Pulang Mudik, Puluhan Warga Mangga Dua Selatan Digiring ke Posko Tes COVID-19 Kapolsek Sawah Besar AKP Maulana Mukarom di Kampung Tangguh Jaya Mangga Dua Selatan, Sawah Besar, Jakarta Pusat, Senin (17/5) (MP/Kanugraha)

Merahputih.com - 41 warga Mangga Dua Selatan yang melakukan mudik langsung diminta mendatangi posko Swab COVID-19. Mereka diminta untuk melakukan tes swab karena dikhawatirkan terpapar COVID-19.

Warga tersebut sudah didata dan ditandai dengan penempelan stiker di rumahnya.

Baca Juga:

Kasus Rapid Test Alat Bekas, Kimia Farma Diagnostika Harus Tanggung Jawab

"Ada nama, tanggal berapa pergi dan pulangnya. Mereka juga sudah diawasi Satgas COVID-19," kata Kapolsek Sawah Besar AKP Maulana Mukarom di Kampung Tangguh Jaya Mangga Dua Selatan, Sawah Besar, Jakarta Pusat, Senin (17/5).

Pihaknya juga mendatangi mereka untuk menyakan soal kepemilikan surat bebas COVID-19. ''Kami arahkan untuk dilakukan swab. Ada 53 warga Mangga Dua Selatan yang mudik," jelas Alan.

41 warga Mangga Dua Selatan yang melakukan mudik langsung diminta mendatangi posko Swab COVID-19 (MP/Kanugraha)

Alan mengklaim, hingga kini belum ada warga yang positif COVID-19. "Kalau ada yang positif dirujuk ke Puskesmas lalu ke Wisma Atlet atau rumah sakit yang dirujuk," jelas Alan.

Warga pun di kawasan tersebut tetap dalam pengawasan dari tim Satgas COVID-19. ''Nanti tes swab ini untuk tujuh hari kedepan. Di Sawah Besar ada enam titik di setiap kelurahan," jelas Alan.

Baca Juga:

Erick Pecat Direksi Kimia Farma Diagnostika Terkait Kasus Alat Rapid Test Bekas

Sementara itu, Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran mengatakan, swab antigen gratis ini untuk menjaga Jakarta tetap sehat setelah kemarin ada warga yang nekat mudik.

"Mudah-mudahan semua sehat Kalau bukan kita, siapa lagi," ucap Fadil. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Tunggu Vaksin Merah Putih, Indonesia Butuh Vaksin Luar Negeri
Indonesia
Tunggu Vaksin Merah Putih, Indonesia Butuh Vaksin Luar Negeri

Indonesia membuka dan menjajaki kerja sama internasional lainnya untuk memastikan dan mengakselerasi ketersediaan vaksin COVID-19 yang aman dan efektif di Indonesia.

Duit Rp888 Miliar Bagi Anggota DPRD Sangat Tidak Wajar
Indonesia
Duit Rp888 Miliar Bagi Anggota DPRD Sangat Tidak Wajar

Lebih baik anggaran kenaikan RKT yang capai Rp888 miliar itu difokuskan kepada penanganan COVID-19 Pemerintah DKI.

Jokowi Minta 3T Dimasifkan di Delapan Provinsi Prioritas
Indonesia
Jokowi Minta 3T Dimasifkan di Delapan Provinsi Prioritas

Jokowi juga ingin Delapan provinsi itu meningkatkann fasilitas rumah sakit

Berikut Bantuan Pusat ke Anies Tangani Pasien OTG COVID-19
Indonesia
Berikut Bantuan Pusat ke Anies Tangani Pasien OTG COVID-19

Gubernur Anies Baswedan mengaku pihaknya sudah mendapat restu menggunakan aset pemerintah pusat untuk mengisolasi pasien corona khusus pasien kategori orang tanpa gejala (OTG).

Mendagri Tito Bongkar Sosok yang Tak Pantas Dipilih di Pilkada Serentak 2020
Indonesia
Mendagri Tito Bongkar Sosok yang Tak Pantas Dipilih di Pilkada Serentak 2020

Menurut Tito, pandemi COVID-19 belum berakhir dan penularan penyakit ini pun masih terjadi di mana-mana.

Gubernur Papua Barat Menyepakati Perdamaian Ganti Rugi Rp 150 Miliar
Indonesia
Gubernur Papua Barat Menyepakati Perdamaian Ganti Rugi Rp 150 Miliar

Max mengingatkan tentang yurisprudensi Mahkamah Agung

Sempat Mangkir, Ihsan Yunus dan Hotma Sitompul Bakal Dihadirkan Lagi di Sidang Bansos
Indonesia
Polemik Ekspor Benur: Dilarang Era Susi, Dibuka Menteri Edhy
Indonesia
Polemik Ekspor Benur: Dilarang Era Susi, Dibuka Menteri Edhy

Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan (KIARA) melontarkan kritik adanya pelanggaran oleh eksportir benih bening lobster.

Sandi-Riza Lakukan Pertemuan di Thamrin 10, Bahas Ekonomi Kreatif Hingga Isolasi WNA
Indonesia
Sandi-Riza Lakukan Pertemuan di Thamrin 10, Bahas Ekonomi Kreatif Hingga Isolasi WNA

Sandi sempat bersenda gurau dengan Plh Wali Kota Jakarta Pusat Irwandi

Benarkah Test Swab Bisa Merusak Otak? Simak Penjelasan Dokter THT RSA UGM
Indonesia
Benarkah Test Swab Bisa Merusak Otak? Simak Penjelasan Dokter THT RSA UGM

Sebelumnya, kabar tentang tes usap COVID-19 dapat merusak otak ramai beredar di media sosial Tanah Air.