Puji Putusan MK, Kelompok Buruh Sebut Perjuangan Mereka Tak Sia-sia Ribuan massa dari berbagai elemen buruh mengawal sidang putusan uji materi UU Cipta Kerja di MK, Jakarta, Kamis (25/11). (Foto: MP/Kanugrahan)

MerahPutih.com - Buruh langsung bereaksi pasca-putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang meminta UU Cipta Kerja direvisi.

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea menyebut, perjuangan panjang buruh membuktikan bahwa Omnibus Law tidak sesuai Undang-Undang Dasar 1945.

"Perjuangan panjang kita, bisa kita buktikan, dengan kerja keras luar biasa," kata Andi dengan nada tinggi saat orasi di kawasan Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (25/11).

Baca Juga:

MK Larang Pemerintah Terbitkan Aturan Pelaksana Baru Terkait UU Cipta Kerja

Dengan permintaan revisi Omnibus Law ini, kata dia, maka sudah membuktikan bahwa Tuhan bersama dengan buruh demi menuntut kesejahteraan.

"Kita siapkan perlawanan berikutnya, kalau pemerintah main-main dengan buruh Indonesia. Terima kasih kawan-kawan dan terima kasih MK," tegas Andi seraya disambut teriakan dukungan buruh.

Presiden KSPI Said Iqbal menyambut baik putusan MK yang menuntut perbaikan UU Cipta Kerja.

"Kami ucapkan juga kepada Bapak Kapolri karena sudah mengawal dan menjaga keamanan (aksi) ," ujar Said Iqbal, dari atas mobil komando pula.

Baik Andi maupun Said bakal mengadakan aksi lanjutan 29-30 November mendatang di Bandung.

"Semoga dengan kehadiran kami, bisa membuat Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil berpihak kepada perjuangan buruh, kami yakin itu," jelas dia.

Baca Juga:

Tanggapi Putusan MK, Pemerintah Tetap Berlakukan UU Cipta Kerja Sambil Diperbaiki

Sebelumnya, Mahkamah Konstitusi (MK) telah mengeluarkan putusan terkait uji materil dan uji formil terhadap Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja

Meski dianggap melanggar konstitusi, namun MK menyatakan undang-undang tersebut masih berlaku dan dapat digunakan.

MK meminta pemerintah melakukan perbaikan pembentukan aturan tersebut.

Putusan MK menyatakan bahwa UU Cipta Kerja masih tetap berlaku secara konstitusional sampai dengan dilakukan perbaikan pembentukannya, sesuai tenggat waktu yang ditetapkan oleh MK yaitu paling lama 2 tahun sejak putusan dibacakan.

Dalam tenggat waktu tersebut, pemerintah dilarang untuk mengeluarkan aturan baru yang bersifat strategis sampai dilakukan perbaikan atas pembentukan UU Cipta Kerja. (Knu)

Baca Juga:

MK Putuskan UU Cipta Kerja 2 Tahun tidak Diperbaiki Batal Permanen

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Berikut Perkembangan Kasus COVID-19 Indonesia Terhitung Hari Ini
Indonesia
Berikut Perkembangan Kasus COVID-19 Indonesia Terhitung Hari Ini

Data Satuan Tugas Penanganan COVID-19 hingga Senin (8/3) menunjukkan ada penambahan 6.894 kasus baru dalam 24 jam terakhir.

Anies Sebut Gegara Pandemi COVID-19 Penduduk Miskin Jakarta Meningkat
Indonesia
Anies Sebut Gegara Pandemi COVID-19 Penduduk Miskin Jakarta Meningkat

"Pandemi COVID-19 menjadi faktor penyebab kenaikan jumlah penduduk miskin di ibu kota," ucap Anies.

Wapres Maruf Amin Peringatkan Tracing COVID-19 Diperkuat
Indonesia
Wapres Maruf Amin Peringatkan Tracing COVID-19 Diperkuat

Laporan disampaikan secara daring maupun luring

Cegah Pelancong Kabur, Polda Metro Bentuk Satgas Antimafia Karantina
Indonesia
Cegah Pelancong Kabur, Polda Metro Bentuk Satgas Antimafia Karantina

Polda Metro Jaya akan membuat satgas antimafia karantina sebagai pengawas pelaksanaan karantina bagi masyarakat pelaku perjalanan internasional.

100 Hari Kerja Kapolri, Listyo Sigit Diminta Ditingkatkan Peran Bhabinkamtibmas
Indonesia
100 Hari Kerja Kapolri, Listyo Sigit Diminta Ditingkatkan Peran Bhabinkamtibmas

Program-program itu bisa dimanfaatkan dan dikembangkan lagi

Lampu Hotel JHL Solitaire Sambut Peringatan HUT Ke-76 Republik Indonesia
Foto
Lampu Hotel JHL Solitaire Sambut Peringatan HUT Ke-76 Republik Indonesia

Lampu hotel JHL Solitaire (Kanan) dan Hotel Episode (Kiri) menyala membentuk bendera Merah Putih dan Angka 76 di kawasan Gading Serpong, Tangerang

Mantan Wasekjen MUI Tengku Zulkarnain Meninggal Dunia Akibat COVID-19
Indonesia
Mantan Wasekjen MUI Tengku Zulkarnain Meninggal Dunia Akibat COVID-19

Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia, Tengku Zulkarnain meninggal dunia

Kapolri Kirim Makanan, Vitamin Hingga Ratusan Personil Tangani Dampak Siklon Seroja
Indonesia
Kapolri Kirim Makanan, Vitamin Hingga Ratusan Personil Tangani Dampak Siklon Seroja

Kepolisian mengirimkan 52 anggota Brimob Mabes Polri ditambah 94 anggota Brimob Polda Jawa Timur dan 100 anggota Brimob Polda Bali ke kawasan bencana.

Pimpinan MPR Tegaskan Perlu Konsistensi Tinggi Kendalikan COVID-19
Indonesia
Pimpinan MPR Tegaskan Perlu Konsistensi Tinggi Kendalikan COVID-19

Sejumlah upaya saat ini sedang dilakukan oleh pemerintah untuk mengendalikan penyebaran COVID-19

PPKM Diklaim Berhasil Turunkan Kasus COVID-19 di Cirebon
Indonesia
PPKM Diklaim Berhasil Turunkan Kasus COVID-19 di Cirebon

Walaupun dianggap berhasil, Imron tetap melakukan evaluasi dari pelaksanaan PPKM yang sudah berjalan selama satu minggu ini.