan lokal dan wisatawan asing berbeda.

Shrimp Toast, Cobain Resep Olahan Roti Tawar dan Udang
Kuliner
Pedagang Keliling Ungkap Keberadaannya Lewat 'Jingle'
Kuliner
Pedagang Keliling Ungkap Keberadaannya Lewat 'Jingle'

Pedagang keliling memiliki 'jingle' untuk memikat hati pembeli.

Bukannya Bikin Gemetar Pihak Inggris, Tank Arek Suroboyo Malah Ganggu Bung Karno
Indonesiaku
Bukannya Bikin Gemetar Pihak Inggris, Tank Arek Suroboyo Malah Ganggu Bung Karno

Mereka sebelumnya telah bersepakat menghentikan tembak-menembak

Take Away Nasi Padang, Dijamin Lebih Kenyang
Kuliner
Take Away Nasi Padang, Dijamin Lebih Kenyang

Berawal dari restoran Padang yang banyak dikungjungi kaum elit pada masanya.

Gua Liang Bua, Rumah si Hobbit dari Flores
Travel
Gua Liang Bua, Rumah si Hobbit dari Flores

Arkeolog dari Belanda, Inggris, dan Indonesia menjadikan gua ini sebagai tempat penggalian dan penelitian sejak 1930-an.