PUKAT Sebut UU Omnibus Law Cipta Kerja Buka Celah Korupsi Ketua PUKAT UGM Oce Madril (Foto: antaranews)

Merahputih.com - Pusat Kajian Anti (PUKAT) Korupsi UGM menilai RUU Omnibuslaw Cipta Kerja membuka celah korupsi lebih besar. Kepala PUKAT UGM, Oce Madril menjelaskan secara substansi RUU Cipta Kerja mengarah pada sentralisasi kekuasaan yang rentan terhadap potensi korupsi.

Oce menjelaskan RUU Ini memberikan kewenangan yang besar kepada pemerintah pusat yang dapat mengurangi desentralisasi di Indonesia. Sentralisasi yang berlebihan rentan terhadap potensi korupsi, salah satunya karena akan semakin minimnya pengawasan.

“Pemusatan kewenangan pada presiden (presiden heavy) dapat menyisakan persoalan bagaimana memastikan kontrol persiden atas kewenangan itu,” ujar Oce melalui keterangan pers di Yogyakarta seperti ditulis pada Jumat (9/10).

Baca Juga:

Demo UU Cipta Kerja Picu Lonjakan Kasus COVID-19

RUU Cipta Kerja bukan solusi atas persoalan regulasi yang ada di Indonesia. Banyak pendelegasian wewenang yang terdapat dalam RUU ini tidak mencerminkan simplifilkasi dan harmonisasi peraturan perundang-undangan.

DPR dan pemerintah tetap melanjutkan pembahasan RUU kontroversial ini di tengah tengah pandemi COVID-19. Rapat-rapat pembahasan diselenggarakan secara tertutup dan perkembangan pembahasan draft tidak didistribusikan kepada publik. Menurutnya, pembahasan yang terus berlangsung selama pandemi dan dilakukan tanpa partisipasi publik yang maksimal hanya semakin menunjukkan ketidakpedulian DPR terhadap suara dan masukan publik.

“Minimnya keterbukaan dan partisipasi publik membuat draft RUU Cipta Kerja rawan disusupi oleh kepentingan tertentu yang hanya menguntungkan segelintir pihak saja,” jelas dia.

Peneliti korupsi dari PUKAT UGM
Ilustrasi: PUKAT UGM (Foto: Humas UGM)

Sementara itu Dekan Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada Sigit Riyanto menilai Rancangan Undang-Undang Cipta Kerja yang baru saja disahkan menjadi undang-undang berbahaya karena pengelolaan sumber daya negara diarahkan diolah secara ekstraktif.

"Ini sangat berbahaya dan bertentangan dengan arus global bahwa pengelolaan sumber daya negara itu diarahkan pada proses yang inovatif dan sangat memperhatikan aspek lingkungan sebagai fundamental dari pengelolaan seluruh sumber daya yang ada di negara,"

Ia menilai RUU itu menggunakan pendekatan liberal kapitalistik dalam pengelolaan sumber daya negara sehingga tidak sesuai dengan konstitusi dan pandangan pendiri bangsa.

Baca Juga:

Berikut Sikap Pemerintah Menanggapi Demo Besar-besaran Tolak UU Cipta Kerja

RUU itu pada saat yang sama disebutnya justru mengesampingkan perlindungan kepada warga negara sehingga makin termaginalisasi.

Sebelumnya UU Omnibuslaw Cipta Kerja resmi disahkan menjadi Undang-Undang pada Senin (5/10). Uu ini menuai tanggapan banyak pihak. (Teresa Ika/Yogyakarta)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
[HOAKS atau FAKTA] Detik-detik di Dalam Pesawat Sriwijaya Air Sebelum Jatuh
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA] Detik-detik di Dalam Pesawat Sriwijaya Air Sebelum Jatuh

"Detik detik di dalam pesawat sebelum meledak dan jatuh #pesawatjatuh #pesawatsriwijaya #sriwijayaairsj182"

Serikat Buruh Minta Pemeriksaan Medis Menyeluruh terhadap TKA
Indonesia
Serikat Buruh Minta Pemeriksaan Medis Menyeluruh terhadap TKA

Said Iqbal mengimbau kepada seluruh buruh dan masyarakat Indonesia agar tidak panik dengan adanya virus corona.

Tidak Bawa SIKM, 26 Pendatang Jalani Isolasi di GOR Rawamangun
Indonesia
Tidak Bawa SIKM, 26 Pendatang Jalani Isolasi di GOR Rawamangun

Puluhan pendatang mayoritas berasal dari berbagai tempat di Jawa Tengah berhasil terjaring petugas dari sejumlah pos cek poin di Jakarta Timur.

Orang yang Kerahkan Ambulans Buat Bawa Batu Dicari Polisi
Indonesia
Orang yang Kerahkan Ambulans Buat Bawa Batu Dicari Polisi

Kasus ini sendiri telah naik statusnya dari penyelidikan ke penyidikan

Gugus Tugas Minta Warga Jakarta Patuhi PSBB
Indonesia
Gugus Tugas Minta Warga Jakarta Patuhi PSBB

Yuri mendorong masyarakat untuk bersama-sama tetap bekerja dan belajar dari rumah, jaga jarak fisik ketika berkomunikasi, dan menggunakan masker ketika terpaksa harus keluar rumah.

Pukat UGM: KPK Malu Dipimpin Jenderal Bintang Tiga tapi Tak Bisa Tangkap Harun Masiku
Indonesia
Pukat UGM: KPK Malu Dipimpin Jenderal Bintang Tiga tapi Tak Bisa Tangkap Harun Masiku

Seharusnya malu tak kunjung berhasil menangkap buron atas kasus dugaan suap PAW anggota DPR itu.

Polda Metro Rampungkan Gelar Perkara Kasus Dugaan Pelanggaran Prokes Raffi Ahmad
Indonesia
Polda Metro Rampungkan Gelar Perkara Kasus Dugaan Pelanggaran Prokes Raffi Ahmad

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan, gelar perkara dilakukan di kediaman ayah pembalap Sean Gelael dan dipimpin oleh Krimum Polda Metro Jaya.

Peringatan Haornas Dihadiri Jokowi, Menpora Ingin Memastikan Berjalan Lancar
Indonesia
Peringatan Haornas Dihadiri Jokowi, Menpora Ingin Memastikan Berjalan Lancar

Presiden Joko Widodo dijadwalkan akan hadir secara virtual dari Istana Negara

Stasiun Kereta Api di Jakarta Terendam Banjir, Ini Fotonya
Indonesia
Stasiun Kereta Api di Jakarta Terendam Banjir, Ini Fotonya

Sejumlah stasiun kereta api ikut kena imbas

Jam Operasional dan Jumlah Penumpang Angkutan Umum di Jakarta Dibatasi Selama PSBB
Indonesia
Jam Operasional dan Jumlah Penumpang Angkutan Umum di Jakarta Dibatasi Selama PSBB

"Ini berlaku untuk semua kendaraan umum yg beroperasi di Jakarta," kata Anies